Fakta Seputar Anemia Sel Sabit yang Wajib Diketahui

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 20 Jun 2019, 08:30 WIB
Badan lemas dan nyeri sendi dapat menjadi ciri dari anemia sel sabit. Apa bahaya penyakit ini bila tidak segera ditangani?
Fakta Seputar Anemia Sel Sabit yang Wajib Diketahui (Kateryna Kon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda pernah mendengar tentang anemia sel sabit? Ini adalah jenis anemia atau penyakit kurang darah yang juga dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti badan lemas, tidak bertenaga dan gangguan tumbuh kembang apabila terjadi pada anak-anak.

Anemia sel sabit terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Hal ini sangat berbahaya untuk kesehatan, mengingat sel darah merah merupakan kunci penting dalam menjaga tercukupinya pasokan oksigen untuk menunjang kehidupan dan kerja sel-sel tubuh. Bila diibaratkan, sel darah merah merupakan “kendaraan” yang membawa oksigen dan zat gizi, yang kemudian diedarkan ke setiap sel di dalam tubuh Anda.

Dalam kondisi normal, sel darah merah berbentuk bulat dan sangat fleksibel. Dengan bentuk tersebut sel darah merah sangat mudah ikut dalam aliran pembuluh darah, dari yang berukuran besar (aorta) hingga kecil (kapiler). Pada anemia sel sabit, sel darah merah menjadi sangat kaku dan berbentuk seperti bulan sabit, sehingga sangat mudah menempel, menggumpal dan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Tak hanya itu, sel darah merah pada anemia sel sabit juga sangat rapuh dan mudah rusak. Bila sel darah merah normal berusia sekitar 120 hari, maka usia sel darah merah pada anemia sel sabit hanya 10–20 hari saja. Setelah itu, sel darah tersebut akan rusak, hancur dan membuat tubuh kehilangan pasokan oksigen dan gizi untuk menunjang kinerja sel-sel penting.

Gejala anemia sel sabit

Keluhan-keluhan yang dianggap biasa ternyata dapat menjadi gejala awal dari adanya anemia sel sabit. Beberapa gejala tersebut, di antaranya:

  • Badan lemas

Anemia sel sabit menyebabkan sel darah merah mudah rusak dan hancur. Sebagai akibatnya, distribusi oksigen menjadi tidak optimal dan cenderung kurang. Oleh karena itu, organ-organ penting akan kekurangan pasokan untuk bekerja dan salah satu kondisi yang bisa terjadi kemudian adalah badan lemas.

  • Nyeri

Karena memiliki bentuk yang kaku dan tidak beraturan, sel darah merah pada anemia sel sabit dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah. Keadaan ini bisa berakibat pada terjadinya keluhan nyeri, yang disebut nyeri iskemik.

Nyeri akibat anemia sel sabit biasanya terjadi di dada, perut atau sendi. Keluhan ini bisa terjadi secara berulang dan berlangsung hingga hitungan minggu.

  • Mudah sakit

Bentuk sel darah merah yang tidak beraturan pada anemia sel sabit dapat memberatkan kinerja organ limpa. Oleh karena itu, organ tersebut akan kehilangan fungsi utamanya untuk mempertahankan tubuh dari serangan berbagai kuman penyebab penyakit. Inilah alasan mengapa penderita anemia sel sabit sangat rentan terkena penyakit, yang gejalanya cenderung berat.

  • Bengkak di tangan dan kaki

Selain nyeri, sumbatan yang disebabkan oleh tumpukan sel sabit juga berakibat pada terjadinya bengkak di tangan maupun kaki. Selain itu, sumbatan di pembuluh darah yang mengalir ke mata juga dapat mengakibatkan gangguan penglihatan.

  • Gangguan tumbuh kembang

Anak yang terkena anemia sel sabit sangat mungkin untuk mengalami gangguan tumbuh kembang. Hal ini terjadi karena pertumbuhan organ-organ penting di dalam tubuh membutuhkan oksigen yang memadai. Karena anemia sel sabit membuat pasokan oksigen benar-benar terbatas, maka organ-organ penting tidak akan mengalami gangguan tumbuh kembang.

Anemia sel sabit terjadi akibat mutasi gen yang mengatur pembentukan hemoglobin, yaitu struktur kaya akan oksigen dalam sel darah merah. Penyakit ini bersifat keturunan dan diwariskan oleh kedua orang tua. Dengan kata lain, bila salah satu orang tua memiliki gen anemia sel sabit, kemungkinan anak untuk mengalami penyakit tersebut akan meningkat berlipat ganda.

Hinga kini, obat untuk mengobati anemia sel sabit hingga tuntas masih belum ditemukan. Terapi yang diberikan pada pasien dengan penyakit tersebut hanya bertujuan untuk membantu pasien supaya bisa memiliki kualitas hidup yang tetap baik.

Memperingati Hari Anemia Sel Sabit yang jatuh pada hari ini lewat paparan di atas, kini Anda sudah lebih mengerti tentang penyakit ini. Hal yang paling perlu diperhatikan dengan saksama, anemia sel sabit jangan diabaikan. Jika Anda merasakan tanda atau gejala yang mengarah pada penyakit ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, penderita anemia sel sabit diharapkan mampu memiliki kehidupan layaknya orang yang sehat.

(NB/ RVS)