Berat Badan Naik karena Tidur dengan Lampu Menyala, Benarkah?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 13 Jun 2019, 14:40 WIB
Berat badan naik disebabkan oleh banyak faktor. Tapi, benarkah tidur dengan lampu menyala menjadi salah satu penyebabnya?
Berat Badan Naik karena Tidur dengan Lampu Menyala, Benarkah? (Inga-Dudkina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda terbiasa tidur dengan lampu menyala atau mati? Jika dengan lampu menyala, lebih baik hentikan kebiasaan itu mulai sekarang. Pasalnya, tidur dengan lampu menyala justru bisa bikin berat badan naik. Kok bisa?

Temuan ini baru dipublikasikan di JAMA Internal Medicine. Menurut studi tersebut, lampu menyala dan kenaikan berat badan ternyata cukup berkaitan. Sebelumnya, memang ada penelitian yang menyebut bahwa tidur dengan lampu menyala membuat badan gemuk.

"Mematikan lampu saat tidur mungkin merupakan aktivitas yang berguna untuk mengurangi kemungkinan kenaikan berat badan atau menjadi obesitas," kata penulis utama penelitian ini, Dr. Yong-Moon Mark Park, peneliti dari U.S. National Institute of Environmental Health Sciences, Amerika Serikat.

Menurut Dr. Park, paparan cahaya saat tidur dapat menekan hormon tidur melatonin dan mengganggu siklus "tidur-bangun" alami. Hal ini juga dapat mengganggu variasi hormon stres sehari-hari dan memengaruhi proses metabolisme lainnya sehingga berkontribusi pada penambahan berat badan.

"Selain itu, menyalakan lampu juga bisa menyebabkan Anda kurang tidur. Tidur yang lebih singkat dapat mendorong Anda untuk berolahraga lebih sedikit dan makan lebih banyak," katanya.

Penelitian yang dilakukan

Untuk penelitian ini, Dr. Park dan rekan peneliti lainnya mengandalkan data yang dilaporkan sendiri oleh sekitar 44.000 wanita, berusia 35-74 tahun. Para responden ini bukan pekerja shift, tidur siang hari, atau sedang hamil saat penelitian dimulai.

Hasilnya, wanita yang tidur dengan lampu menyala 17 persen lebih mungkin untuk mendapatkan tambahan berat badan sekitar 4,9 kg atau lebih selama 5 tahun. Tidak hanya itu, peneliti menemukan, tingkat cahaya saat tidur cukup memengaruhi.

"Misalnya, menggunakan lampu malam kecil tidak dikaitkan dengan penambahan berat badan, sedangkan wanita yang tidur dengan lampu atau televisi menyala lebih berisiko," kata dia.

Temuan itu tidak berubah ketika para peneliti memperhitungkan diet wanita dan aktivitas fisik, yang menunjukkan bahwa cahaya saat tidur mungkin penting dalam penambahan berat badan dan obesitas.

Pentingnya mematikan lampu saat tidur

Seperti dijelaskan sebelumnya, tidur dengan lampu mati akan membantu mengeluarkan hormon melatonin. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, pengeluaran hormon melatonin sangat dipengaruhi oleh cahaya.

“Cahaya terang dapat menghambat pengeluaran hormon melatonin. Padahal, hormon melatonin ini sangat bermanfaat bagi tubuh jika dapat dikeluarkan secara normal,” kata dia.

Melatonin bermanfaat membuat tidur Anda lebih nyenyak dan berkualitas. Selain itu, produksi hormon melatonin bisa mencegah terjadinya insomnia.

Satu hal lagi yang penting, hormon melatonin ternyata memiliki efek antioksidan dan antiperadangan bagi tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan, hormon melatonin mampu mencegah penyakit jantung, kanker payudara pada wanita, dan kanker prostat pada pria. Selain itu, hormon ini juga memiliki pengaruh terhadap kesuburan dan siklus menstruasi wanita.

"Kelebihan dan kekurangan hormon melatonin dapat menyebabkan terjadinya beberapa gangguan di tubuh. Salah satu faktor yang dapat mengganggu proses pelepasan hormon melatonin adalah cahaya, seperti cahaya lampu," kata dr. Reza.

Tidur dengan lampu menyala kurang baik bagi tubuh karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Akan jauh lebih baik jika Anda tidur dengan lampu padam. Namun, bila tak terbiasa, Anda bisa memulainya dengan lampu tidur. Buatlah suasana remang-remang atau teduh di kamar. Dengan begini, hormon melatonin akan dikeluarkan dan Anda pun tidur lebih nyenyak.

[HNS/ RVS]