Pilihan Minyak Aromaterapi untuk Tidur yang Lebih Nyenyak

Oleh Hotnida Novita Sary pada 11 Jun 2019, 15:10 WIB
Minyak aromaterapi memiliki harum yang menenangkan dan bisa menjadi solusi bagi Anda yang sulit tidur. Apa minyak aromaterapi pilihan Anda?
Pilihan Minyak Aromaterapi untuk Tidur yang Lebih Nyenyak (Colors/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Minyak aromaterapi yang biasanya bersumber dari bunga, daun, atau bagian lain tanaman, banyak dipakai di tempat-tempat perawatan kesehatan seperti spa. Minyak esensial yang memiliki aroma menenangkan ini biasanya dicampurkan ke dalam air mandi atau ada juga yang diaplikasikan langsung di tubuh. Minyak aromaterapi juga bisa menjadi solusi bagi Anda yang memiliki masalah sulit tidur.

Para ilmuwan memang belum bisa menjawab pasti mengapa aromaterapi dapat membantu meringankan masalah tidur. Namun, seperti dikutip dari Verywell Health, beberapa ahli menduga menghirup molekul minyak esensial (atau menyerap minyak esensial melalui kulit) dapat mengaktifkan bahan kimia otak yang terlibat dalam mengendalikan tidur.

Penelitian pendahuluan juga pernah menunjukkan bahwa minyak esensial tertentu yang digunakan sebagai aromaterapi dapat membantu meningkatkan relaksasi. Pada akhirnya, hal ini yang mendorong seseorang tidur lebih nyenyak.

Dilansir dari Verywell Health, berikut minyak aromaterapi yang baik untuk Anda yang memiliki gangguan tidur:

  1. Lavender

Minyak esensial yang paling sering digunakan untuk mengatasi masalah tidur adalah lavender (Lavandula angustifolia). Sebuah studi dilakukan tahun 2015 terhadap 159 wanita setelah persalinan. Peneliti menemukan bahwa delapan minggu perawatan dengan aromaterapi lavender membantu meningkatkan kualitas tidur partisipan.

“Lavender dapat menimbulkan efek menenangkan, relaksasi, bahkan dapat mengusir insomnia, sehingga membantu tidur lebih lelap,” ujar dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Disarankan dr. Karin, Anda dapat meneteskan minyak esensial lavender ke dalam diffuser untuk dihirup.

“Selain itu, Anda juga dapat menikmati aromaterapi lavender dengan mengoleskan ke kulit (setelah diencerkan terlebih dahulu dengan minyak carrier seperti minyak zaitun),” dia menambahkan.

Anda juga dapat menyemprotkan cairan yang mengandung aromaterapi lavender ke atas bantal agar dapat tidur lebih lelap. Sebagai variasi, Anda juga dapat menambahkan minyak esensial lavender ke dalam berbagai produk kecantikan, seperti sabun mandi cair, losion, dan sampo.

  1. Kayu cedar

Cedrol, komponen dalam minyak esensial kayu cedar, telah terbukti dalam sebuah studi awal dapat menghasilkan efek menenangkan. Sebuah studi lain melibatkan sekitar 40 orang dewasa tua yang memiliki masalah demensia. Mereka tidur di dekat handuk yang diberi tetesan minyak esensial antara lain minyak pinus, kayu cedar, dan cemara.

Handuk tersebut diletakkan di sekitar bantal peserta setiap malam selama 20 hari. Hasilnya, total waktu tidur mereka lebih lama dibandingkan sebelum menggunakan aromaterapi kayu cedar.

  1. Bergamot

Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam Complementary Therapies in Clinical Practice pada 2016, para peneliti memeriksa penggunaan minyak esensial (termasuk campuran minyak esensial bergamot dan cendana) dalam 65 perangkat aromaterapi pribadi untuk meningkatkan kualitas tidur.

Hasilnya, dari keseluruhan yang menggunakan perangkat, 64 persen melaporkan peningkatan kualitas tidur. Sebanyak 94 persen partisipan juga mengaku lebih mudah tidur setelah menggunakannya. Adapun 92 persen partisipan mengatakan akan terus menggunakannya saat tidur.

Perhatikan efek sampingnya

Meski punya sederet manfaat, minyak aromaterapi juga dapat memiliki efek samping yang harus Anda perhatikan. Dijelaskan dr. Melyarna Putri  dari KlikDokter, penggunaan aromaterapi perlu diwaspadai pada seseorang dengan epilepsi, asma, gangguan saluran napas, dan bagian kulit yang sedang luka.

“Aromaterapi juga bisa menimbulkan efek samping berupa iritasi pada kulit dan dermatitis kontak,” jelas dr. Mely.Efek samping tersebut, menurut dia, bisa terjadi pada banyak zat aromaterapi, termasuk lavender, mawarsandalwood, dan pine.

“Tak sekadar itu, aromaterapi juga bisa mengakibatkan efek samping yang lebih berat. Misalnya, dapat menyebabkan penumpukan cairan di rongga paru atau pulmonari edema, diare, sesak napas, mual, muntah kerusakan ginjal, kejang, koma, hingga kematian,” tutur dr. Mely.

Anda yang memiliki masalah gangguan tidur atau sekadar ingin tidur lebih nyenyak, tiga jenis aromaterapi di atas dapat membantu. Namun begitu, Anda tetap harus memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Jika memiliki alergi tertentu, iritasi kulit, gangguan pernapasan, dan epilepsi, berkonsultasilah lebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan minyak aromaterapi.

[RVS]