Awas, Kekurangan Hormon Oksitosin Sebabkan Orang Kurang Empati

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 12 Jun 2019, 09:30 WIB
Ternyata, rasa kurang empati dapat disebabkan oleh kekurangan hormon oksitosin. Simak pembahasannya di sini.
Awas, Kekurangan Hormon Oksitosin Sebabkan Orang Kurang Empati (Antonio Guillem/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menurut sebuah studi terbaru, hormon oksitosin yang bertanggung jawab atas ikatan romantis serta ikatan dengan orang tua, ternyata juga dapat memengaruhi munculnya rasa empati. Empati sendiri merupakan sebuah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Oksitosin sendiri merupakan hormon yang dihasilkan bagian hipotalamus pada otak, yang mengontrol banyak fungsi tubuh termasuk nafsu makan, rasa haus, tidur, perasaan hati, serta libido. Oksitosin dikeluarkan dan disimpan pada kelenjar hipofisis yang mengatur metabolisme, pertumbuhan tubuh, kematangan seksual, serta reproduksi.

Hormon yang sering dijuluki sebagai hormon cinta

Oksitosin sering kali dijuluki sebagai hormon cinta karena biasanya dikeluarkan saat Anda membentuk hubungan dengan pasangan, anak, bahkan peliharaan. Hormon ini juga dikeluarkan saat melakukan hubungan seksual dan melahirkan, juga saat menatap mata dan memeluk seseorang yang Anda sayangi.

Selain itu, oksitosin juga dapat mengatur perilaku sosial karena bisa meningkatkan rasa kepercayaan, pengaturan perilaku moral, serta menurunkan kadar stres dan keagresifan seseorang. Kadar oksitosin yang rendah akan memengaruhi bagaimana Anda merespons sesuatu yang membutuhkan empati.

Tak hanya memperbaiki empati kognitif, meningkatkan oksitosin juga dapat membantu pasien dengan gangguan spektrum autisme dalam beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Dalam sebuah studi, setelah 13 relawan dengan autisme menghirup oksitosin, tercermin interaksi yang lebih kuat dengan sesama secara sosial, juga meningkatnya rasa kepercayaan mereka.

Studi lain juga menemukan bahwa oksitosin dapat meningkatkan empati emosional dan pembelajaran secara sosial pada pria dewasa yang sehat, dalam artian membantu mengingat berbagai hal pada lingkungan sosial yang positif, serta melupakan apa yang terjadi dalam pembelajaran yang sangat menegangkan.

Bagaimana cara meningkatkan oksitosin secara alami?

Terdapat berbagai cara yang mudah dan dapat dilakukan sehari-hari untuk merasakan bahagia, dan juga meningkatkan rasa empati yang berhubungan dengan interaksi sesama individu lainnya. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda coba:

  • Beri tahu seseorang bahwa Anda peduli padanya.
  • Berikan pelukan, atau dapatkanlah sesi pijat untuk diri sendiri.
  • Berhubungan seksual dengan yang Anda cintai. Pria cenderung akan bisa mendapatkan oksitosin dari terjadinya orgasme lewat hubungan seksual dengan yang orang disayanginya.
  • Membayangkan kontak fisik dengan yang Anda sayangi.
  • Mendengarkan secara aktif ketika berbicara dengan orang lain.
  • Memberikan pujian dan dorongan terhadap orang lain.
  • Makan bersama orang lain.
  • Memeluk hewan peliharaan kesayangan.
  • Berbagi pengalaman yang melibatkan adrenalin tinggi dengan seseorang. Contoh aktivitas yang dapat dilakukan adalah naik roller coaster atau terjun payung bersama. Dengan mengalami sesuatu yang menggembirakan bersama, Anda akan lebih cepat membentuk ikatan akibat aliran okistosin yang dikeluarkan otak setelah melakukan aktivitas yang dirasa berbahaya.
  • Mendengarkan musik yang menenangkan atau menonton komedi.
  • Menjadi donor atau sukarelawan.

Tak hanya untuk mereka yang sedang mabuk asmara, banyak perilaku manusia dipengaruhi oleh oksitosin yang mampu mempererat hubungan dan memupuk rasa empati. Dengan kiat di atas, maka Anda tidak akan kekurangan hormon oksitosin yang dapat membantu Anda memiliki hubungan yang lebih sehat dengan sesama.

[MS/ RVS]