Kenali Penyebab Bayi Menangis di Pesawat

Oleh Hotnida Novita Sary pada 11 Jun 2019, 15:00 WIB
Unggahan aktris Angela Gilsha terkait bayi menangis di pesawat viral di media sosial. Kenali apa saja penyebab bayi menangis di pesawat.
Kenali Penyebab Bayi Menangis di Pesawat (Romrodphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Nama pesinetron Angela Gilsha menjadi sorotan beberapa hari belakangan ini karena Instastory-nya terkait bayi menangis di pesawat. Unggahannya yang mengungkapkan bahwa lebih baik hewan peliharaan yang masuk pesawat dibanding bayi menuai banyak kecaman dari warganet. Tak berapa lama, Angela pun menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf.

Kejadian bayi menangis di dalam pesawat memang tidak jarang terjadi. Penyebabnya pun bisa beragam. Antara lain karena bayi merasa tidak nyaman, lapar, bosan, sakit, resah.

“Jangankan di pesawat, di beragam lokasi dan situasi pun bayi sangat mungkin menangis dan rewel. Penyebabnya bisa beragam. Pada umumnya bayi BAB, popoknya penuh, atau lapar. Orang tua harus mengecek dulu hal-hal umum ini,” ujar dr. Alvin Nursalim, Sp.PD dari KlikDokter.

Selain itu, menurut dr. Alvin, bayi juga bisa merasa cemas melihat orang-orang asing dalam pesawat dalam waktu lama dan lingkungan yang sempit. Hal ini biasanya terjadi pada si Kecil yang sudah berusia 2 tahun.

Penyebab lainnya adalah suara bising di dalam pesawat yang menyebabkan rasa tidak nyaman di telinga bayi. Akibatnya bayi menjadi rewel dan menangis. “Ada baiknya, Anda memasangkan penutup telinga khusus bayi yang terbuat dari kain untuk mengurangi paparan terhadap suara-suara tersebut,” kata dr. Alvin.

Perubahan tekanan udara

Dilansir dari Live Science, para ahli sepakat tekanan saat terbang di ketinggian sangat sulit ditanggung untuk bayi dan balita. “Ada perbedaan anatomi mendasar antara telinga bayi dan dewasa,” kata Dr. Simon Baer, konsultan bedah telinga, hidung, dan tenggorokan di Inggris.

"Salah satu alasan utama bayi menangis di pesawat adalah karena mereka tidak pandai menyamakan tekanan di telinga tengah. Penyebabnya, tuba Eustachius infantil bayi umumnya tidak berfungsi sebaik orang dewasa," kata Baer.

Tuba Eustachius adalah kanal yang menghubungkan telinga tengah ke nasofaring dan bagian belakang rongga hidung. Pada dasarnya, saluran ini berfungsi mengontrol tekanan di dalam telinga tengah, sehingga sama dengan tekanan udara di luar tubuh.

Tuba ini tetap tertutup, dan membuka hanya untuk kegiatan seperti menguap, menelan dan mengunyah, yang memungkinkan udara melalui jalur antara telinga tengah dan nasofaring. Ketika tekanan atmosfer berubah dengan cepat, Anda akan tiba-tiba merasa tersumbat di telinga.

Saat ini terjadi, orang dewasa akan menguap atau menelan dengan sengaja membuka tabung dan menyamakan tekanan di dalam telinga tengah. Namun, para bayi belum bisa menangani hal ini.

Oleh karena itu, dr. Alvin menyarankan, untuk mengatasi perubahan tekanan yang signifikan, susui atau beri makan bayi Anda ketika pesawat mendarat dan lepas landas.

“Cara yang bisa Anda lakukan sebagai orang dewasa adalah merangsang tuba Eustachius terbuka dengan memberikan bayi ASI, susu, atau makanan lain. Dengan menelan sesuatu, tuba Eustachius bayi akan terbuka,” ujar dr. Alvin.

Tunjukkan empati

Yang harus Anda ingat, hampir tidak ada orang tua yang menginginkan bayinya rewel dan menangis selama perjalanan menggunakan pesawat. Oleh karena itu, Anda sebagai penumpang harus tetap bersikap dewasa menghadapi kondisi tersebut.

“Faktor bayi menangis di pesawat itu kan banyak ya. Dengan mengetahui faktor-faktornya apa saja, Anda sebagai penumpang harusnya lebih bisa memahami. Jangan meng-judge orang tua dan bayi tersebut. Lebih baik tunjukkan empati dan dukungan pada orang tua juga bayi,” ujar dr. Alvin.

Atau, Anda bisa mengalihkan perhatian dari suara tangis si bayi, misalnya dengan membaca buku dan mendengar musik. Selain itu, Anda juga bisa menghibur si bayi dan membuatnya lebih nyaman.

Aktris Angela Gilsha memang sudah meminta maaf terkait unggahannya mengenai bayi menangis di pesawat. Akan tetapi, sebaiknya peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua orang. Bayi menangis dan rewel adalah wajar karena ketidaknyamanan yang dirasakannya selama di dalam pesawat.

[RVS]