Waspada Hipertiroid Kalau Tangan Sering Tremor

Oleh dr. Valda Garcia pada 21 Jun 2019, 09:00 WIB
Tangan sering tremor atau gemetar tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi, hipertiroid penyebabnya
Waspada Hipertiroid Kalau Tangan Sering Tremor (Orawan Pattarawimonchai/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin sebagian dari Anda masih menganggap sepele kondisi tangan sering tremor tanpa pemicu yang jelas. Bisa jadi, yang Anda alami adalah hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.

Tremor adalah suatu gerakan yang tidak disadari, menimbulkan efek berupa gerakan bergetar pada salah satu bagian tubuh atau lebih. Kondisi seperti ini paling sering ditemukan pada tangan, namun dapat juga terjadi pada lengan, kepala hingga kaki.

Kondisi tremor ini dapat berlangsung secara terus menerus atau dengan jeda waktu tertentu. Bergetarnya beberapa bagian tubuh ini paling sering ditemukan pada usia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada golongan usia manapun.

Gangguan ini juga dapat terjadi baik pada pria maupun wanita. Meski kondisi tremor tidak mengancam nyawa, namun akan sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Jenis tremor berdasarkan karakternya

Ketika seseorang mengalami tremor, penyebabnya bisa beragam, tergantung dari faktor pemicu, durasi terjadinya tremor hingga faktor yang dapat meringankan tremor. Berikut beberapa tipe tremor berdasarkan karakteristiknya:

  • Tremor istirahat (resting tremor)

Tremor jenis ini berlangsung tanpa pemicu yang jelas. Tremor dapat muncul ketika sedang beristirahat atau ketika tidak melakukan gerakan apapun.

Sering kali kondisi tremor tipe ini hanya memengaruhi tangan atau jari dan dijumpai pada orang dengan Parkinson.

  • Tremor aksi (action tremor)

    Tremor terjadi bersamaan dengan gerakan otot yang disadari dan muncul karena adanya faktor pemicu, yaitu setelah melakukan gerakan tertentu. Terdapat beberapa gerakan yang dapat memicu timbulnya tremor, seperti:

    • Gerakan melawan gravitasi, seperti mengangkat tangan dalam jangka waktu yang cukup lama.
    • Gerakan yang berulang seperti membuka dan menutup mata.
    • Gerakan yang bertujuan untuk menyentuh target atau titik tertentu, seperti menggerakkan jari untuk menyentuh hidung. Tremor akan lebih terlihat ketika semakin mendekati target.
    • Gerakan yang membutuhkan keahlian tertentu seperti menulis atau berbicara.
    • Gerakan mengangkat benda yang berat dalam waktu yang cukup lama.

Selain kedua jenis di atas, tremor juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu seperti epinefrin dan amfetamin, serta konsumsi kafein.

Tak hanya itu, informasi mengenai riwayat penyakit dahulu dan riwayat penyakit keluarga juga dapat berkaitan dengan tremor, salah satunya adalah karena hipertiroid.

Hipertiroid yang memicu terjadinya tremor

Tiroid merupakan kelenjar yang terdapat di leher manusia. Ketika kelenjar tersebut bekerja terlalu keras, metabolisme tubuh secara keseluruhan dapat meningkat dan menimbulkan kesulitan untuk tidur, meningkatkan denyut jantung hingga menimbulkan getaran pada tangan.

Hormon tiroid (thyroxine dan triiodothyronine) sendiri juga meningkatkan kerja sel saraf dan memengaruhi pergerakan otot hingga menimbulkan tremor. Jadi, benar adanya bahwa kondisi hipertiroid pun berkaitan dengan tremor.

Risiko terjadinya tremor akan lebih besar ketika seseorang memiliki aktivitas tiroid yang berlebihan dan disertai dengan faktor risiko, seperti:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Diabetes mellitus tipe 1
  • Anemia
  • Konsumsi makanan tinggi iodin secara berlebihan
  • Usia di atas 60 tahun
  • Wanita
  • Riwayat kehamilan dalam 6 bulan terakhir.

Lebih sering dijumpai pada wanita dibandingkan pria, konsumsi iodin secara berlebihan juga dapat meningkatkan kadar hormon tiroid dalam tubuh. Itulah sebabnya wanita dengan gangguan kesuburan sering kali memiliki fungsi tiroid yang tidak optimal.

Jika sudah demikian, pemeriksaan tiroid seperti TSH dan FT4 dibutuhkan untuk mengetahui kondisi tiroid, sehingga memperoleh terapi yang tepat.

Meskipun tidak mengancam nyawa, tangan sering tremor juga tak boleh disepelekan. Bila mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab utamanya. Sehingga, terapi dapat diberikan secara optimal.

[NP/ RVS]