Mengejan Terlalu Kuat Saat BAB, Ini 5 Akibatnya!

Oleh Ayu Maharani pada 11 Jun 2019, 15:50 WIB
Feses yang susah keluar saat BAB pasti bikin Anda mengejan terlalukuat. Jangan dilakukan terlalu sering karena ada bahayanya.
Mengejan Terlalu Kuat Saat BAB, Ini 5 Akibatnya! (PrinceOfLove/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Konstipasi, sembelit, alias susah buang air besar (BAB) memang bikin kesal. Pasalnya, selain bikin perut bawah terlihat lebih besar, tubuh juga terasa sedikit terganggu. Perut terasa penuh dan anus terasa seperti ada yang menyumbat. Bahkan, Anda pun harus mengejan atau ngeden dengan ekstra kuat agar feses yang keras bisa segera keluar.

Sayangnya, terus-menerus mengejan terlalu kuat bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama kondisi organ bawah Anda. Beberapa akibat yang bisa ditimbulkan bila Anda keseringan mengejan terlalu keras saat BAB, antara lain:

  1. Wasir atau ambeien

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di daerah sekitar anus yang secara bertahap dapat menonjol keluar. Selain dapat disebabkan oleh mengejan terlalu kuat, kondisi ini pun bisa dipicu oleh diare yang tak kunjung sembuh, kehamilan, hingga kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Menurut dr. Jessica Florencia dari KlikDokter, rasa tidak nyaman dan nyeri umumnya muncul saat penderita wasir duduk atau BAB.

“Dan jika sudah parah, kondisi ini sangat sulit untuk disembuhkan dan wajib ditangani dengan tindakan operasi,” jelasnya.

  1. Hernia atau turun berok

    Kondisi ini dapat terjadi saat otot di selangkangan melemah. Sehingga, usus pun dapat menonjol di pangkal paha. Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, hernia terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

    • Hernia inguinalis (di selangkangan dalam)
    • Hernia insisional (terjadi akibat sayatan operasi)
    • Hernia femoralis (di selangkangan luar)
    • Hernia umbilikalis (pada pusar)
    • Hernia hiatus (pada lambung bagian atas)

    Pada prinsipnya, semua jenis hernia bisa terjadi pada pria maupun wanita. Semua hernia terjadi akibat kombinasi tekanan serta adanya lubang atau titik lemah dari otot.

    “Tekanan, termasuk tekanan akibat konstipasi, akan menyebabkan dorongan pada organ atau jaringan melalui titik lemah atau sebuah lubang,” tutur dr. Fiona.

  1. Rektum atau usus besar turun

Ujung dari usus besar dekat anus disebut rektum. Jika tekanan di perut meningkat akibat Anda mengejan terlalu kuat, rectum bisa turun ke anus. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut prolaps rektum.

Bila kondisinya tidak parah, prolaps rectum bisa dirawat secara rumahan tanpa tindakan operasi. Namun, kondisi ini bisa menyebabkan ketidakmampuan dalam mengontrol buang air besar hingga luka atau borok di sekitar dubur.

  1. Rahim turun

Biasanya, kondisi rahim turun disebabkan oleh proses melahirkan secara normal yang sulit dan dilakukan berulang kali. Tapi, selain itu, rahim yang turun juga bisa dipicu oleh melemahnya otot panggul, usia, kelebihan berat badan, sering mengangkat beban berat, hingga adanya peningkatan tekanan dalam perut akibat susah buang air besar.

Jadi, hati-hati bila Anda ingin ngeden terlalu kuat. Pasalnya, bukan Cuma usus saja yang bisa turun, melainkan rahim juga.

  1. Sesak napas dan nyeri dada

Berdasarkan penjelasan dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, mengejan terlalu kuat sangat berbahaya bagi mereka yang sedari awal memiliki penyakit jantung, seperti gagal jantung atau jantung koroner.

“Pada dasarnya, mereka yang memiliki penyakit jantung itu tidak boleh kelelahan. Nah, ketika mengejan terlalu kuat, itu bisa membuat mereka kelelahan dengan gejala sesak napas dan nyeri dada. Kalau dibiarkan, itu bisa berbahaya,” tutur dr. Alvin.

“Agar penderita penyakit jantung tidak perlu mengejan terlalu kuat, maka mereka wajib mengonsumsi makanan berserat lebih banyak, seperti sayur, buah, dan biji-bijian (oatmeal),” lanjutnya.

Itu dia 5 kondisi yang bisa ditimbulkan bila Anda sering mengejan terlalu kuat. Untuk mencegah kondisi tersebut, Anda harus mengatasi masalah susah BAB terlebih dulu. Bila nantinya BAB sudah lancar, Anda tidak perlu mengejan dengan susah payah, bukan? Akan tetapi, bila salah satu kondisi di atas sudah terjadi dan telanjur parah, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat.

(NB/ RVS)