7 Tips Memilih Rumah Sakit Saat Anak Perlu Rawat Inap

Oleh Ayu Maharani pada 21 Jun 2019, 16:30 WIB
Anak jatuh sakit dan dokter menyarankan untuk rawat inap? Ikuti tips ini agar Anda tidak salah pilih rumah sakit.
7 Tips Memilih Rumah Sakit Saat Anak Perlu Rawat Inap(ESB-Professional/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak, terutama soal kesehatan. Karenanya, saat anak jatuh sakit dan butuh rawat inap, tak sedikit orang tua justru merasa kebingungan memilih rumah sakit yang tepat lantaran terlalu banyak pilihan. Hal seperti ini tidak mengherankan, mengingat orang tua ingin si Kecil mendapat perawatan yang paling baik agar bisa segera sembuh dari penyakitnya.

Nah, agar tidak salah pilih rumah sakit untuk anak rawat inap, berikut beberapa saran yang diberikan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter:

1. Lokasi tidak jauh dari rumah

Ini poin pertama yang mesti jadi pertimbangan. Bila penyakit atau kondisi si Kecil tidak terlalu genting sehingga tidak ada rekomendasi rumah sakit khusus dari dokter yang memeriksa, pilihlah rumah sakit yang cukup dekat dengan rumah.

Lokasi rumah yang dekat dengan rumah sakit memudahkan mobilitas dari orang yang akan menunggu si Kecil saat dirawat nanti. Selain itu, ketika anak sudah diperbolehkan pulang tetapi masih harus kontrol ke dokter (rawat jalan), perjalanan tidak akan terlalu melelahkan karena dekat dari rumah.

2. Rumah sakit dengan banyak pilihan pembayaran

Bila Anda termasuk keluarga yang berkecukupan, biaya rawat inap rumah sakit mungkin bukan masalah yang berarti. Namun, ada baiknya juga bila Anda memilih rumah sakit dengan biaya rawat inap yang relatif terjangkau, memiliki fasilitas maupun pelayanan yang memadai, dan memiliki beberapa pilihan pembayaran. Sehingga, pengobatan si Kecil bisa dibayar menggunakan asuransi seperti BPJS ataupun biaya mandiri.

3. Perhatikan kelengkapan fasilitas dan ketersediaan dokter

Memang, ada harga ada kualitas. Umumnya, semakin mahal biaya perawatan di rumah sakit, semakin lengkap pula fasilitas kesehatan yang ditawarkan.

“Perhatikan apakah intensive care unit (ICU) dan high care unit (HCU) di rumah sakit itu memiliki peralatan yang lengkap atau tidak, dan sepadat apa kapasitas ruangannya,” jelas dr. Devia.

Jangan sampai Anda memaksakan diri untuk merawat anak di ruangan ICU dan HCU yang tak lengkap atau rela menunggu ruangan yang terlalu penuh.  

“Lalu, perhatikan ketersediaan dokter di rumah sakit itu. Apabila rumah sakit tersebut terlihat sepi atau dokternya jarang ada di tempat, lebih baik pilih rumah sakit yang lain,” tutur dr. Devia.

4. Pilih rumah sakit yang responsif

Anda mesti memilih rumah sakit yang mampu melakukan tindakan medis dengan cepat dan responsif. Jangan sampai, anak terlalu lama dibiarkan sehingga perawatan yang diberikan terlambat dan kondisi si Kecil memburuk.

Tindakan cepat yang diberikan oleh petugas medis juga mesti disesuaikan riwayat penyakit si Kecil. Jangan sampai karena ingin cepat mengatasi keluhan yang dialami anak, suster memberikan obat yang justru membuatnya lebih parah.

5. Pilih rumah yang sakit sesuai dengan penyakit

Akan lebih baik bila anak dirawat inap di rumah sakit yang sesuai dengan penyakitnya. Misalnya, ketika yang bermasalah adalah mata, maka pilihlah rumah sakit mata. Ketika yang bermasalah otak, maka pilihlah rumah sakit khusus otak.

Begitu pula dengan kanker. Lebih baik ambil pengobatan dan perawatan intensif di rumah sakit khusus kanker. Bila bukan penyakit parah atau belum jelas, anak-anak lebih baik dirawat inap di rumah sakit ibu dan anak.

6. Pilih rumah sakit dengan obat yang lengkap

Mungkin Anda sudah mengetahui mana rumah sakit yang memberikan obat itu-itu saja alias tidak lengkap ataupun beragam. Alhasil, pasien harus beli ke apotek lain.

Jika memang rumah sakit yang hendak dituju kurang lengkap dalam hal ketersediaan obat, lebih baik pilih rumah sakit lain. Anda tak ingin si Kecil mendapatkan obat yang tidak tepat, bukan?

7. Pilih rumah sakit yang punya aturan ketat

Terakhir, dr. Devia menyarankan Anda untuk memilih rumah sakit dengan jam kunjungan yang ketat.

“Ini sangat penting bagi kenyamanan pasien dan proses penyembuhannya. Jangan sampai ada banyak orang yang membesuknya di jam-jam istirahat sehingga dia justru tidak bisa memulihkan kondisi tubuhnya dengan baik,” jelas dr. Devia.

“Akan lebih baik bila rumah sakit yang dipilih hanya memperbolehkan satu orang untuk menjaga si pasien,” pungkasnya.

Selama rawat inap di rumah sakit yang tepat, berikan kesempatan anak untuk beristirahat total. Hindari memberitahu banyak orang, apalagi yang tidak terlalu dekat. Tindakan ini dilakukan agar tidak terlalu banyak orang yang membesok sehngga justru berakibat terganggunya proses pemulihan si Kecil.

(NB/ RVS)