Kanker Usus Bisa Dicegah dengan Konsumsi Produk Probiotik?

Oleh dr. Andika Widyatama pada 13 Jun 2019, 17:35 WIB
Benarkah kanker usus bisa dicegah dengan konsumsi produk probiotik? Simak penjelasannya berikut ini.
Kanker Usus Bisa Dicegah dengan Konsumsi Produk Probiotik? (Pixelbliss/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 12 Juni 2019, pukul 05.25 WIB, setelah dirawat selama 2 minggu di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Sebelum meninggal mendiang George Toisutta sempat mengidap penyakit kanker usus.

Berbicara tentang kanker usus yang dideritanya, ada yang menyebut jika penyakit tersebut bisa dicegah dengan konsumsi probiotik. Benarkah?

Usus sendiri merupakan bagian dari saluran pencernaan yang terbagi menjadi usus halus dan usus besar. Keduanya juga memiliki fungsi yang berbeda. Usus halus berfungsi untuk menyerap nutrisi asupan yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan usus besar, berfungsi sebagai tempat penampungan akhir kotoran (feses) sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui saluran keluar (anus). Kedua bagian ini pun dapat terserang kanker usus.

Faktor risiko dan gejala kanker usus

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker usus. Untuk kanker usus halus, faktor risikonya di antaranya adalah:

  • Usia di atas 60 tahun
  • Riwayat genetik
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Paparan terhadap zat kimia dalam jumlah banyak dan terus menerus, misalnya pestisida.

Sementara itu, untuk kejadian kanker usus besar dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang sedikit berbeda dengan kanker usus halus, yaitu ditambah dengan:

  • Obesitas
  • Memiliki riwayat penyakit radang usus
  • Menderita diabetes tipe 2

Selain itu, kanker usus besar juga tidak dipengaruhi oleh faktor paparan zat kimia seperti yang terjadi pada kanker usus halus.

Gejala kanker usus halus dan kanker usus besar juga sedikit berbeda. Kanker usus halus dapat memiliki gejala seperti:

  • Benjolan di perut
  • Buang air besar berdarah
  • Nyeri perut bagian tengah
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas.

Sedangkan pada kanker usus besar, gejala-gejala yang timbul adalah:

  • Perubahan tekstur feses menjadi lebih padat atau encer
  • Perut kembung
  • Nyeri perut
  • Buang air besar berdarah
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Anemia.

Probiotik dapat cegah kanker usus?

Saluran pencernaan menjadi tempat tinggal miliaran mikroorganisme (mikrobiota) yang memiliki hubungan simbiosis dengan tubuh manusia. Mikrobiota tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan usus, meliputi aspek sistem kekebalan, metabolisme, penyerapan nutrisi, produksi asam lemak dan vitamin esensial, hingga melawan mikroorganisme patogen.

Ketidakseimbangan mikrobiota akan berkontribusi dalam terjadinya beberapa masalah kesehatan seperti obesitas, asma, penyakit radang usus, dan kanker.

Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa konsumsi probiotik secara teratur dapat meningkatkan jumlah dan kualitas mikrobiota di dalam usus. Di mana, kondisi tersebut dapat mengurangi reaksi peradangan (inflamasi) kronis dan mengurangi produksi senyawa karsinogenik ketika terjadi ketidakseimbangan mikrobiota di dalam usus.

Konsumsi probiotik juga dipercaya memiliki efek protektif dalam melawan perkembangan kanker usus. Bahkan, sebuah hasil penelitian juga menyatakan bahwa probiotik dapat mencegah dan menghambat proses karsiogenesis dalam usus.

Probiotik juga terbukti berkontribusi mencegah timbulnya gejala dan komplikasi pada pasien yang menjalani operasi kanker usus besar dan mendapat pengobatan kanker usus.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa konsumsi probiotik dapat turut berperan dalam upaya pencegahan kanker usus. Namun, perlu diingat bahwa proses terjadinya kanker usus dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang telah disebutkan di atas.

Maka sangat penting bagi Anda untuk menghindari faktor-faktor tersebut sebagai upaya pencegahan maksimal yang dapat dilakukan untuk penyakit kanker usus dan tak hanya mengandalkan konsumsi probiotik. Kanker usus seperti yang dialami mantan KSAD George Toisutta dapat dialami oleh siapa pun. Oleh karenanya lakukanlah upaya pencegahan sedini mungkin.

[MS/ RVS]