Trik Atasi Anak Nangis Saat di Pesawat

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 18 Jun 2019, 13:45 WIB
Saat anak menangis di pesawat Anda tak perlu sampai panik. Ini trik menenangkannya, baik untuk orang tua maupun penumpang.
Trik Atasi Anak Nangis Saat di Pesawat (Dmitry-Dven/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berlibur dengan anak, apalagi masih bayi atau balita, bisa menyenangkan sekaligus menantang. Misalnya, tak jarang bayi atau anak nangis saat di pesawat ketika dalam perjalanan berlibur.

Ibu pun panik karena khawatir akan si Kecil sekaligus takut mengganggu para penumpang lainnya, seperti kejadian yang sempat viral beberapa waktu lalu. Padahal sebenarnya jika anak nangis saat di pesawat, ada beberapa kiat untuk menenangkannya.

Kiat untuk orang tua

Saat anak menangis di pesawat, sebagai orang tua Anda harus cepat dan tanggap. Tidak perlu panik. Lakukan kiat-kiat seperti yang disarankan ini:

  • Cari tahu penyebab anak menangis

Penyebab bayi yang menangis di pesawat sering kali tak beda jauh dengan penyebab ia menangis saat situasi biasa, yaitu lapar, haus, lelah, tidak nyaman, atau sekadar bosan.

Maka, sebelum berpikir terlalu jauh untuk mencari cara menenangkannya, Anda bisa terlebih dahulu mencoba cara yang biasa Anda lakukan di rumah. Tentu saja perlu Anda sesuaikan dengan kondisi di dalam pesawat dengan ruang gerak dan sumber daya yang terbatas.

  • Gendong dan tenangkan anak

Segera setelah tanda sabuk pengaman dipadamkan, coba tenangkan anak dengan mengayun dan mengajaknya berjalan di sepanjang koridor kabin. Jika berjalan di koridor terlalu sulit, coba gendong anak, goyangkan sambil tepuk lembut punggungnya. Sering kali, cara ini berhasil untuk membantu anak menjadi lebih tenang, bahkan tertidur.

  • Alihkan perhatian anak

Membawa banyak camilan (jika anak sudah mulai makan) merupakan salah satu strategi jitu saat bepergian bersama anak naik pesawat.

Selain membawa camilan, bawalah beberapa benda yang bisa menghiburnya saat perjalanan. Letakkan di dalam tas carry-on yang mudah diraih. Kejutkan anak dengan benda-benda tersebut saat ia mulai rewel.

Anda juga bisa mengajaknya bermain permainan sederhana seperti menyebut nama benda-benda di dalam pesawat, mengajaknya membolak-balik majalah penerbangan, atau mengajaknya menebak bentuk-bentuk awan di luar jendela selama penerbangan.

  • Tak perlu mengkhawatirkan penumpang lain

Ketika anak menangis, rasa khawatir akan terganggunya penumpang lain pasti ada. Namun, buang jauh-jauh rasa khawatir tersebut, lebih baik fokus pada usaha untuk menenangkan anak. Ingat, bayi yang menangis di pesawat sering kali tak terhindarkan.

Tak semua penumpang akan merasa terganggu. Mereka pasti mengerti kondisi Anda. Bahkan bukan tak mungkin akan menawarkan bantuan jika Anda tampak kesulitan dalam menenangkan si Kecil.

Kiat untuk penumpang lainnya

Mungkin karena ingin tidur atau membaca novel kesayangan, Anda dengan mudah merasa terganggu saat ada anak kecil yang menangis di pesawat. Apalagi jika si Kecil sampai menangis meraung-raung. Rasanya ingin turun saja, tapi, kan tak mungkin! Bijaknya, cobalah untuk mengerti, lakukanlah hal ini:

  • Beri senyuman

Hal yang sering dikhawatirkan orang tua yang anaknya menangis dalam pesawat adalah penumpang lain yang risih, bahkan marah karena merasa terganggu. Memberikan sedikit senyuman penuh pengertian bisa membuat orang tua yang tengah berjuang menenangkan anaknya bisa membuatnya lebih tenang dan fokus.

  • Tawarkan bertukar kursi

Jika orang tua tersebut duduk di kursi tengah sedangkan Anda duduk di kursi koridor, tak ada ruginya untuk menawarkan bertukar tempat sementara. Niat baik ini bisa memudahkan mereka mendapatkan akses mengambil barang di kabin atau sekadar berjalan-jalan menggendong anak.

  • Turun tangan ikut membantu

Tak sedikit orang tua butuh sedikit bantuan dari orang-orang di sekitarnya untuk menangkan anak yang rewel. Misalnya saat orang tua tersebut bepergian dengan beberapa anak sekaligus, atau hanya sekadar terlihat kewalahan dan kelelahan.

Jika Anda kebetulan membawa kudapan atau mainan sederhana yang sekiranya dapat membantu menenangkan anak, cobalah untuk menawarkannya. Perlu diingat, mungkin beberapa orang tua akan menolak bantuan Anda karena merasa tak enak, mampu melakukannya tanpa bantuan orang lain, atau beragam alasan lainnya. Jika bantuan yang Anda tawarkan ditolak, tak perlu berkecil hati apalagi sampai marah. Percayalah, meski mungkin tak terucap, mereka tetap menghargai niat baik Anda.

Saat Anda dihadapkan dengan situasi anak nangis saat di pesawat, tak perlu panik. Baik orang tua maupun penumpang lainnya bisa melakukan trik di atas untuk mengatasinya. Bagi orang tua, tak perlu panik berlebihan, fokuslah pada upaya untuk menenangkan si Kecil. Untuk penumpang lainnya, tak perlu marah-marah sampai mengutarakan keluhan yang tidak etis, lebih baik tawarkan bantuan semampu Anda.

(RN/ RVS)