Sakit Kepala Setelah Menangis, Apa Sebabnya?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 15 Jun 2019, 09:00 WIB
Setelah menangis, seseorang umumnya akan merasa sakit kepala. Apakah alasan di balik terjadinya kondisi sakit kepala setelah menangis ini?
Sakit Kepala Setelah Menangis, Apa Sebabnya? (Pressmaster/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menangis adalah respons alami tubuh terhadap perasaan atau emosi tertentu yang melelahkan mental dan fisik. Terkadang, saat kondisi menangis sangat intens, seseorang dapat mengalami hidung berair, mata merah, pembengkakan dan di sekitar mata maupun. Bahkan bagi sebagian orang, juga bisa memicu sakit kepala setelah menangis.

Para pakar mencoba memahami hubungan antara menangis dan sakit kepala. Pasalnya, kedua hal tersebut berkaitan dengan respons tubuh akibat adanya perubahan emosional yang timbul.

Menurut teori yang ada, menangis dapat memicu timbulnya stres yang membuat tubuh melepaskan hormon kortisol. Senyawa tersebut menstimulasi zat kimia yang mengantarkan sinyal atau pesan ke otak (neurotransmitter) dan menimbulkan reaksi fisik seperti menangis, sakit kepala, dan hidung berair. Saat kondisi-kondisi ini terjadi, sakit kepala adalah salah satu kondisi yang bisa ikut terpicu.

Sakit kepala setelah menangis

Menangis dapat memicu tiga jenis sakit kepala, yakni sakit kepala tipe tension, sakit kepala sinus, dan sakit kepala sebelah alias migrain.

  • Sakit kepala tipe tension

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling sering terjadi setelah menangis. Pasalnya, menangis itu sendiri dapat membuat otot yang terdapat di kepala lebih kencang, sehingga memicu rasa nyeri dan ketidaknyamanan di leher maupun punggung.

  • Sakit kepala sinus

Saat menangis, air mata akan dikeluarkan. Produksi air mata saat menangis ternyata juga dapat masuk ke dalam rongga sinus. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang mengalami keluhan pilek pada saat menangis, yaitu karena sebagian air mata masuk ke dalam rongga hidung.

Penumpukan air mata dan lendir dapat menyebabkan tekanan, yang kemudian mengakibatkan terjadinya sakit kepala sinus. Sebagai tambahan, keluhan lain yang dapat timbul adalah hidung tersumbat, rasa nyeri di sekitar hidung, rahang, dahi dan pipi, nyeri tenggorok, batuk, serta keluarnya lendir dari hidung.

  • Sakit kepala sebelah atau migrain

Stres yang “dikeluarkan” oleh tubuh pada saat menangis juga dapat memicu timbulnya sakit kepala sebelah atau migrain, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan untuk mengalami keluhan tersebut.

Sakit kepala sebelah atau migrain yang terjadi setelah menangis umumnya sangat hebat dan mengganggu. Pasalnya, orang yang mengalami kondisi ini biasanya juga akan merasakan keluhan mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya maupun suara.

Solusi sakit kepala setelah menangis

Beberapa cara yang bisa Anda coba untuk meredakan sakit kepala setelah menangis, di antaranya:

  • Berbaring di ruangan yang tenang dan gelap dengan mata tertutup
  • Menggunakan heat pack atau cold pack pada bagian leher, mata, atau dahi
  • Memijat bagian leher atau punggung untuk membantu meredakan tekanan otot.

Apabila kondisi sakit kepala setelah menangis tak kunjung reda atau cenderung menetap, sebaiknya segera konsultasikan hal ini dengan dokter. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi yang Anda alami lebih lanjut guna menentukan penyebab serta penanganan yang paling tepat.

(NB/ RVS)