Tren Bulu Mata Keriting, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Bulu Mata?

Oleh Ayu Maharani pada 11 Jun 2019, 16:20 WIB
Ada-ada saja kelakuan beauty enthusiast zaman sekarang. Belum cukup dengan bulu mata lentik, tren bulu mata keriting kini tengah melanda!
Tren Bulu Mata Keriting, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Bulu Mata? (Foto: elitereaders.com)

Klikdokter.com, Jakarta Hampir setiap wanita menginginkan bulu mata yang lebat, panjang, dan lentik. Hal itu dibuktikan dari tingginya penggunaan maskara, bulu mata palsu, ataupun ekstensi bulu mata. Namun, hal yang cukup bikin dahi berkerut adalah tren bulu mata keriting.

Bulu mata keriting di sini bukanlah bulu mata yang kelewat lentik, tapi bulu mata yang benar-benar keriting layaknya rambut orang Papua.

Tren bulu mata keriting bermula

Dilansir dari Elite Readers, tren bulu mata keriting bermula dari seorang wanita bernama Sofie Petersen. Dalam akun Instagram pribadinya, wanita berambut pirang tersebut memang kerap melakukan gebrakan baru terhadap make-up mata, mulai dari kelopak hingga bulu mata.

Setelah Sofie membagikan foto bulu mata keritingnya itu, tak disangka gambar tersebut cepat menyebar dan menjadi perhatian warganet. Bahkan, tak sedikit juga orang yang akhirnya ikut-ikutan mencobanya.

Bagi yang masih asing dengan riasan bulu mata, mungkin Anda akan bertanya-tanya, apakah yang dikeriting itu bulu mata sungguhan atau sekadar bulu mata palsu alias extension. Jawabannya adalah proses mengeriting bulu mata bisa dilakukan terhadap keduanya, baik asli maupun palsu. Caranya pun hampir sama dengan proses mengeriting rambut pada umumnya.

Bulu mata dilapisi dulu dengan gel pengeriting, lalu dibiarkan selama 5 menit. Alat yang akan ditempelkan pada bulu mata (sudah ditempelkan lapisan adesif terlebih dulu) dipanaskan. Setelah dipanaskan, alat ditempelkan pada bulu mata bagian atas yang akan dikeriting.

Setelah menjadi keriting, bulu mata diberikan cairan untuk menutrisi sekaligus melembapkan. Proses pengeritingan ini kira-kira memakan waktu kurang lebih 45 menit. Tampilan bulu mata nyentrik ini akan sanggup bertahan hingga 3 bulan lebih.

Amankah pakai bulu mata keriting?

Sayangnya, meski tidak melalui teknik rumit yang sepertinya akan membahayakan mata, nyatanya Food and Drug Administration (FDA) belum memberikan persetujuan terhadap penggunaan gel pengeriting bulu mata. Itu artinya, bisa saja bahan kimia yang digunakan untuk mengeriting bulu mata tidak aman dan berisiko menimbulkan iritasi. Ingat, kulit di sekitar mata adalah kulit yang sangat sensitif dan rentan luka.

Solusi sementara untuk mencegah iritasi saat melakukan pengeritingan bulu mata adalah dengan memanfaatkan penggunaan bulu mata palsu atau dengan mendapatkan treatment extension bulu mata terlebih dulu. Kendati demikian, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, menggunakan bulu mata palsu pun ada risiko yang mesti diwaspadai.

Risiko yang paling sering terjadi saat menggunakan bulu mata palsu adalah infeksi kelopak mata atau blefaritis. Hal ini sangat rentan terjadi bila pemasangan bulu mata tidak dilakukan secara higienis.

“Gejala infeksi yang muncul dapat berupa kemerahan dan bengkak pada kelopak mata, mata merah, dan timbul kotoran mata berwarna kekuningan,” ujar dr. Resthie. Bahkan, bila mata Anda sensitif, lem bulu mata dapat memberikan sensasi seperti tertusuk-tusuk!

Tren kecantikan sebenarnya mirip dengan teknologi, yakni tidak akan pernah ada habisnya, termasuk soal tren bulu mata keriting. Jangan hanya ikut-ikutan, perhatikan juga risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan. Bila memang berisiko dan Anda memiliki kulit sensitif, sebaiknya buang jauh-jauh keinginan untuk memakainya. Lagipula, dengan maskara saja, mata Anda sudah bisa terlihat cantik.

[HNS/ RVS]