Ada Bakteri dalam Air Minum Kemasan dari Malaysia, Ini Bahayanya

Oleh Ayu Maharani pada 17 Jun 2019, 15:30 WIB
Air minum kemasan asal Malaysia ditarik kembali di Singapura karena dideteksi mengandung bakteri. Lantas, bagaimana bila telanjur terminum?
Ada Bakteri dalam Air Minum Kemasan dari Malaysia, Ini Bahayanya (Allstars/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bila Anda ingin mendapatkan air minum yang layak konsumsi tanpa harus merebusnya terlebih dahulu, air minum kemasan bisa jadi solusinya. Sayang, ternyata tak semua air minum kemasan – termasuk air mineral - aman untuk dikonsumsi. Beredar kabar jika sebuah produk air minum kemasan asal Malaysia bermerek “Starfresh” ditarik peredarannya di Singapura karena dideteksi mengandung bakteri,

Dilansir dari Channelnewsasia.com, bakteri yang terdeteksi oleh Singapore Food Agency (SFA) adalah bakteri pseudomonas aeruginosa. SFA mengatakan, pihak mereka telah mengarahkan importirnya, Radha Exports, untuk menarik kembali semua produk tersebut, termasuk botol air 1,5 liter dengan tanggal kedaluwarsa 13 Mei 2021 dan botol air minum 500ml yang akan kedaluwarsa pada 11 Mei 2021.

Pihak SFA juga menyarankan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi air tersebut, meski sudah telanjur membelinya. Jika air minum tersebut juga sudah telanjur dikonsumsi, mereka yang khawatir dengan kondisi kesehatannya bisa melakukan pemeriksaan medis di rumah sakit terdekat.

Bahaya bakteri pseudomonas aeruginosa dalam air minum kemasan

Bakteri pseudomonas aeruginosa sendiri dapat ditemukan pada feses, tanah, dan air limbah. Bakteri tersebut adalah bakteri gram negatif, berkapsul, dan memiliki flagella yang membuatnya bisa bergerak.

Sumber penyakit itu pun sangat bisa berkembang biak di lingkungan yang berair dan juga di permukaan bahan organik yang terkena air. Bahkan, bakteri pseudomonas juga banyak ditemukan di rumah sakit.

Dilansir dari sebuah sumber, ada anak asal Jakarta yang berat badannya rendah akibat memiliki bakteri pseudomonas aeruginosa sebanyak 100.000/ml di dalam air kencingnya. Menurut seorang dokter yang merawat anak itu, dia terinfeksi karena sering mengunjungi rumah sakit, ditambah dengan kondisi kekebalan tubuhnya yang kurang baik.

Jika kondisi imunitas tubuh dalam keadaan yang baik, penggunaan atau mengonsumsi produk yang terkontaminasi dengan Pseudomonas aeruginosa dapat menyebabkan berbagai infeksi, tetapi jarang menyebabkan penyakit yang serius.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), jika orang yang punya kekebalan tubuh normal mengonsumsi produk berbakteri tersebut, mereka bisa mengalami ruam-ruam di kulit. Kabar buruknya, bila bakteri ini tertelan oleh orang yang sedang sakit (orang yang imunitas tubuhnya sedang tidak baik), penyakit yang dihasilkan bisa lebih dari sekadar penyakit kulit.

1 of 2

Air minum kemasan harus bebas kuman dan bakteri

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, air layak minum memang harus bebas dari segala macam kuman dan bakteri penyebab penyakit.

“Utamanya adalah bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp yang kerap menimbulkan sakit perut dan diare. Ada atau tidaknya kuman di dalam air minum tidak bisa dikenali dari ciri fisiknya dan hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium,” jelas dr. Fiona.

Bila kebetulan di lingkungan sekitar Anda ada merek air minum yang baru beredar dan sedikit mencurigakan, dr. Fiona menyarankan Anda untuk membawa contoh air tersebut ke laboratorium terdekat atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski agak repot dan harus mengeluarkan biaya, langkah ini penting untuk kelangsungan hidup serta kesehatan Anda dan masyarakat.

Munculnya pemberitaan tentang adanya bakteri dalam air minum kemasan asal Malaysia, jangan sampai membuat Anda takut dengan semua air mineral kemasan. Sebab, menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, komposisi air mineral kemasan lebih baik ketimbang air rebusan biasa karena diambil dari sumber air pegunungan yang kaya akan mineral.

Asalkan Anda memilihnya dengan tepat, risiko untuk terinfeksi bakteri berbahaya pun akan kecil. Dan ingat, bila suatu saat nanti BPOM menginformasikan bahwa ada merek air minum kemasan tertentu mengandung bakteri, sebaiknya jangan dibeli apalagi mengonsumsinya. Tindakan ini dirasa perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan bagi tubuh agar tidak terjangkit bakteri dari air minum kemasan tersebut

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓