6 Tips Menghadapi Toxic Boss

Oleh dr. Nadia Octavia pada 18 Jun 2019, 08:00 WIB
Toxic boss bisa membuat suasana kantor menjadi tidak nyaman. Sontek tips ini untuk menghadapinya.
6 Tips Menghadapi Toxic Boss (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Awalnya, Anda mungkin mencintai pekerjaan saat ini sehingga selalu pergi ke kantor dengan penuh semangat. Namun, selang beberapa waktu berjalan, Anda menjadi tak sabar untuk segera resign dari kantor. Bukan karena pekerjaan yang dijalani tak lagi menyenangkan, tapi karena toxic boss yang Anda hadapi. Apa itu toxic boss?

Bos yang kasar, meremehkan pegawai, sering mem-bully merupakan sebagian contoh dari atasan yang 'beracun'. Akibatnya, suasana kerja menjadi tidak menyenangkan. Tak heran juga kondisi ini akan berdampak pada menurunnya kreativitas dan produktivitas Anda. Bila Anda mengalami hal ini, jangan terburu-buru buat surat resign. Hadapi toxic boss dengan cara ini.

  • Alihkan fokus dari bos ke pekerjaan Anda

Daripada terus-menerus stres akibat atasan yang gemar mengintimidasi, fokuslah pada detail dan pekerjaan yang harus Anda lakukan. Penelitian dari Harvard University menyebutkan bahwa karyawan yang memiliki atasan yang buruk cenderung mengalami berbagai problem kesehatan, mulai dari gangguan tidur hingga tekanan darah tinggi.

Meski suasana kerja terasa tidak nyaman, tetaplah berusaha menghasilkan pekerjaan yang terbaik. Selain itu, selalu ingat alasan utama Anda memilih pekerjaan saat ini.

  • Ketahui pencetus di balik bad mood bos Anda

Anda mungkin tidak tahu secara pasti apa yang membuat bos Anda kesal atau punya suasana hati yang buruk. Bisa jadi karena dia memang temperamental, egois, kurang percaya diri, atau sedang memiliki masalah pribadi.

Yang perlu Anda pahami adalah api tidak bisa dipadamkan dengan api. Jadi, meski atasan Anda sedang bad mood, Anda tak perlu ikut terlarut dalam suasana yang tegang. Perhatikan pola mood atasan Anda, pada hal apa dan kapan saja si bos biasanya marah. Apa pun alasannya, coba hindari membuatnya emosi di waktu-waktu tersebut.

  • Fokus pada perkataannya bukan intonasi bicaranya

Bos Anda mungkin sering melontarkan perkataan atau hinaan yang menyakitkan ketika berbicara dengan Anda. Namun terkadang, apa yang dia lontarkan bisa jadi merupakan feedback positif untuk Anda.

Cara si bos menyampaikan mungkin dengan nada tinggi atau dengan intonasi yang menyakitkan, tapi coba fokuskan pada perkataannya. Misalnya, bisa jadi pekerjaan yang Anda lakukan memang salah dan tidak sesuai prosedur. Tetap tenang dan telaah dengan kepala jernih.

  • Dikelilingi dengan teman dan orang yang positif

Bos Anda mungkin sudah membuat hidup Anda serasa bagai mimpi buruk di kantor. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Business and Psychology, atasan dengan perilaku yang buruk dapat membuat karyawannya menjadi tidak bahagia hingga berujung depresi.

Akan tetapi, kehidupan Anda bukan hanya di kantor saja. Buat rencana menyenangkan sepulang kantor dengan teman, pasangan,atau keluarga. Dukungan sosial yang positif penting untuk mengurangi suasana stres yang Anda hadapi di kantor.

  • Beristirahat sejenak

Tubuh yang sehat akan membentuk pikiran yang sehat pula. Jika memungkinkan, cobalah untuk mengambil cuti sejenak dari kantor. Pergi berlibur, melakukan aktivitas atau hobi tertentu yang selama ini ingin Anda lakukan akan membuat pikiran Anda kembali "sehat". Jika cuti tak memungkinkan, sekadar melakukan me time dengan pergi ke spa atau yoga sepulang kantor juga membantu menurunkan tingkat stres.

  • Konsultasi dengan bagian SDM

Jika Anda sudah merasa tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi si toxic boss, cobalah untuk konsultasi dengan bagian SDM kantor tempat Anda bekerja. Namun sebelumnya, buat "riset" terlebih dahulu apakah memang SDM Anda akan berpihak pada karyawan. Jika ya, ceritakan masalah yang Anda hadapi selama ini dan minta solusi bagaimana Anda harus menghadapinya.

Tak ada yang suka dengan toxic boss. Meski begitu, jangan terburu-buru ambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan. Lakukan tips-tips di atas untuk mengatasi permasalahan Anda dengan toxic boss. Selain itu, sangat penting untuk tetap berperilaku sopan, beretika, dan bekerja secara profesional. Hal ini tentu sangat baik untuk pengembangan karier Anda di masa depan.

[HNS/ RVS]