Cara Memilih Lensa kontak yang Tepat untuk Mata Minus

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 21 Jun 2019, 09:30 WIB
Lensa kontak dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk mata minus. Jangan salah pilih, agar manfaatnya benar-benar bisa Anda rasakan!
Cara Memilih Lensa kontak yang Tepat untuk Mata Minus (Roman Samborskyi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Alat bantu lihat untuk penderita mata minus yang saat ini sering digunakan adalah lensa kontak. Karena bentuknya menyerupai kornea mata, benda yang satu ini dianggap lebih praktis dan memiliki manfaat yang tak jauh berbeda dengan kacamata.

Namun, meski lensa kontak dapat dijadikan sebagai solusi mata minus, Anda wajib terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakannya. Tindakan ini dilakukan agar ukuran mata minus yang Anda alami dapat diketahui secara akurat.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah memilih lensa kontak yang paling tepat untuk digunakan guna mengatasi mata minus yang dialami. Terkait ini, beberapa hal yang mesti Anda perhatikan adalah:

  1. Jenis lensa kontak

Saat ini terdapat dua jenis lensa kontak yang dijual di pasaran, yaitu lensa kontak jenis lunak dan keras. Sebagian orang memilih lensa kontak jenis lunak, karena penggunaannya lebih mudah dibandingkan yang keras.

  1. Ukuran minus mata

Lensa kontak umumnya dijual secara sekaligus dalam satu kotak, dengan ukuran yang sama. Nah, jika ukuran minus mata kiri dan kanan Anda memiliki perbedaan di atas 0,25, belilah 2 kotak lensa kontak dengan ukuran yang berbeda.

  1. Kadar air pada lensa kontak

Lensa kontak dengan kadar air di atas 50% dapat dengan mudah menarik cairan dari mata Anda. Penggunaan lensa kontak yang demikian dapat berakibat pada terjadinya mata kering, apalagi jika digunakan dalam waktu lama atau memang kondisi mata Anda sudah kering sedari awal.

Jika kondisi mata Anda tergolong normal, maka boleh-boleh saja jika ingin menggunakan lensa kontak dengan kadar air yang tinggi.

  1. Ukuran diameter lensa kontak

Saat ini banyak lensa kontak yang dijual dengan diameter besar untuk membuat penggunanya terlihat seperti mata boneka (doll eyes). Sayangnya, semakin besar diameter lensa kontak, semakin banyak pula bagian mata yang tertutup olehnya. Sebagai akibatnya, kornea (bola mata) tidak mendapakan udara yang cukup sehingga memicu terjadinya gejala mata bengkak atau bahkan gangguan penglihatan.

  1. Ketahui posisi lensa kontak yang tepat

Jika saat Anda berkedip lensa kontak ikut bergerak sedikit, maka hal tersebut pertanda baik. Ini karena hal tersebut berarti bahwa lensa kontak yang Anda gunakan memberikan celah pergantian air mata untuk membilas kotoran di mata. Selain itu, jika lensa kontak sedikit bergerak saat Anda kedip, pertukaran udara di antara kornea dan lensa kontak juga lebih optimal.

Perhatikan ini!

Lensa kontak juga perlu dirawat, agar fungsinya terjaga dengan baik. Beberapa hal yang mesti Anda perhatikan terkait perawatan lensa kontak ialah:

  • Bersihkan tangan sebelum memegang lensa kontak. Pastikan Anda sudah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memasang dan melepaskan lensa kontak ke mata.
  • Lepas lensa kontak jika ingin tidur. Saat Anda ingin tidur malam hari, segera lepaskan lensa kontak yang tadinya digunakan. Medis sangat tidak menyarankan untuk menggunakan lensa kontak saat tidur, karena dapat memicu iritasi di bola mata.
  • Simpan dan bersihkan lensa kontak dengan teliti. Bersihkan lensa kontak secara rutin dan teratur, dengan cara yang baik dan benar. Karena, jika kebersihan lensa kontak tidak terjaga dengan baik, debu atau kuman yang ada di sekitar bisa saja menempel dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit mata.
  • Jangan rendam lensa kontak dengan air biasa. Untuk menyimpan lensa kontak di tempatnya, Anda perlu membilas dan merendam benda tersebut dengan cairan khusus. Anda tidak disarankan untuk membilas dan merendam lensa kontak dengan air biasa, sekalipun itu air matang. Ini karena air biasa memiliki kandungan yang berbeda, dan malah membuat lensa kontak rusak atau kering jika diaplikasikan di mata.

Meski telah menggunakan lensa kontak untuk mata minus yang tepat dan merawatnya dengan baik, Anda tetap mesti berkonsultasi ke dokter mata secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang nantinya bisa merusak kondisi mata dan fungsi penglihatan Anda. Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk menggunakan lensa kontak secara terus-menerus. Akan lebih baik bila lensa kontak digunakan bergantian dengan kacamata, agar kesehatan indera penglihatan Anda senantiasa terjaga.

(NB/ RVS)