Kenali Tanda-tanda Anak Anda Butuh Terapi Wicara

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 15 Jun 2019, 11:00 WIB
Anak Anda menunjukkan tanda gagap, sulit bicara, dan tidak memahami Anda? Mungkin si Kecil membutuhkan terapi wicara.
Kenali Tanda-tanda Anak Anda Butuh Terapi Wicara (VGstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan bicara dan bahasa bukanlah suatu hal yang jarang ditemukan pada anak. Hal ini meliputi gangguan berbicara dan menggunakan kata, serta memahami bahasa, suara, membaca, menulis, dan mendengar. Jika si Kecil mengalaminya, apakah artinya ia membutuhkan terapi wicara? Simak penjelasannya berikut ini.

Gangguan tersebut dapat muncul sejak lahir maupun didapatkan di kemudian hari. Sebagian besar orang tua akan bisa merasakan jika si Kecil mengalami gangguan bicara maupun bahasa. Salah satu tandanya adalah tertinggal dibandingkan teman sebaya dalam kemampuan berkomunikasi maupun memahami perintah.

Pada saat itulah mungkin dibutuhkan bantuan dari para terapis wicara yang dapat menilai dan menangani kesulitan Si Kecil dalam pengucapan, bahasa (memahami dan mengunakan kata-kata dalam kalimat), kegagapan, membaca dan menulis, kemampuan bersosialisasi, mendengar, bersuara, serta menelan.

Tanda-tanda si Kecil membutuhkan terapi wicara

Terdapat beberapa tanda yang dapat Anda perhatikan, apakah si Kecil membutuhkan terapi wicara, yaitu:

  • Anda atau orang lain sulit memahami si Kecil
  • Orang lain mengira usia si Kecil lebih muda dari seharusnya karena caranya berbicara
  • Anak anda di-bully atau menunjukkan kesulitan karena caranya berbicara
  • Si Kecil menggunakan kata-kata lebih sedikit dibandingkan anak seusianya
  • Si Kecil terdengar gagap saat berbicara
  • Interaksi atau cara bermain si Kecil terlihat tidak biasa
  • Si Kecil mengalami kesulitan dalam membaca atau menulis
  • Adanya gangguan mendasar yang dapat memengaruhi bicara maupun bahasa si Kecil seperti penurunan pendengaran, gangguan pemrosesan pendengaran, gangguan spektrum autisme, maupun hambatan perkembangan.

Pada anak usia dini, tanda-tanda di atas akan lebih sulit dinilai. Hal tersebut karena setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda.

Untuk sebagian anak, dari mengoceh hingga dapat mengucap kata dengan benar dan membentuk kalimat yang tepat merupakan proses menantang dan membutuhkan waktu. Pada usia 3 tahun, sebagian besar orang seharusnya sudah dapat mengerti apa yang dikatakan si Kecil, begitu pula sebaliknya.

Bagi yang membutuhkan, terapi wicara merupakan salah satu hal yang akan sangat berguna bagi si Kecil, terutama agar ia dapat berkomunikasi dengan baik saat sekolah. Pengaruhnya terhadap performa akademis dan kehidupan sosialnya akan sangat besar. Walaupun hanya terdapat gangguan yang ringan, tentu bisa membuat anak terisolir secara sosial.

Ketika beranjak dewasa, hal tersebut pun akan berpengaruh pada kemampuannya untuk bekerja dalam bidang tertentu. Misalnya, jika ia ingin menjadi pengontrol lalu lintas udara, tentu kesalahan dalam berbicara akan membuat perbedaan antara mencapai tujuannya atau gagal.

Cara cegah dan kurangi kemungkinan si Kecil alami gangguan bicara

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua untuk mencegah serta mengurangi kemungkinan si Kecil mengalami gangguan bicara maupun bahasa?

Keterlibatan orang tua tentu merupakan salah satu hal penting dalam membantu anak berkembang dalam berkomunikasi. Berikut adalah beberapa cara untuk mendorong perkembangan bicara si Kecil di rumah:

  • Luangkan banyak waktu berkomunikasi dengan si Kecil

Bahkan sejak masih bayi, berbicaralah kepadanya, bernyanyi, juga doronglah agar si Kecil meniru suara dan gerakan Anda.

  • Bacakan cerita untuk si Kecil

Hal ini juga dimulai sejak bayi. Cari bacaan yang sesuai umur si Kecil, yang bisa mendorongnya untuk melihat dan menyentuh banyak gambar ketika Anda menamakan objek yang dapat dilihatnya.

Jika sudah lebih besar, si Kecil dapat mencoba menamakan objek tersebut sendiri. Dengan melakukannya berulang kali, si Kecil bahkan dapat mengingat cerita-cerita favoritnya.

  • Manfaatkan situasi sehari-hari

Berbicaralah sepanjang hari dengannya untuk mendorong kemampuan bicara dan bahasa si Kecil. Sebagai contoh, menamakan makanan dan benda yang dilihat saat berbelanja bersama, melihat objek yang ada di perjalanan pulang, dan tanyakan responsnya.

Lakukan hal tersebut dengan sederhana. Namun, hindari meniru suara anak yang belum sempurna pengucapannya (baby talk).

Stimulasi dari orang tua serta keluarga dekat di rumah merupakan kunci dari keberhasilan tumbuh kembang si Kecil secara keseluruhan. Meskipun masih kecil dan dirasa belum mengerti, si Kecil membutuhkan rangsangan agar dapat mencoba berbicara.

Dengan terapi wicara sejak dini, Anda dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta kepercayaan diri si Kecil dengan baik. Konsultasikan kepada dokter spesialis fisik dan rehabilitasi jika Anda memiliki keluarga maupun kerabat yang memiliki tanda-tanda yang kiranya membutuhkan terapi wicara.

[MS/ RVS]