Dampak Lingkungan Kerja yang Beracun bagi Kesehatan Mental

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 17 Jun 2019, 10:30 WIB
Anda sudah tidak kerasan di tempat kerja Anda? Hati-hati, mungkin lingkungan kerja Anda beracun bagi kesehatan mental.
Dampak Lingkungan Kerja yang Beracun bagi Kesehatan Mental (Antonio Guillem/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tentunya semua pekerjaan memiliki tingkat stres sendiri-sendiri, baik itu tinggi maupun rendah, sering atau jarang. Namun, jangan sepelekan apabila semakin hari Anda semakin merasa lelah, stres, tertekan, depresi, dan tidak bersemangat lagi dengan pekerjaan Anda. Jangan-jangan lingkungan kerja Anda toxic atau beracun bagi kesehatan mental.

Pada dasarnya, ada tiga alasan utama seseorang memilih suatu pekerjaan. Pertama, lingkup pekerjaan sesuai dengan keilmuan atau passion yang dimiliki. Kedua, pekerjaan itu memberikan gaji yang memuaskan. Ketiga, lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal atau jauh dari kemacetan.

Anda umumnya akan merasa nyaman bila sudah punya pekerjaan yang memenuhi minimal dua kriteria di atas. Namun, orang yang bekerja di lingkungan toxic tidak akan merasakan nyaman dengan pekerjaannya, bahkan cenderung semakin buruk.

Jangankan bekerja, melangkahkan kaki keluar rumah untuk menuju ke kantor setiap hari bisa terasa berat dan malas. Jika mengalami hal tersebut, mungkin kesehatan mental Anda sudah mulai terganggu oleh lingkungan kerja yang kurang baik.

Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental tidak kalah pentingnya bagi tubuh. Bahkan, kesehatan mental yang terganggu dapat pula menyebabkan gangguan kesehatan fisik. Contoh sederhananya, seseorang yang sedang stres dapat mengalami sakit kepala atau sakit mag.

Kenali lingkungan kerja yang toxic

Lingkungan kerja yang toxic atau beracun dapat berasal dari pekerjaan, suasana, orang-orang di dalamnya, atau kombinasi beberapa faktor tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan kepada diri sendiri untuk mengetahui apakah lingkungan kerja Anda toxic atau tidak.

Misalnya, “Apakah Anda dapat tidur dengan cukup dan nyenyak sehari-hari?”, “Apakah Anda sering merasa cemas dan berdebar-debar tanpa sebab yang jelas?”, “Apakah Anda mengalami gangguan makan (tidak selera makan atau makan terlalu kalap)?”, serta “Apakah Anda merasa nyaman, aman, dan bahagia ketika berada di tempat kerja dan di rumah?”.

Apabila ada satu saja jawaban negatif dari pertanyaan tersebut, maka kemungkinan lingkungan tempat kerja Anda sekarang ini beracun bagi kesehatan mental.

1 of 2

Ciri-ciri lingkungan kerja yang “beracun”

Di lingkungan kerja yang toxic, umumnya para karyawannya merasa kurang sejahtera. Mereka merasa kelelahan, stres, dan jenuh dengan beban tugas yang diberikan. Saking banyaknya beban tugas, karyawan sering harus bekerja lembur. Karyawan juga tampak kurang bahagia, kurang tampak komunikasi, interaksi,  dan keeratan antarkaryawan.

Sebaliknya, lingkungan kerja yang terlalu sarat dengan gosip dan rumor juga dapat “meracuni” kesehatan mental pekerjanya. Selain itu, atasan yang memimpin dengan kurang bijaksana juga dapat membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat, seperti memaksakan kehendak, bersifat otoriter, dan kurang mengayomi anak buah.

Akibat semua hal yang dibahas di atas, pada umumnya turn over karyawan akan relatif tinggi. Karena merasa kurang nyaman di lingkungan kerja demikian, karyawan akan sulit merasa kerasan hingga akhirnya memutuskan untuk keluar.

Mengatasi lingkungan kerja yang toxic

Ketika Anda sudah menyadari bahwa ternyata lingkungan kerja Anda ternyata toxic, hal pertama yang terlintas di benak umumnya adalah mengudurkan diri. Namun, tentunya sangat tidak bijaksana apabila Anda serta-merta memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Setidaknya, Anda terlebih dahulu menyusun rencana seandainya Anda tidak bekerja lagi di tempat yang lama.

Menyusun rencana atau mencari pekerjaan baru dapat memakan waktu. Tidak semua orang memiliki keberuntungan bisa mendapatkan pekerjaan baru dalam waktu singkat. Oleh karena itu, yang Anda harus lakukan adalah bertahan di lingkungan kerja yang lama untuk sementara, sambil tetap berusaha mengatasi lingkungan kerja yang toxic tersebut.

Susah senang akan lebih nyaman apabila dihadapi bersama. Oleh karena itu, akan sangat baik jika Anda bisa menemukan teman baik – bahkan sahabat – yang senasib sepenanggungan dan berada di jalur yang sama dengan Anda.

Daripada menyesali diri mengapa sampai terdampar di lingkungan kerja yang beracun bagi kesehatan mental, lebih baik Anda membuat diri Anda lebih produktif dan berguna. Bekerjalah sebaik-baiknya, sambil mencari pekerjaan baru.

Suasana lingkungan kerja yang positif akan membuat Anda bergairah dalam bekerja. Meskipun Anda bekerja di lingkungan “beracun”, melepas penat usai seharian beraktivitas sangatlah penting. Anda dapat menghabiskan waktu santai bersama keluarga dan teman-teman, atau melakukan me time. Dengan begini, Anda tetap “waras” dan kesehatan mental tetap terjaga.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓