Gangguan Makan Bisa Pengaruhi Kesuburan, Benarkah?

Oleh Ayu Maharani pada 18 Jun 2019, 15:40 WIB
Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia katanya dapat memengaruhi kesuburan. Fakta atau hanya mitos belaka?
Gangguan Makan Bisa Pengaruhi Kesuburan, Benarkah? (Nicoleta Ionescu/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Masalah kesuburan mungkin masih menjadi hal sensitif, tetapi penting untuk dibahas dan diketahui bersama. Pasalnya, ada faktor tak terduga yang ternyata bisa dikaitkan dengan kondisi tersebut, yakni gangguan makan.

Hal tersebut bermula pada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa mereka yang mengalami gangguan makan anoreksia nervosa atau bulimia lebih sulit untuk hamil. Hal ini dihubungan dengan pasokan gizi yang tidak memadai, sehingga tingkat kesuburan atau infertilitas juga lebih redah.

Masalah kesuburan akibat gangguan makan

Senada dengan itu, dr. Valda Garcia dari KlikDokter berkata bahwa keterkaitan antara gangguan makan dan masalah kesuburan memang benar adanya. Tak jauh berbeda, dr. Valda juga menganggap bahwa hal tersebut berkaitan dengan pasokan gizi yang tidak memadai.

“Saat kekurangan gizi, terutama lemak, itu sangat bisa memengaruhi hormon. Hal ini akan secara otomatis berdampak juga pada tingkat kesuburan. Sebab, ketika kekurangan lemak, tubuh tidak akan menghasilkan cukup hormon estrogen. Sebagai akibatnya, sistem reproduksi tidak akan berfungsi dengan baik,” jelas dr. Valda.

Mereka yang memiliki gangguan makan cenderung melakukan diet yang tidak memenuhi kebutuhan gizi dasar. Bila seseorang memaksa dirinya untuk muntah atau menggunakan obat pencahar untuk mengosongkan usus dengan cepat, tubuh tidak akan memiliki waktu untuk menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi. Sebagai akibatnya, tubuh akan kesulitan mengolah hormon-hormon penting untuk proses reproduksi.

Lalu, bagaimana dengan pria? Apakah gangguan makan juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan padanya? Ya, mirip dengan apa yang terjadi pada wanita, gangguan makan pada pria juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan. Hal ini berkaitan dengan lemak pada tubuh  pria, yang berperan penting dalam produksi hormon testosteron.

Disebutkan bahwa pria dengan lemak tubuh yang terlalu sedikit akan menghasilkan kadar testosteron yang kurang optimal. Sehingga, produksi sperma serta kemampuan ereksi tidak akan maksimal.

Gangguan makan yang paling bahaya

Dari beberapa gangguan makan yang ada, anoreksia dianggap sebagai yang paling mematikan. Anoreksia itu sendiri adalah gangguan yang tidak membiarkan dirinya makan secara normal. Penderitanya akan sangat membatasi kalori untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan yang rendah.

Adapun akibat yang ditimbulkan bila seseorang mengalami anoreksia ataupun gangguan makan lainnya, yaitu:

  • Tidak memiliki cadangan lemak yang cukup
  • Adanya penurunan cadangan protein
  • Persediaan vitamin dan mineral habis
  • Risiko untuk mengalami homron tiroid tidak seimbang akan semakin tinggi
  • Bentuk tubuh yang tidak ideal.

Dari semua bukti yang telah dipaparkan, kesimpulan yang bisa ditarik adalah benar bahwa gangguan makan bisa pengaruhi kesuburan seseorang, baik itu wanita maupun pria. Karena itu, bila terus mengabaikan gangguan makan yang Anda – atau pasangan Anda – alami,  tak heran jika kehamilan lebih sulit untuk didapatkan.

Jadi, bila Anda atau pasangan memang mengalami gangguan makan dan terkendala untuk punya momongan, lebih baik konsultasikan masalah tersebut pada ahli gizi atau psikolog. Tindakan ini perlu untuk mencari solusi terbaik demi mengatasi masalah yang Anda dan pasangan alami, agar nantinya kesuburan bisa segera didapatkan dan kemungkinan hamil bisa meningkat.

(NB/ RVS)

Gopret PouGopret Pou

dok kalau BB 38 masih d usia 20th itu mempengaruhi kehamilan nggk