Tips Makan Ketupat untuk Pengidap Diabetes

Oleh dr. Andika Widyatama pada 18 Jun 2019, 13:00 WIB
Pengidap diabetes boleh saja makan ketupat. Namun, agar gula darah tetap aman, ada tips yang dapat dilakukan.
Tips Makan Ketupat untuk Pengidap Diabetes (focal-point/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketupat memang identik sebagai salah satu hidangan khas Lebaran, bersama opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan semur. Dalam versi lain, ketupat yang sebenarnya sejenis lontong, di luar Lebaran juga bisa Anda temukan dalam menu lainn seperti ketupat sayur atau lontong Cap Go Meh. Meski ketupat tampak seperti makanan yang sederhana, tapi ternyata pengidap diabetes perlu berhati-hati saat mengonsumsinya jika ingin kadar gula darah tetap terkontrol.

Tak hanya soal ketupat, pengidap diabetes dianjurkan untuk selalu memperhatikan menu makanan yang dikonsumsi. Terutama, mengontrol asupan karbohidrat, kolesterol, dan jumlah total kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Perlu Anda sadari, makanan-makanan yang menyertai ketupat – yang biasanya makanan bersantan – berpotensi menimbulkan masalah pada penyakit diabetes. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika sedang mengonsumsi ketupat.

Berikut tips makan ketupat untuk pengidap diabetes agar gula darah tetap terkendali:

  • Hindari konsumsi lauk berlebih

Kapan pun momennya, batasi asupan makanan. Saat Lebaran atau momen khusus lainnya, makanlah ketupat dalam jumlah secukupnya dan tidak berlebihan. Sebaiknya, konsumsi hanya satu lauk ketika makan ketupat.

Sebagai gambaran, sambal ati mengandung 116 kalori, rendang mengandung sekitar 195 kalori per 100 gram, dan opor ayam memiliki kalor lebih dari 150 per gram. Hindari makan ketupat bersama lebih dari satu jenis lauk pada satu waktu. Selain itu, sebaiknya pilih lauk yang tidak digoreng atau menggunakan tepung.

  • Kombinasikan beras putih dan beras merah untuk bahan ketupat

Bahan dasar ketupat adalah beras. Kalau biasanya ketupat menggunakan beras putih, kini cobalah kombinasikan dengan beras merah. Beras merah memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih rendah dibandingkan beras putih sehingga lebih tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

IG beras merah sekitar 50-55, sedangkan beras putih sekitar 56-68. Selain itu, beras merah memiliki kadar serat yang lebih tinggi sehingga dapat membuat perut kenyang lebih lama meskipun hanya makan dalam porsi sedikit. Jadi mencampur beras putih dengan beras merah bisa menjadi salah satu solusi.

  • Perhatikan pengolahan santannya

Aneka makanan bersantan yang menemani berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah karena mengandung lemak jenuh yang tinggi. Anda boleh saja mencicipi makanan yang bersantan, namun porsinya jangan berlebihan.

Memang tidak dimungkiri bahwa santan kaya akan antioksidan dan mengandung antibakteri serta antivirus yang berguna bagi tubuh. Jika Anda ingin menyantap hidangan bersantan, masaklah sendiri. Pakailah santan yang berasal dari perasan buah kelapa yang alami dan bukan produk kemasan.

  • Maksimalkan minum air putih

Usai menyantap ketupat lengkap dengan lauk bersantan biasanya mulut dan tenggorokan terasa berminyak. Segera bersihkan dengan minum air putih.

Cukup asupan air putih juga berguna bagi penderita diabetes untuk mencegah dehidrasi. Pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan harian dengan mengonsumsi air putih sekitar 2 liter per hari.

Jangan hanya minum ketika selesai makan. Anda harus ingat, dehidrasi dapat memperburuk kondisi penyakit diabetes.

Dehidrasi dapat menghambat tubuh dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah. Selain itu, dehidrasi juga dapat merangsang hormon vasopressin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Tidak ada salahnya bila pengidap diabetes ingin “memanjakan” perut dengan makan ketupat. Asalkan, Anda tetap mengontrol porsinya dan jeli memilih lauk pendampingnya. Selain itu, pastikan Anda juga selalu memantau kadar gula darah secara teratur. Bawalah serta alat cek gula darah yang dapat dengan praktis digunakan.

[HNS/ RVS]