Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi dengan Tepat

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 18 Jun 2019, 14:00 WIB
Jangan buru-buru panik saat menemukan sariawan pada bayi. Lebih baik lakukan ini agar keluhan bisa segera teratasi!
Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi dengan Tepat (Chuanpis/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Apakah anak Anda yang masih bayi sering tiba-tiba menangis, mendadak jadi rewel dan tidak mau makan? Hal tersebut terjadi karena bayi merasakan sesuatu yang tidak nyaman tetapi belum mampu menyampaikan keluhan pada orang tuanya. Timbulnya sariawan pada bayi bisa menjadi salah satu penyebab si Kecil sering rewel.

Sariawan atau dalam dunia medis disebut stomatitis aftosa adalah peradangan pada permukaan mulut, seperti di bibir, lidah dan pipi yang ditandai dengan adanya luka. Meski kemunculannya sering dikaitkan dengan kurangnya vitamin C, namun hingga saat ini penyebab pasti sariawan masih belum diketahui. Kendati begitu, ada beberapa faktor yang berkaitan dengan munculnya penyakit ini, yaitu:

  • Kekebalan tubuh yang sedang menurun
  • Infeksi virus, contohnya flu singapura (Hand, Foot, Mouth Disease)
  • Kurangnya gizi mikro,seperti vitamin dan mineral. Contohnya, kekuranganvitamin C, vitamin B12, asam folat, atau besi
  • Stres emosional
  • Adanya trauma atau perlukaan pada permukaan mulut. Contohnya, lidah atau bibir tergigit, tergesek sikat gigi terlalu keras
  • Alergi makanan atau hipersensitivitas terhadap bahan makanan, seperti penyedap rasa, susu sapi, cokelat, kacang, keju dan lainnya.
1 of 2

Mengatasi sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi harus segera diatasi dengan cara yang tepat. Hal ini dilakukan agar keluhan tidak menetap, karena rentan membuat bayi kekurangan gizi lantaran kesulitan untuk makan.

Adapun cara mengatasi sariawan pada bayi yang terbukti efektif, yaitu:

  • Berikan obat pereda nyeri

Hal yang menjadi masalah utama bagi bayi adalah rasa nyeri akibat sariawan yang membuat perasaan tidak nyaman. Maka dari itu, pengobatan utamanya adalah mengurangi nyeri dengan menggunakan obat pengurang nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen.

Tentunya, konsumsi obat tersebut wajib disesuaikan dengan dosis untuk bayi. Akan tetapi, jika bayi Anda alergi terhadap obat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

  • Penuhi nutrisi

Rasa tidak nyaman akibat nyeri sariawan sering membuat bayi tidak mau menyusu, makan atau minum. Padahal, semuanya dibutuhkan oleh bayi guna memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari untuk tumbuh kembang yang optimal.

Oleh karena itu, orang tua harus tetap berupaya agar bayi tetap mau mengonsumsi ASI, makanan atau minuman meski hanya sedikit-sedikit. Karena, selain untuk menunjang tumbuh kembangnya, memenuhi kebutuhan gizi si Kecil melalui makanan dan minuman yang sehat juga turut membangun sistem kekebalan tubuhnya. Jadi, apabila kebutuhan gizi si Kecil terus terpenuhi, dirinya tidak akan mudah sakit atau lebih cepat sembuh dari penyakit, dalam hal ini sariawan.

  • Berikan makanan yang tepat

Jika bayi sudah mulai MPASI (makanan pendamping ASI) atau makan seperti biasa, pilih jenis makanan yang halus selama mengalami sariawan. Pure, yoghurt, puding, agar-agar dingin, es krim dan jus buah bisa dijadikan pilihan.

Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, makanan sehat dengan konsistensi yang lebih cair juga mudah untuk ditelan tanpa harus dikunyah. Sehingga, si Kecil tidak akan “menderita” saat makanan masuk ke dalam mulutnya.

  • Jaga kebersihan mulut

Terapi suportif ini bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan infeksi yang menyebabkan sariawan berulang.

Jika masih sangat kecil, Anda bisa menggosok gusi dan lidah bayi menggunakan sikat khusus berbahan halus. Apabila si Kecil sudah bisa berkumur, maka hal ini juga disarankan untuk dilakukan secara berkala agar gigi dan mulutnya senantiasa terbebas dari sisa makanan.

Tanpa diobati, sariawan biasanya hilang dalam waktu beberapa hari. Hanya saja, memberikan terapi suportif dan simptomatis seperti di atas perlu dilakukan agar mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami oleh si Kecil.

Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah tetap memberikan bayi makan dan minum selama mengalami sariawan. Namun jika sariawan pada bayi tidak kunjung sembuh atau disertai gejala lain yang lebih parah seperti demam, sesak, atau muncul ruam, segera periksakan ke dokter.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓