Kenali Kandungan Gula dari Label Makanan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 18 Jun 2019, 16:00 WIB
Jangan mau tertipu oleh produsen makanan kemasan yang tidak menyertakan tulisan gula. Bisa jadi, gula diganti namanya.
Kenali Kandungan Gula dari Label Makanan (Stokkete/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pada umumnya seseorang yang sedang dalam masa diet untuk menurunkan berat badan akan mengurangi asupan gula dari makanan maupun minumannya. Salah satu yang dihindari adalah semua produk kemasan yang menuliskan kandungan “gula” di dalamnya, apalagi jika jumlahnya tinggi.

Meski demikian ternyata tidak sesederhana itu untuk menghindari kandungan gula dalam makanan kemasan. Sebab, gula punya banyak nama samaran, lo!

Cek label makanan itu penting

Menurut dr. Ellen Theodora kepada KlikDokter, mengecek kandungan gizi makanan kemasan sebelum membeli adalah tindakan yang tepat.

Menurutnya, seorang konsumen tidak boleh malas untuk mengecek kandungan gizi pada kemasan makanan. Apakah makanan kemasan tersebut mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan gula.

“Hal ini semakin penting jika Anda yang memiliki penyakit seperti darah tinggi dan gula darah,” kata dr. Ellen.

Selain itu, cek pula komposisi bahan makanan untuk menghindari adanya kemungkinan makanan kemasan ini berpotensi untuk menyebabkan alergi, iritan, pewarna, serta pemanis dan/atau pengawet buatan yang membuat produk kemasan tahan lebih lama.

Kenali nama lain gula

Setiap produsen makanan kemasan memang diwajibkan untuk mencantumkan kandungan nutrisi di dalam bungkusnya, termasuk berapa kandungan gula di dalamnya. Akan tetapi, ada saja produsen makanan yang enggan menuliskan kata “gula” di kemasan, apalagi jika kandungannya tinggi.

Biasanya  mereka beranggapan, kandungan gula – apalagi jika kadarnya tinggi – akan membuat konsumen berpikir dua kali untuk membelinya.

Faktanya, pemanis dapat ditambahkan ke makanan Anda dengan berbagai nama dan kadang tidak terdengar seperti gula. Selain itu, gula dapat ditambahkan ke makanan yang tidak manis sehingga Anda semakin sulit untuk memantau asupan yang masuk ke dalam tubuh.

Kadang-kadang ada pula sejumlah kecil gula dalam sebuah produk. Karena jumlah yang kecil itu, produsen makanan tidak menuliskannya di kemasan. Di lain waktu, gula dapat pula “menyamar” sebagai bahan sehat, seperti madu, sirup beras, bahkan jus tebu kering organik. Hal ini tentu dapat mengecoh calon pembeli.

Karena alasan tersebut, akan sangat berguna bila Anda untuk mempelajari kata-kata berbeda yang merujuk pada pemanis atau gula. Apa saja nama lain yang dipakai untuk “menyamarkan” kandungan gula dalam makanan kemasan? Yuk, cek daftar berikut.

  • Sirup malt (malt syrup)
  • Gula bit
  • Sirup beras merah
  • Gula merah
  • Kristal tebu (atau "kristal jus tebu")
  • Gula tebu
  • Gula kelapa
  • Pemanis jagung
  • Sirup jagung
  • Jus tebu kering
  • Dekstrin
  • Dekstrosa
  • Jus tebu yang diuapkan
  • Fruktosa
  • Konsentrat jus buah
  • Glukosa
  • Sirop jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup)
  • Madu
  • Laktosa
  • Maltodekstrin
  • Sirup malt
  • Maltosa
  • Sirup maple
  • Gula tetes
  • Gula aren
  • Gula mentah
  • Sirup beras
  • Sakarose
  • Sorgum atau sirup sorgum
  • Sukrosa
  • Sirup
  • Tetes gula turbinado
  • Xylose

Anda harus tahu bahwa kata sirup, pemanis, dan apa pun yang berakhiran "osa" biasanya dapat dianggap sebagai gula. Jika produsen menyematkan itu semua di kemasan makanan mereka, Anda harus tahu bahwa itu adalah gula tambahan.

Jadi, mulai saat ini jangan lagi terkecoh ya. Tidak terteranya kata “gula” dalam sebuah kemasan bukan berarti produk itu sama sekali bebas gula. Bisa jadi, kandungan gula disamarkan dengan nama lain. Jika Anda jeli melihat nama-nama lain gula tersebut, langsung lihat berapa banyak kandungannya. Kalau terlalu banyak, lebih baik jangan beli makanan itu karena tidak menguntungkan bagi segi kesehatan Anda.

[HNS/ RVS]