Belajar dari Shandy Aulia, Inilah 5 Penyebab Sulit Hamil

Oleh dr. Nadia Octavia pada 18 Jun 2019, 15:00 WIB
Setelah menanti selama 7,5 tahun, Shandy Aulia dikabarkan tengah hamil anak pertama. Apa penyebab artis ini sulit hamil?
Belajar dari Shandy Aulia, Inilah 5 Penyebab Sulit Hamil (Deki-Prayoga/Bintang.com)

Klikdokter.com, Jakarta Artis cantik Indonesia, Shandy Aulia tengah bahagia. Wanita yang sempat membintangi film Eiffel I'm in Love itu dinyatakan positif hamil setelah sebelumnya menanti momen bahagia ini selama 7,5 tahun. Ya, sepanjang kurun waktu itu, Shandy memang sulit hamil.

Di laman media sosial pribadinya, Shandy mengungkapkan rasa bahagia dan tidak sabar menanti kehadiran anak pertama. Penantian panjang seorang wanita untuk bisa hamil memang membutuhkan usaha yang tidak mudah dan kesabaran yang tiada batasnya.

Berbicara tentang sulit hamil, hal ini ternyata memang sering terjadi. Beberapa kasus yang ada menyebut bahwa kondisi tersebut bisa saja terjadi akibat gangguan kesehatan yang dialami wanita.

Beberapa gangguan kesehatan yang rentan menyebabkan seorang wanita sulit hamil, yaitu:

1. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovarian Syndrome alias PCOS merupakan suatu kelainan hormonal dengan beberapa gejala khas yang ditandai oleh adanya sejumlah kista pada ovarium (indung telur).

PCOS terjadi pada 5–10% wanita dan merupakan penyebab tersering gangguan kesuburan (infertilitas) pada wanita. Kondisi ini bisa menyebabkan seorang haid terlambat atau tidak teratur, yang berujung pada terganggunya proses ovulasi atau pelepasan sel telur.

Selain itu, PCOS juga bisa menimbulkan gejala lain seperti obesitas atau kelebihan berat badan dan munculnya bulu-bulu halus di wajah maupun dada. Kendati begitu, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala tersebut selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas).

2. Siklus haid tidak teratur

Sebanyak 25–30% gangguan kesuburan pada wanita disebabkan oleh siklus haid yang tidak teratur. Seperti telah disinggung sebelumnya, kondisi ini membuat seorang wanita tidak mampu melepaskan sel telur (ovulasi) pada waktunya. Sehingga, terjadinya pembuahan oleh sperma tergolong sangat rendah.

Anovulasi atau tidak adanya ovulasi merupakan penyebab tersering gangguan kesuburan pada wanita. Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai hal, termasuk PCOS, berat badan berlebih atau kurang, gangguan tiroid, masalah hormonal, ataupun olahraga berlebihan.

Kebanyakan wanita yang memiliki masalah ovulasi akan mengalami siklus haid yang tidak teratur. Namun, jika siklus haid Anda tidak teratur, bukan berarti juga Anda tidak subur.

1 of 2

Selanjutnya

3. Usia

Menurut the American Society for Reproductive Medicine, wanita di bawah usia 30 tahun memiliki kesempatan untuk hamil secara alami pada setiap siklus haid (setiap bulan) sebanyak 25%. Sementara itu, kesempatan untuk hamil secara alami pada tiap siklus haid setelah usia 30 tahun akan menurun menjadi hanya 20%. Di usia 40 tahun, kesempatan hamil akan semakin menurun, yaitu hanya tinggal 5%. 

Sama halnya dengan wanita, kesuburan seorang pria juga akan mulai mengalami penurunan setelah usia 40 tahun. Selain itu, penelitian juga menyebut bahwa 80% pasangan yang menikah umumnya baru akan hamil setelah 6 bulan berhubungan seksual secara rutin. Sekitar 90% di antaranya bahkan baru bisa hamil setelah berusaha 12 bulan.

4. Gangguan sperma

Berdasarkan penelitian, sekitar 20–30% sulit hamil disebabkan oleh gangguan reproduksi pada pria.

Tidak seperti pada wanita, gangguan kesuburan pada pria jarang menimbulkan gejala dan harus diperiksa melalui analisis sperma. Tindakan ini merupakan pemeriksaan untuk mengetahui kesehatan dan kualitas sperma seorang pria.

Beberapa penyebab gangguan pada sperma, yaitu pembesaran pembuluh darah vena pada testis (varikokel); infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia; kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol, sering terpapar suhu tinggi; dan adanya gangguan pada testis.

5. Sumbatan pada tuba fallopi

Sumbatan pada tuba fallopi, gangguan pada rahim atau endometriosis adalah beberapa masalah kesehatan pada wanita yang juga dapat menyebabkan sulit hamil.

Tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium (indung telur) dengan rahim. Untuk mencapai sel telur, sperma harus “berenang” masuk dari mulut rahim menuju ke dalam dan masuk ke tuba fallopi.

Proses pembuahan terjadi di tuba fallopi, di mana sperma dan sel telur bertemu. Jika terjadi gangguan, seperti adanya sumbatan pada tuba fallopi, maka pembuahan tidak bisa terjadi.

Belajar dari Shandy Aulia dan David Herbowo yang butuh waktu lama menanti hadirnya sang buah hati, Anda yang merasa sulit hamil sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab dan cara terbaik untuk mengatasinya. Jangan lupa ajak pasangan Anda, karena faktor kesuburan pasangan dipengaruhi oleh kedua belah pihak.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓