Manfaat Keluak bagi Kesehatan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 22 Jun 2019, 09:00 WIB
Salah satu bahan bumbu dari makanan khas Betawi, gabus pucung, adalah keluak. Kenali manfaat keluak bagi kesehatan.
Manfaat Keluak bagi Kesehatan (JPL Designs/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hari ini, Sabtu 22 Juni, ibu kota Jakarta tepat berulang tahun yang ke-492. Tak afdal rasanya memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta tanpa menikmati makanan makanan khas Betawi seperti kerak telor, dodol Betawi, bir pletok hingga gabus pucung. Gabus pucung merupakan hidangan kuah berbahan ikan gabus. Salah satu bumbu yang biasa digunakan adalah keluak, yang sering juga disebut kluwek atau kepayang.

Selain untuk bumbu gabus pucung, keluak juga sering digunakan sebagai bumbu rawon. Secara tampilan, warnanya yang hitam memang tampak kurang menarik. Tapi dari segi rasa, sudah pasti lezat. Tak hanya itu, keluak juga punya manfaat bagi kesehatan.

Keluak punya manfaat bagi kesehatan

Untuk membuat hidangan gabus pucung, salah satu bumbu yang wajib ada adalah keluak. Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI), keluak adalah buah pohon kepayang, kemudian bijinya direbus sampai masak dan diperam dalam abu selama satu bulan.

Saat diolah menjadi bumbu rawon dan gabung pucung keluak akan memberikan warna hitam yang pekat pada kuah hidangan. Selain itu keluak juga memberikan rasa gurih.

Namun ternyata, keluak ternyata juga punya manfaat nutrisi.

Biji dengan nama latin Pangium edule itu ternyata memiliki kandungan vitamin C dan zat besi yang cukup tinggi. Berkaca pada hal ini, menyantap gabus pucung tidak hanya bisa mendapatkan asupan protein dari ikan gabus tapi juga vitamin C dan zat besi dari keluak.

Menurut dr. Bambang Hady dari KlikDokter, manfaat vitamin C yang paling utama adalah menjaga daya tahan tubuh. Vitamin yang biasa didapat dari buah jeruk ini juga bagus untuk kulit.

"Manfaat vitamin C untuk kesehatan tubuh dan kulit, pertama sebagai antioksidan sehingga bisa membantu memperkuat daya tahan tubuh. Lalu, mencegah penyakit ringan, misalnya flu dan badan lelah," ujar dr. Bambang Hady.

"Vitamin C juga bisa memperbaiki jaringan sel kulit mati untuk proses regenerasi atau mencegah penuaan dini. Selain itu, vitamin C juga bisa memperbaiki mood, dan menjaga kadar vitamin dalam tubuh dalam batas normal. Kalau dalam jangka panjang, bagus untuk peremajaan kulit," lanjut dr. Bambang.

Selain vitamin C, nutrisi zat besi dalam keluak juga tak bisa diabaikan begitu saja. Manfaatnya bagi sel darah merah dalam tubuh dan bagi ibu hamil patut juga diperhitungkan.

"Zat besi adalah salah satu komponen sel darah merah, yaitu hemoglobin. Zat besi ini dibutuhkan tubuh untuk mencegah anemia karena zat besi mengikat hemoglobin. Lalu, zat besi bisa mempertahankan fungsi otot dan otak, menjaga sistem imun, menjaga fungsi organ tubuh. Sementara, untuk ibu hamil, zat besi bisa mencegah kelainan janin. Lainnya, zat besi juga bermanfaat untuk metabolisme zat-zat aktif dalam tubuh," pungkas dr. Bambang.

Jadi, tak ada salahnya jika Anda ingin memakan gabus pucung di Hari Ulang Tahun Jakarta kali ini. Sayangnya, makanan ini sudah agak terlupakan. Dibanding kerak telor dan dodol Betawi, gabus pucung sudah tidak terlalu sering dimakan atau sudah sangat sedikit yang menjualnya. Tapi Anda bisa mencari resepnya dan membuatnya sendiri. Melihat fungsi dan manfaat keluak sebagai salah satu bumbu dan bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, rasanya Anda perlu mencoba hidangan gabus pucung di akhir pekan ini.

[MS/ RVS]