Gejala Kanker Hidung yang Perlu Anda Tahu

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 18 Jun 2019, 13:30 WIB
Kenali gejala kanker hidung yang menyerang Lee Chong Wei, atlet bulu tangkis dunia, agar Anda dapat lebih waspada.
Gejala Kanker Hidung yang Perlu Anda Tahu (Decade3d Anatomy Online/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Atlet bulu tangkis legendaris asal Malaysia, Lee Chong Wei, lewat konferensi pers beberapa waktu lalu mengabarkan bahwa kariernya telah berhenti. Peraih juara All England empat kali tersebut terpaksa pensiun dari dunia bulu tangkis karena menderita kanker pada indra penciumannya. Lalu, apa sih gejala kanker hidung seperti yang dialami pebulu tangkis ini?

Sempat menjalani pengobatan di Taiwan dan dinyatakan membaik, Chong Wei akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskan kariernya karena kanker hidung yang dideritanya dapat berisiko kambuh apabila ia terus berlatih keras sebagai atlet.

Dengan demikian, ia akhirnya mengakhiri kariernya di bulu tangkis setelah berlaga selama 19 tahun.  Chong Wei juga memupuskan harapannya untuk dapat bertanding di Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang.

Gejalanya tidak spesifik

Kanker hidung atau kanker nasofaring adalah kanker yang lokasinya terletak pada rongga tenggorokan bagian atas, di belakang hidung. Karena lokasinya yang cukup tersembunyi, gejala kanker ini kurang spesifik dan umumnya tidak cepat diketahui.

Biasanya gejala baru disadari ketika kanker sudah cukup besar dan menyebar ke area di sekitarnya, seperti saraf, rongga hidung, tenggorokan, dan kelenjar getah bening.

Gejala yang umum ditimbulkan oleh kanker nasofaring antara lain adanya benjolan di leher akibat pembesaran kelenjar getah bening, pandangan kabur atau objek terlihat ganda, hidung tersumbat atau mimisan sebelah, telinga terasa penuh sebelah, pendengaran berkurang, atau tinnitus (bunyi berdenging di telinga), rasa baal atau nyeri pada setengah wajah, sakit kepala, serta sulit atau nyeri saat menelan.

Bila Anda pun merasakan berbagai gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter sebelum kondisi menjadi semakin parah. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan nasofaringoskopi, yaitu memasukkan selang yang di ujungnya terdapat kamera ke dalam rongga mulut atau hidung untuk melihat keadaan rongga nasofaring.

Apabila hasil pemeriksaan tersebut mencurigakan, maka dokter akan melakukan biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan yang dicurigai sebagai kanker untuk diperiksa, apakah benar bersifat ganas atau tidak.

Jika benar benjolan tersebut adalah kanker nasofaring, maka pasien harus menjalani serangkaian pemeriksaan seperti tes darah, rontgen dada, CT scan, atau MRI untuk mendeteksi apakah kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

1 of 2

Sebagian besar terjadi pada orang Asia

Kebanyakan penderita kanker hidung adalah orang Asia (ras mongoloid). Selain itu, kanker ini juga lebih banyak diderita oleh laki-laki yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.

Hingga kini, penyebab pasti kanker hidung belum ditemukan. Namun, para ahli telah menemukan bukti bahwa infeksi virus Epstein-Barr (EBV) berkaitan erat dengan kejadian kanker ini. Meskipun demikian, tidak semua orang yang pernah mengalami infeksi virus tersebut lantas akan menderita penyakit kanker hidung.

Para ahli menemukan bahwa ada faktor-faktor lain yang dapat memicu virus EBV tersebut dan mengubah susunan DNA, sehingga menyebabkan pertumbuhan sel nasofaring yang tidak terkendali dan menjadi kanker. Beberapa di antaranya yaitu konsumsi ikan asin, merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta sering terpapar formalin.

Pengobatan kanker hidung

Karena letaknya yang sulit dijangkau, umumnya operasi jarang dilakukan pada jenis kanker ini. Metode yang sering digunakan untuk pengobatan adalah terapi radiasi menggunakan sinar X atau kemoterapi dengan obat infus untuk membunuh sel kanker.

Tapi, meski pertumbuhan sel kanker tersebut dapat dihambat sampai dimatikan, sel kanker dapat tumbuh kembali dan terjadi kekambuhan. Itulah sebabnya Chong Wei memutuskan untuk berhenti dari bulu tangkis dan fokus pada pengobatannya.

Gejala kanker hidung memang tidak spesifik sehingga sering kali diabaikan. Namun jika Anda sering mengalami salah satu gejala di atas, dan berulang, segera periksakan diri ke dokter, agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓