Pijat untuk Cedera Sendi, Apakah Aman dan Efektif?

Oleh dr. Andika Widyatama pada 17 Jun 2019, 13:45 WIB
Salah satu cara yang dituding mampu mengatasi cedera sendi adalah pijat. Namun, apakah aman dan terbukti efektif?
Pijat untuk Cedera Sendi, Apakah Aman dan Efektif? (MDGRPHCS/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hampir dalam setiap aktivitas yang dilakukan sehari-hari, Anda melibatkan berbagai sendi pada tubuh. Tak heran, cedera sendi akibat benturan, terkilir atau keseleo adalah salah satu keluhan yang bisa menimpa Anda kapan saja.

Ketika cedera sendi terjadi, gejala yang bisa timbul adalah rasa nyeri, bengkak, kaku hingga berkurangnya kemampuan untuk bergerak. Kondisi yang disebabkan oleh reaksi peradangan pada sendi itu bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas, sehingga penderita cenderung memilih terapi alternatif yang dianggap cepat, praktis dan efektif untuk mengatasi cedera sendi. Tahukah Anda terapi alternatif yang dimaksud? Ya, pijat!

Pijat untuk cedera sendi

Pijat menjadi salah satu terapi tradisional yang dipercaya secara turun-temurun mampu memberikan beragam manfaat kesehatan. Lantas, apakah medis setuju bahwa pijat benar-benar mampu mengatasi cedera sendi dengan aman dan efektif?

Jawabannya: tidak. Pijat tidak dianjurkan untuk dipilih sebagai terapi cedera sendi. Pasalnya, pijat justru dapat memperparah peradangan yang terjadi ketika cedera sendi.

Pada prinsipnya, penanganan ideal pada cedera sendi bergantung pada komponen yang mengalami masalah atau kerusakan. Perlu Anda tahu, cedera sendi berhubungan erat dengan komponen-kompenen pembentuknya. Suatu persendian dapat memiliki komponen sebagai berikut:

  • Tulang rawan (kartilago): jaringan yang menutupi permukaan tulang di dalam persendian, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan saat terjadinya gerakan sendi.
  • Ligamen: jaringan ikat yang menghubungkan dua atau lebih tulang pada persendian.
  • Tendon: jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang pada persendian.
  • Membran synovial: jaringan yang melapisi persendian dengan membentuk suatu kapsul sendi. Membran synovial mengeluarkan cairan synovial sebagai “pelumas” di sekitar persendian.
  • Bursa: Kantung berisi cairan yang berada di antara tulang-tulang, ligamen, dan struktur-struktur pendukung di persendiaan. Kantung tersebut berfungsi sebagai bantalan di sendi.

Cedera sendi itu sendiri terbagi menjadi empat jenis yaitu:

  • Sprain: cedera terjadi pada ligamen yang menahan pertemuan antar tulang-tulang.
  • Strain: cedera terjadi ketika otot atau tendon bekerja terlalu berat.
  • Fraktur: retak pada bagian tulang.
  • Dislokasi: tulang yang berpindah dari posisi normal.
1 of 2

Alternatif mengatasi nyeri sendi

Pijat sangat tidak dianjurkan untuk dipilih sebagai terapi cedera sendi. Oleh karena itu, jika mengalami kondisi tersebut, akan lebih baik bila Anda segera membawa diri untuk berobat ke dokter.

Sebelum ke dokter, Anda juga bisa melakukan tindakan pertolongan pertama agar cedera sendi bisa sedikit terkendali. Metode ini dikenal dengan sebutan RICE alias Rest, Ice, Compression, Elevation.

  • Rest

Istirahatkan total bagian sendi yang mengalami cedera sekitar 15 menit. Hindari kegiatan secara berlebihan, yang malah dapat memperparah cedera. Jika harus bergerak, usahakan batasi penggunaan sendi yang mengalami cedera seminimal mungkin.

  • Ice

Berikan kompres es atau air dingin pada sendi yang cedera. Caranya, masukan es atau air dingin ke kantung plastik. Kemudian bungkus kantung plastik tersebut dengan handuk, dan tempelkan pada area sendi yang cedera.

Es berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan yang terjadi. Pada 24 jam pertama, kompres cedera selama 10–20 menit setiap 2–4 jam.

  • Compression

Berikan penekanan (kompresi) pada bagian sendi yang cedera dengan menggunakan perban elastis selama 24 jam pertama. Penggunaan perban tersebut diharapkan dapat mengurangi pembengakakan yang terjadi.

Caranya adalah dengan melilit perban elastis pada bagian sendi yang cedera dan regangkan perban 75% dari panjangnya. Pastikan lilitan perban tidak terlalu ketat, karena jika demikian justru dapat mengganggu peredarahan darah di sekitar area cedera.

  • Elevation

Posisikan sendi yang cedera lebih tinggi 15–25 centimeter dari posisi jantung ketika sedang duduk atau berbaring. Hal ini berguna untuk membantu mendorong cairan pada pembengkakan keluar dan melancarkan aliran balik darah ke jantung sehingga tidak terjadi akumulasi darah di area cedera. Lakukan tindakan ini hingga bengkak mereda.

Mulai saat ini, jangan lagi andalkan pijat atau urut sebagai terapi untuk mengatasi cedera sendi. Alih-alih praktis dan efektif, pijat malah bisa menyebabkan cedera sendi yang lebih parah.

Karena sejatinya, pertolongan pertama yang paling tepat untuk kasus cedera sendi adalah metode RICE atau Rest, Ice, Compression, Elevation. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen yang dijual bebas di pasaran sesuai dosis yang tertera di label kemasan. Jika semua cara tersebut masih belum efektif mengatasi cedera sendi, berobatlah ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓