6 Kebiasaan Sehat Untuk Menjaga Kesehatan Otak

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 23 Jun 2019, 14:00 WIB
Bila dilakukan dengan rutin, beberapa kebiasaan sehat ini akan membuat otak Anda tetap sehat dan cemerlang hingga usia tua.
6 Kebiasaan Sehat Untuk Menjaga Kesehatan Otak (LarsZ/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang, baik tua dan muda, tentu mendambakan otak cemerlang dengan ingatan yang tajam. Otak yang sehat akan membantu seseorang saat bekerja dan meningkatkan produktivitasnya. Oleh sebab itu, untuk menjaga kesehatan otak, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan sehat.

Sebaliknya, otak yang pikun atau sering lupa akan menghambat seseorang melakukan aktivitasnya sehari-hari. Itu sebabnya, pikun menjadi salah satu hal yang ditakuti banyak orang.

Pikun atau sering disebut demensia merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada 50 juta penduduk dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada 10 juta kasus baru demensia setiap tahun dan jumlah ini diperkirakan akan bertambah hingga tiga kali lipat pada tahun 2050.

Demensia menjadi masalah serius karena dapat membuat seseorang menjadi amat tergantung pada orang lain, serta dapat memicu komplikasi lainnya seperti depresi. Gejalanya di antaranya adalah sulit mengingat nama atau kejadian, sulit melakukan aktivitas sehari-hari, serta sulit fokus dan berkonsentrasi.

Kebiasaan untuk menjaga otak tetap sehat

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang benar-benar dapat menyembuhkan demensia. Meski demikian, ada beberapa kebiasaan yang telah terbukti secara ilmiah dapat menjaga otak tetap sehat dan terhindar dari demensia, yaitu:

1. Menjauhi alkohol

Alkohol bersifat toksik (racun) terhadap sel otak. Risiko kerusakan otak akan meningkat bila Anda memiliki kebiasaan minum alkohol. Karena itu, hindari alkohol agar dapat menjaga sel otak Anda tetap sehat.

2. Rutin olahraga

Demensia berhubungan dengan masalah jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Oleh sebab itu, mereka yang memiliki penyakit kardiovaskular relatif lebih mudah mengalami pikun.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit tersebut adalah dengan rutin berolahraga. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjaga kesehatan sel otak.

Selain itu, olahraga dapat membantu menjaga berat badan agar tetap ideal karena salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan otak adalah berat badan berlebih. Frekuensi olahraga yang disarankan oleh WHO adalah setidaknya 150 menit setiap minggu atau 5 kali dalam seminggu selama 30 menit.

3. Berhenti merokok

Tak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker, rokok juga terbukti dapat menurunkan kemampuan kognitif dan memengaruhi kesehatan otak. Berhenti merokok dapat menjadi langkah awal dalam menjaga kesehatan otak Anda.

4. Konsumsi makanan sehat

Pola makan sehat dan bergizi seimbang dapat membantu menjaga sel otak Anda tetap sehat. Mulailah dengan perbanyak makan buah dan sayur, serta menggunakan sumber lemak sehat seperti minyak jagung dan minyak zaitun.

Perbanyak pula konsumsi ikan karena berbagai penelitian membuktikan bahwa rutin mengonsumsi ikan dapat mencegah penurunan ingatan atau memori.

5. Kontrol penyakit metabolik

Demensia atau pikun erat kaitannya dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit gula (diabetes), dan kolesterol. Mereka yang memiliki penyakit metabolik tersebut lebih tinggi risikonya mengalami pikun atau demensia.

Bila Anda memiliki berbagai penyakit tersebut, sebaiknya Anda rutin kontrol ke dokter dan mengonsumsi obat untuk mengendalikan kondisi penyakitnya, sehingga kesehatan otak tetap terjaga.

6. Lakukan permainan yang mengasah otak

Kegiatan yang melibatkan kemampuan berpikir ternyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan menurunkan risiko demensia. Aktivitas seperti permainan kartu, puzzle, dan teka-teki silang adalah beberapa kegiatan yang dapat menjaga kemampuan kognitif otak.

Kebiasaan-kebiasaan sehat di atas bila dilakukan secara rutin tak hanya akan menjaga kesehatan otak, tetapi juga mencegah Anda dari berbagai penyakit lainnya. Dengan demikian, produktivitas Anda akan tetap terjaga, bahkan hingga usia tua.

[MS/ RVS]