Kena Penyakit Keras? Ini Cara Menjelaskannya pada Anak

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 19 Jun 2019, 14:20 WIB
Perlu pendekatan khusus untuk menyampaikan mengenai penyakit keras yang Anda alami kepada anak. Ini tips yang bisa diterapkan.
Kena Penyakit Keras? Ini Cara Menjelaskannya pada Anak (Photographee.eu/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bukan hal yang mudah untuk menerima fakta bahwa Anda terdiagnosis suatu penyakit keras, seperti kanker, gagal ginjal, dan sebagainya. Lebih sulit lagi bila Anda memiliki putra atau putri, yang harus Anda beri penjelasan mengenai penyakit yang Anda alami tersebut.

Situasi sulit seperti ilustrasi di atas sering membuat orang tua bingung, sehingga memutuskan untuk bungkam mengenai penyakit keras yang dialami. Malahan, sebagian orang lebih memilih untuk menyembunyikannya dari anak. Padahal, anak perlu tahu kondisi orang tua yang sesungguhnya, karena bagaimanapun juga mereka adalah bagian dari keluarga.

Menjelaskan pada anak

Bila anak memang harus diberi tahu mengenai penyakit keras yang dialami oleh orang tua – ayah atau ibunya - perlu cara yang tepat untuk menyampaikannya. Hal ini bertujuan agar anak tidak mengalami syok akibat mendengar berita tersebut.

Untuk solusi terbaik, para ahli menyarankan cara-cara sebagai berikut:

1. Suasana yang kondusif

Anda tidak dapat menyampaikan berita yang sulit ini bila Anda sendiri masih belum bisa mengatur emosi, atau kondisi keluarga belum stabil. Tunggu hingga suasana hati Anda membaik, ada pasangan atau keluarga yang mendampingi Anda saat menyampaikan kabar mengenai penyakit keras itu kepada anak.

Perhatikan pula suasana hati si Kecil. Jika ia tampak murung, harinya di sekolah tidak berjalan baik, ada baiknya Anda tunda maksud untuk menyampaikan berita kurang menyenangkan itu.

2. Jujur kepada anak

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sikap jujur dan komunikasi terbuka merupakan kunci sukses untuk menopang anak dalam proses menerima bahwa orang tua mereka mengalami penyakit keras.

Dalam masa sulit ini, anak memerlukan jawaban jujur untuk setiap pertanyaan mereka. Berhenti mengatakan, “Ayah atau Ibu tidak apa-apa,” karena hal itu akan membuat si Kecil bingung dan malah menyakiti perasaannya.

1 of 2

Selanjutnya

3. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti

Pakar dari American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua untuk menyampaikan berita mengenai penyakit keras kepada anak sesuai dengan usia dan perkembangan mereka. Berikut adalah rekomendasinya:

  • Usia 2–6 tahun

Sampaikan dengan sederhana, misalnya “Ibu sedang sakit dan harus rutin pergi ke dokter”. Jelaskan juga bahwa perubahan fisik yang dialami ayah atau ibunya merupakan bagian dari pengobatan atau penyakitnya.

Anak-anak sering berpikir bahwa penyakit yang dialami orang tua terjadi akibat kenakalan atau sikap buruk mereka. Karena itu, Anda perlu menyampaikan bahwa anak bukanlah penyebab penyakit keras tersebut.

Selain itu, anak juga percaya penyakit keras seperti kanker atau kematian dapat menular sehingga Anda juga perlu jelaskan mengenai hal ini. Beritahukan bahwa penyakit keras yang Anda alami tidak dapat ditularkan pada anak.

  • Usia 7–11 tahun

Anda sudah dapat menyampaikan informasi yang lebih detail pada anak usia ini. Misalnya, “Ayah mengalami penyakit kanker. Kakak tahu tidak kanker itu apa?”  Biarkan anak menyampaikan jawabannya. Bila ia belum tahu, sampaikan dalam bahasa sederhana, seperti “Ada sesuatu yang tumbuh dalam tubuh Ayah yang seharusnya tidak ada di sana, dan itu berbahaya”.

Jelaskan juga mengenai efek dari penyakit keras tersebut dan pengobatannya. Anak usia sekolah seperti ini mungkin sudah dapat menggunakan gawai dan mencari seputar penyakit keras tersebut di internet. Katakan bahwa ia boleh mencari tahu mengenai penyakit tersebut dan menanyakan apa pun yang ia bingungkan kepada Anda.

  • Di atas 12 tahun

Memasuki usia remaja, respons dari anak mungkin beragam. Namun, yang paling umum adalah kemarahan. Untuk menghindarinya, sampaikan lebih dahulu, seawal mungkin sejak Anda mengetahui diagnosis penyakit terkait.

Pada anak usia remaja, Anda dapat menyampaikannya dengan lebih detail, termasuk pengobatan dan kemungkinan komplikasi penyakit keras yang dialami.

4. Biarkan anak menyatakan emosinya

Rasa sedih, bingung, takut, bahkan marah sangat wajar dialami anak. Biarkan ia meluapkannya dengan bebas terhadap Anda, dan dampingi si Kecil selalu agar ia tak melakukan hal yang mungkin menyakiti dirinya sendiri.

Hal penting selain menyampaikan mengenai penyakit keras yang Anda alami adalah menunjukkan pada anak bahwa Anda sekeluarga mendapat dukungan penuh dari orang terdekat. Anak mungkin merasa takut ia akan ditinggalkan oleh orang yang disayanginya. Karena itu, Anda perlu menekankan bahwa anak dapat tetap merasa aman karena banyak orang yang mengasihi dan merawatnya.

Penyakit keras yang dialami oleh orang tua bukanlah berita yang menyenangkan untuk disampaikan pada anak. Namun, menyembunyikan atau berbohong pada si Kecil bukanlah tindakan terpuji. Karena itu, berbekal pendekatan khusus seperti langkah-langkah di atas, sampaikanlah kabar tak sedap itu sebaik mungkin pada anak tanpa melupakan aspek tumbuh kembangnya.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓