Bolehkah Wanita Menjalani Akupunktur Saat Hamil?

Oleh dr. Andika Widyatama pada 14 Jun 2019, 14:20 WIB
Akupunktur terbukti dapat membawa segudang manfaat sehat. Namun bolehkah wanita menjalani akupunktur saat hamil?
Bolehkah Wanita Menjalani Akupunktur Saat Hamil? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Akupuntur merupakan salah satu terapi tradisional yang sudah berusia ribuan tahun dan terbukti mampu memberikan manfaat bagi kesehatan jika dilakukan secara tepat. Terapi ini pada dasarnya bisa dijalani oleh siapa saja baik pria maupun wanita. Meski demikian, bolehkah seorang wanita menjalani akupunktur saat hamil?

Tidak dimungkiri, selama masa kehamilan, ibu hamil sering mengeluhkan berbagai keluhan yang keadaan kurang nyaman. Mulai dari mual, mulas, sakit punggung, kaki bengkak dan lainnya.

Untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut, sebagian ibu hamil mencari pengobatan alternatif atau tradisional lantaran khawatir akan penggunaan obat-obatan konvensional selama masa kehamilan. Di antara banyaknya terapi tradisional, akupuntur sering dipilih karena dipercaya aman dan ampuh dalam mengatasi segala keluhan tersebut.

Bahkan, dalam survei pada 575 wanita yang melakukan terapi akupuntur di Tiongkok, sebanyak 17,4% di antaranya adalah ibu hamil. Lantas, apakah itu menjadikan terapi akupunktur sebagai pilihan yang aman untuk dilakukan saat hamil?

Akupunktur saat hamil

Akupuntur adalah suatu metode pengobatan tradisional asal Cina yang sudah dilakukan sejak ribuan tahun. Terapi ini dilakukan dengan menusukkan beberapa jarum di sepanjang jalur meridian tubuh.

Setelah ditusuk di beberapa titik, jarum kemudian distimulasi secara elektrik dengan memutarnya. Sebagai akibatnya, saraf-saraf akan terstimulasi atau menjadi aktif, yang kemudian memicu pelepasan beberapa bahan kimia di otak seperti endorphin. Alhasil, rasa nyeri akan mereda dan sejumlah keluhan bisa hilang.

Nah, apabila diterapkan pada ibu hamil, beberapa teori menyebut bahwa akupunktur mampu melancarkan aliran darah dan memberikan manfaat sehat lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat yang dimaksud, di antaranya:

  • Mengurangi morning sickness atau mual di pagi hari
  • Meredakan nyeri punggung bagian bawah
  • Meredakan mulas
  • Mengatasi kelelahan
  • Mengurangi kecemasan
  • Menghentikan perdarahan atau spotting di awal kehamilan
  • Mengatasi depresi saat hamil dan setelahnya
  • Mengurangi migrain dan bentuk sakit kepala lainnya
  • Mengurangi varises
  • Mengatasi sembelit
  • Meningkatkan kualitas tidur.

Selain manfaat tersebut, akupuntur pada ibu hamil juga disebut mampu menginduksi atau merangsang persalinan. Namun, hal ini hanya dilakukan pada kehamilan yang sudah melewati tanggal kelahiran seharusnya.

Efek samping akupunktur saat hamil

Akupuntur secara umum memiliki risiko atau efek samping yang sangat rendah, terutama jika dilakukan dengan benar oleh tenaga professional yang sudah terlatih dan berpengalaman.

Kendati begitu, efek samping ringan bisa saja terjadi. Beberapa efek sampung ringan yang mungkin muncul misalnya rasa sakit, kemerahan, infeksi pada tempat penusukkan jarum dan cedera akibat jarum yang ditusukkan terlalu dalam.

Bagaimana dengan efek akupunktur pada ibu hamil? Pada beberapa kasus akupuntur yang dilakukan sebelum kehamilan matang dan berusia antara 37–42 minggu (aterm), ada beberapa titik akupuntur yang dapat menyebabkan kontraksi.

Oleh karena itu, guna menghindari segala hal kemungkinan buruk,  sebaiknya berpikir dua kali sebelum menjalani akupunktur saat hamil. Jika memang sangat ingin dan benar-benar hanya mengincar manfaat tanpa adanya efek samping merugikan, lakukanlah terapi tersebut hanya di klinik yang memiliki tenaga profesional terlatih dan bersertifikat. Dan yang terpenting konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mendapatkan terapi akupuntur, agar benar-benar aman dan bermanfaat untuk Anda.

(NB/ RVS)