Sulit Punya Anak? Jangan-jangan Anda Kena Azoospermia!

Oleh Ayu Maharani pada 23 Jun 2019, 18:00 WIB
Sudah setahun lebih menikah tetapi tak juga hamil. Jangan-jangan, penyebab Anda dan pasangan sulit punya anak adalah azoospermia. Apa itu?
Sulit Punya Anak? Jangan-jangan Anda Kena Azoospermia! (logika600/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Wanita biasanya perlu lebih banyak persiapan dan melakukan banyak tes ketika harus menjalani program hamil. Jika setelah pemeriksaan wanita dinilai subur, mungkin penyebab Anda dan pasangan selama ini sulit punya anak adalah karena azoospermia. Nah, para pria wajib tahu tentang kondisi ini.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter jika pasangan sulit hamil biasanya dipengaruhi oleh faktor dari kedua belah pihak.

“Sekitar 40-50 persen kasus disebabkan akibat masalah reproduksi wanita, dan sekitar 20-30% kasus disebabkan oleh masalah reproduksi pria,” ungkapnya.

Azoospermia, apa itu?

Dikatakan oleh dr. Resthie, azoospermia adalah keadaan yang membuat tidak adanya sperma dalam cairan ejakulasi setelah orgasme.

“Pria normal harusnya memiliki sekitar 15 juta sel sperma dalam tiap milimeter air mani. Bila tak ada sperma sama sekali dalam air maninya, ini merupakan azoospermia. Sedangkan, bila ada sperma dalam air mani tetapi jumlahnya kurang dari 15 juta sel sperma, maka ini disebut dengan oligozoospermia,” jelas dr. Resthie.

Dilansir dari Verywell Family, kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 100 populasi. Meski angka kejadiannya tidak terlalu banyak, azoospermia itu sendiri sebenarnya masalah kesuburan pada pria yang cukup parah. Namun kabar baiknya, dengan bantuan teknologi reproduksi dan bantuan pembedahan, beberapa pria dengan azoospermia dapat memiliki keturunan secara genetik.

Proses perjalanan sperma hingga ke penis

Untuk lebih mengerti tentang azoospermia, setidaknya Anda mesti memiliki pemahaman dasar tentang bagaimana sperma diproduksi dan masuk ke dalam proses ejakulasi.

Sel sperma memulai perjalanan mereka di testis. Karena suhu tubuh pria terlalu tinggi untuk sel sperma bertahan hidup, testis pun diciptakan sedikit di luar tubuh (karena sperma sensitif terhadap panas). Kemudian, sel-sel sperma tidak hanya mengambang di genangan cairan testis. Mereka berkembang di dalam sistem tabung kecil yang dikenal sebagai tubulus seminiferus.

Sel sperma pun tidak langsung memulai perjalanannya dengan bentuk seperti kecebong. Bentuknya dimulai dari sel bundar kecil dan akan berubah bentuk menjadi mirip kecebong bila terpapar oleh hormon testosteron, follicle-stimulating hormone (FSH), serta luteinizing hormone (LH). Setelah sel-sel sperma mencapai tingkat kematangan tertentu, mereka akan bergerak ke bagian-bagian seterusnya, hingga berhenti di kelenjar prostat dan juga penis.

1 of 2

Jenis-jenis azoospermia

Ada tiga jenis azoospermia yang bisa terjadi pada pria seperti dipaparkan berikut. Ketiga kondisi ini tentu perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat dari dokter.

  • Azoospermia pra testis, adalah ketika masalah utamanya berada pada faktor hormonal yang berhubungan dengan kelenjar hipofisis atau hipotalamus. Ini juga kerap disebut kegagalan testis sekunder. Sebab, kelenjar endokrin di otak tidak memproduksi bahan untuk mengembangkan sperma yang sehat.
  • Azoospermia testis, adalah saat masalah utamanya berada di dalam testis itu sendiri. Dalam kasus ini, testis mungkin tidak memproduksi testosteron atau tidak merespons hormon yang dilepaskan kelenjar endokrin lainnya.
  • Azoospermia pasca testis, adalah saat masalah utamanya terletak pada disfungsi ejakulasi. Misalnya ejakulasi mundur (sperma justru kembali ke kandung kemih, bukannya keluar saat ejakulasi) atau adanya penyumbatan.

Penyebab dan gejala azoospermia

Ketiadaan sperma bisa dipicu oleh beberapa hal, misalnya saja bawaan lahir, adanya infeksi atau radang saluran reproduksi, pernah mengalami trauma atau cedera berat, serta ejakulasi retrogade. Ada beberapa gejala yang mengikuti azoozpermia.  Beberapa gejala yang bisa dikenali meliputi:

  • Testis bengkak atau sebaliknya, testis kecil
  • Bentuk penis lebih kecil dari ukuran normal
  • Sakit saat buang air kecil
  • Air kencing keruh setelah berhubungan seks
  • Saat orgasme, sperma yang keluar sedikit
  • Terlambat pubertas
  • Kesulitan ereksi
  • Gairah seksual yang rendah
  • Payudara membesar
  • Kehilangan massa otot.

Azoospermia bisa dialami oleh semua pria. Apabila Anda mengalami beberapa gejala di atas dan kebetulan sudah bertahun-tahun menikah tetapi sulit punya anak, Anda patut mencurigai kondisi medis ini. Namun, agar diagnosisnya lebih pasti, konsultasikan hal ini dengan tenaga medis, begitu juga pasangan. Bila benar Anda mengalami azoospermia, hadapilah bersama. Diskusikan dengan dokter mengenai penanganan dan terapi yang tepat.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓
Johan SernaJohan Serna

mengobati secara alami gmn bisa gk