Jangan Panik Saat Anak Tantrum, Kenali Nilai Positifnya

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 18 Jun 2019, 16:20 WIB
Tantrum anak tak selamanya buruk. Ada beberapa nilai positif yang bisa Anda ambil ketika anak tantrum
Jangan Panik Saat Anak Tantrum, Kenali Nilai Positifnya (Iulian-Valentin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu permasalahan yang dihadapi orang tua adalah ketika anak tantrum. Sebisa mungkin, orang tua akan mendiamkan anak yang sedang tantrum agar mereka bisa terkendali. Sebenarnya, Anda tidak perlu panik ketika anak mengalami tantrum karena ternyata ada nilai positifnya.

"Tantrum merupakan ledakan emosi yang dirasakan oleh seseorang, dalam hal ini anak, yang diekspresikan dalam perilaku yang berlebihan. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak usia satu hingga tiga tahun. Alasannya pun bisa bermacam-macam," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Orang tua mungkin akan jengkel ketika anak tantrum. Apalagi tantrumnya di tempat umum. Akan tetapi, orang tua tidak perlu marah-marah jika anak mengalami itu.

Menurut dr. Sepriani, wajar anak 1-3 tahun mengalami tantrum. Kemampuan bahasa anak pada usia itu masih berkembang dan belum sempurna, sehingga membuatnya sulit menyampaikan apa yang dirasakannya, baik isi hatinya maupun keinginannya. Hal tersebut akhirnya membuat anak frustasi dan akhirnya terjadi tantrum.

Jangan panik, tantrum ada gunanya juga

Umumnya, orang tua sepakat bahwa tantrum cukup menganggu mereka. Hanya saja, Anda tidak usah khawatir. Pasalnya, tantrum ada positifnya juga.

"Ketika terjadi tantrum, artinya anak mampu mengekspresikan dirinya dan keinginannya. Secara natural, frekuensi tantrum ini akan berkurang di usia empat hingga lima tahun saat anak sudah bisa menyampaikan keinginannya dengan lebih jelas," kata dr. Sepriani.

Selain itu, ada pula beberapa nilai positif dari anak tantrum yang bisa Anda temukan:

1. Meluapkan emosi baik

Air mata mengandung kortisol, hormon stres. Ketika anak menangis, berarti itu anak Anda benar-benar melepaskan stres dari tubuhnya. Air mata juga telah ditemukan untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesejahteraan emosional, asalkan ada orang yang dicintai yang dekat untuk mendapatkan dukungan.

2. Menangis dapat membantu anak Anda belajar

Momen anak tantrum, itu berarti momen di mana seorang anak sedang berjuang dan mengekspresikan rasa frustrasi mereka membantu mereka menjernihkan pikiran mereka sehingga mereka dapat belajar sesuatu yang baru.

3. Anak bisa tidur lebih nyenyak

Mengizinkan anak Anda untuk mencapai akhir dari amarahnya meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan dapat membantunya tidur sepanjang malam.

4. Anda bilang “tidak”, dan itu bagus

Salah satu penyebab tantrum pada balita adalah ketika Anda mengatakan “tidak”. Tapi, itu bagus! Mengatakan “tidak” memberi anak Anda batasan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima.

5. Tantrum membuat Anda dan anak lebih dekat

Mungkin sulit dipercaya pada saat itu, tetapi perhatikan dan tunggu. Anak Anda yang marah mungkin tidak terlihat menghargai Anda berada di sana, tetapi ia menghargai Anda. Biarkan dia melewati badai perasaannya tanpa berusaha menghentikannya.

Jangan terlalu banyak bicara tetapi tawarkan beberapa jenis kata yang meyakinkan. Tawarkan pelukan. Percayalah, anak Anda akan merasa lebih dekat dengan Anda sesudahnya.

6. Membantu perilaku anak Anda dalam jangka panjang

Terkadang emosi anak keluar dengan cara lain, seperti agresi, kesulitan berbagi, atau menolak bekerja sama dalam tugas-tugas sederhana seperti berpakaian atau menyikat gigi. Ini semua merupakan tanda umum bahwa anak Anda sedang berjuang dengan emosinya. Mengamuk besar membantu anak Anda melepaskan perasaan yang bisa menghalangi dirinya yang alami dan menjadi kooperatif.

Jika selama ini Anda panik menyikapi si Kecil yang tantrum, kini ubah pola pikir Anda. Ternyata ada beberapa nilai positif yang muncul dari anak tantrum, seperti yang dipaparkan di atas. Namun jika kondisi tersebut sudah tidak bisa dikendalikan, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan psikolog.

[RVS]