Alasan Vitamin D Penting untuk Pertumbuhan Anak

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 21 Jun 2019, 11:30 WIB
Vitamin D sangat penting bagi tulang di masa pertumbuhan anak. Mengapa demikian? Temukan alasannya di sini.
Alasan Vitamin D Penting untuk Pertumbuhan Anak (Master1305/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Seorang anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Kekurangan nutrisi dapat membuat pertumbuhan anak tidak optimal. Salah satu nutrisi penting yang harus Anda penuhi tersebut adalah vitamin D.

Vitamin yang dijuluki sunshine vitamin atau vitamin cahaya matahari ini sangat mudah didapatkan, terlebih di negara tropis seperti Indonesia. Anda cukup berjemur di bawah matahari pagi sekitar 5-10 menit. Sinar matahari di bawah pukul 10.00 juga baik untuk bayi yang baru lahir.

Baik pada orang dewasa maupun anak-anak, vitamin D antara lain bermanfaat dalam metabolisme tulang, sistem imun, dan anti-peradangan. Untuk anak-anak, vitamin D akan membantu penyerapan kalsium dan fosfat dari makanan dalam usus, serta memadatkan tulang.

Hati-hati kekurangan vitamin D pada anak

Meski Indonesia berlimpah sinar matahari nyaris sepanjang tahun, masih banyak anak yang kekurangan vitamin D. Di Indonesia sendiri, tercatat lebih dari 90 persen anak di bawah usia 13 Tahun tidak mencukupi kebutuhan vitamin D.

Selain kurang terpapar sinar matahari, faktor lain terjadinya defisiensi vitamin D pada anak adalah konsumsi makanan yang sedikit mengandung vitamin D, dan pemberian ASI dalam waktu lama tanpa suplementasi vitamin D.

Sebanyak 90 persen kebutuhan vitamin D anak pada dasarnya bisa didapatkan hanya dari cahaya matahari. Sisanya, dapat Anda penuhi dari makanan yang anak makan, seperti ikan salmon, tuna, makarel, susu, dan keju.

Ketika anak kekurangan vitamin D dalam waktu yang cukup lama, kalsium dan fosfat dalam darah akan sedikit sehingga mineral penyusun dalam tulang akan dipecah. Ketika tulang kehilangan mineral kalsium dan fosfat, kepadatannya juga akan berkurang sehingga tulang menjadi lunak dan halus.

Keadaan tersebut disebut sebagai penyakit Rickets. Tulang yang kehilangan kepadatan ini tentu akan menghambat pertumbuhan anak yang sedang pesat-pesatnya.

Kenali gejala penyakit Rickets

Penyakit Rickets paling sering menyerang anak usia 6-36 bulan. Gejala dari penyakit ini yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Nyeri pada sendi lengan, lutut, pinggang atau punggung. Ketika anak anda mengeluh nyeri di tempat-tempat tersebut apalagi disertai gejala lain, anda patut curiga penyakit Rickets.
  • Patah tulang. Karena kehilangan kepadatannya, tulang jadi lebih lunak dan halus. Tulang pun lebih mudah mengalami fraktur atau patah tulang.
  • Kram otot. Selain berfungsi sebagai zat penyusun tulang, kalsium juga berperan dalam kontraksi otot. Kalsium yang rendah dalam tubuh akan menyebabkan gangguan pada proses tersebut sehingga menyebabkan kram pada otot.
  • Kelainan kerangka tulang. Kerangka tulang berfungsi sebagai penopang tubuh untuk postur tubuh. Ketika tulang tersebut lunak maka fungsi penopang akan terganggu karena membutuhkan kekokohan tulang dan tenaga yang besar. Lama-kelamaan, bisa terjadi kelainan kerangka, seperti kifosis pada tulang belakang, tulang lengan melengkung, kaki melengkung membentuk “O”, dan tulang rusuk membusung.
  • Perawakan pendek. Pertumbuhan seorang anak banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan tulang. Ketika pembentukan tulang terganggu, pertumbuhan anak juga akan terhambat. Akibatnya, anak mengalami perawakan pendek, yaitu tinggi di bawah rata-rata sebayanya walaupun berat badan mencukupi.

Vitamin D sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Karena itu, penuhi kebutuhan vitamin D anak Anda dengan memberikan paparan sinar matahari yang cukup serta asupan tinggi vitamin D. Namun, jika telanjur terjadi masalah seperti di atas, segera konsultasikan kepada dokter. Dokter akan memberikan suplemen vitamin D agar tidak terjadi kelainan pertumbuhan secara permanen.

[HNS/ RVS]