3 Cara Mudah Mengajari Anak untuk Jujur

Oleh Ayu Maharani pada 11 Jun 2019, 15:20 WIB
Mengajari anak untuk jujur perlu usaha keras dan terus menerus. Apa saja yang diperlukan? Yuk coba ikuti tips ini.
3 Cara Mudah Mengajari Anak untuk Jujur (Potstock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika anak kecil mulai berbohong, mungkin sebagian orang dewasa merasa bahwa hal tersebut adalah perilaku tidak baik yang mesti segera diatasi. Padahal, dilansir dari Fatherly.com, seorang anak yang mulai berbohong menandakan bahwa mereka mengalami perkembangan kognitif yang sehat. Meski demikian, orang tua tetap perlu mengajari anak untuk jujur.

Menurut Psikolog Anak, Gene Beresin dari Clay Center for Young Healthy Minds, Massachusetts General Hospital, kejujuran total sebenarnya tak dapat diterima secara sosial. Jadi, perlu “teknik khusus” dalam mengajarkan kejujuran kepada anak.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengajarkan kejujuran kepada anak, antara lain sebagai berikut:

  • Orang tua perlu membiasakan diri untuk tidak bohong

Ini yang terkadang sering dilupakan oleh orang tua ketika mereka ingin mengajari anak untuk jujur. Logikanya, bagaimana bisa si Kecil bertindak jujur, jika orang-orang yang berada di sekitarnya sering berbohong.

Sebagai contoh, Anda sedang menjemput si Kecil dari Taman Kanak-kanak (TK) dengan mobil. Mobil tersebut sebenarnya ingin segera digunakan oleh suami Anda untuk pergi ke kantor sehingga Anda harus menjemputnya dengan cepat (tanpa mampir-mampir).

Namun, karena Anda ingin membeli beberapa kebutuhan pribadi di minimarket, perjalanan pulang menjadi lama. Saat suami menelpon dan Anda ditanya sudah sampai mana, bukannya jujur, Anda malah mengatakan bahwa si Kecil keluar kelasnya terlambat atau terjebak kemacetan sehingga membuat suami Anda pergi ke kantor dengan kendaraan umum. Ketidakjujuran yang Anda lakukan di depan anak Anda bisa terekam dan ditiru olehnya.

  • Ajari anak untuk mengakui kesalahan dan kekalahan

Selain mengajari anak untuk berkata jujur dan bertindak sebagaimana mestinya. Hal penting lain yang perlu Anda ajarkan kepada anak adalah mengakui kesalahan. Ini mungkin jauh lebih sulit ketimbang berkata jujur. Sebab, mengakui kesalahan plus kekalahan berkaitan dengan harga dirinya. Meski demikian, hal ini sangat mungkin untuk Anda lakukan sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman anak.

  • Gunakan contoh atau media saat mengajarkan kejujuran

Menggunakan contoh atau media mungkin adalah cara yang paling menyenangkan untuk menjelaskan kebohongan dan kejujuran kepada anak. Media yang bisa dijadikan contoh adalah video atau film. Entah itu berasal dari tayangan di televisi ataupun dari Youtube.

Semuanya bisa Anda jadikan bahan pembelajaran dan bisa dijelaskan secara santai. Ketika anak sudah mulai besar dan sudah bisa mengakses internet sendirian, barulah ajarkan dia untuk bisa membedakan mana informasi online yang hoaks dan mana yang fakta, karena ini juga masih berhubungan dengan kejujuran.  

Ketiga cara mudah di atas bisa Anda lakukan saat mengajari anak untuk jujur. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, saat anak ketahuan berbohong, orang  tua sebaiknya jangan langsung terbawa emosi dan memarahinya, Sebab, anak akan cenderung terus berbohong agar tidak dimarahi lagi oleh Anda. Bersikaplah tenang dan katakan baik-baik kepada si Kecil bahwa Anda akan senang dan menghargai apabila ia mau berkata terus terang. Di sisi lain, sebagai orang tua Anda juga perlu memberikan contoh yang nyata agar anak juga mengikuti sikap positif yang Anda tunjukkan.

[RVS]