Deodoran Bikin Ketiak Hitam, Mitos atau Fakta?

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 24 Jun 2019, 14:15 WIB
Ketiak hitam sering dikaitkan dengan penggunaan deodoran setiap hari. Apa kata medis terkait gejala ini?
Deodoran Bikin Ketiak Hitam, Mitos atau Fakta? (AboutLife/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Deodoran menjadi produk perawatan tubuh yang rutin digunakan oleh banyak orang setiap hari. Benda ini utamanya digunakan di area ketiak untuk mencegah keringat berlebih atau bau tidak sedap. Di balik manfaatnya, deodoran sering dianggap sebagai biang keladi terjadinya ketiak hitam.

Pada kasus ketiak hitam akibat deodoran, kondisi ini umumnya bukan perkara yang serius. Namun, keluhan tersebut sering dianggap mengganggu penampilan hingga menurunkan rasa percaya diri.

Ketiak hitam, akibat deodoran?

Perlu Anda tahu, warna kulit ditentukan oleh sel pigmen yang disebut melanosit. Bila sel ini mengalami pembelahan lebih cepat dan lebih banyak dari seharusnya, maka akan menimbulkan warna kulit yang lebih gelap. Hal ini bisa terjadi akibat adanya faktor tertentu, salah satunya penggunaan deodoran.

Deodoran dapat membuat ketiak lebih gelap jika mengandung bahan berbahaya atau bahan yang tidak sesuai dengan kondisi kulit Anda. Bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan peradangan dan menimbulkan perubahan warna kulit.

Kendati demikian, kecenderungan memiliki ketiak hitam lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kesehatan kulit, ras dan riwayat keluarga. Dengan kata lain, deodoran bukanlah penyebab utama dari terjadinya ketiak hitam.

Mencegah ketiak hitam

Supaya tidak berkontribusi pada terjadinya ketiak hitam, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih deodoran:

  • Alkohol

Adanya kandungan alkohol dalam deodorant akan membuat kulit ketiak lebih kering. Kondisi seperti ini membuat kulit sangat mudah bergesekan satu sama lain, sehingga risiko terjadinya ketiak hitam bisa meningkat dua kali lipat.

  • Paraben dan aluminium klorida

Paraben (sejenis pengawet) dan aluminium klorida (bahan penghambat produksi keringat) adalah bahan alergen yang umum ditemukan di produk perawatan kulit, termasuk deodoran. Kedua zat tersebut dapat menyebabkan timbulnya kemerahan, bengkak, dan gatal sehingga memicu hiperpigmentasi alias perubahan warna kulit menjadi lebih gelap.

Maka dari itu, bila ingin menggunakan deodoran, carilah yang bebas pewangi atau mengandung pro vitamin B5. Jenis deodoran yang demikian dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga Anda terhindar terjadinya dari ketiak hitam.

Di samping memilih jenis deodoran yang tepat, hal lain yang juga perlu Anda perhatikan supaya terhindar dari ketiak hitam adalah:

  • Mencukur rambut ketiak dengan tepat

Ketika mencukur, rambut akan terpotong menjadi sangat pendek atau terlihat rata dengan permukaan kulit. Jika rambut tersebut berwarna gelap, maka kulit yang berada di bawahnya juga akan memiliki warna serupa.

Daripada mencukur, cobalah untuk waxing. Namun, tindakan ini tidak boleh dilakukan terlalu sering agar tidak menyebabkan terjadinya ketiak hitam akibat hiperpigmentasi.

Jika ingin lebih aman dan benar-benar terhindar dari ketiak hitam, mencabut rambut ketiak menggunakan metode laser adalah tindakan yang paling tepat. 

  • Eksfoliasi

Ketiak hitam bisa terjadi akibat penumpukan sel-sel kulit mati. Untuk mengatasi hal ini, lakukanlah eksfoliasi setidaknya satu kali dalam seminggu dengan produk yang mengandung asam laktat.

  • Raih berat badan ideal

Akantosis nigrikan adalah kondisi medis yang menyebabkan kulit menebal dan muncul bercak cokelat hingga kehitaman pada area lipatan, seperti ketiak, leher atau selangkangan. Kondisi ini berhubungan dengan produksi insulin atau gangguan kelenjar, dan biasanya terjadi pada orang yang kelebihan berat badan.

Penggunaan deodoran yang tidak tepat memang bisa menyebabkan terjadinya ketiak hitam. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya penyebab. Ada juga faktor-faktor lain yang turut berperan, seperti ras, genetik, kebersihan kulit dan lainnya. Terlepas dari itu, jika Anda merasa terganggu dengan adanya ketiak hitam, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis kulit.

(NB/ RVS)