Kena Serangan Jantung Bolehkah Kerokan?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 24 Jun 2019, 14:30 WIB
Serangan jantung butuh pertolongan yang cepat dan memadai. Tapi, apakah penderita serangan jantung boleh kerokan?
Kena Serangan Jantung Bolehkah Kerokan? (Ravipat/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung seperti serangan jantung bisa datang tiba-tiba. Untuk mengantisipasinya, Anda perlu mengenali sejumlah gejalanya. Beberapa gejala menjelang munculnya serangan jantung bisa terasa seperti nyeri di bahu dan lengan, lelah yang luar biasa hingga sakit kepala. Beberapa gejala yang tampak biasa tersebut sering diakali sebagian masyarakat dengan kerokan (atau kerikan), karena tidak paham bahwa itu adalah gejala serangan jantung. Lalu, bolehkah ketika mengalami gejala serangan jantung, lalu Anda mengeriknya?

Mengenali penyakit jantung

Tipe penyakit jantung yang biasa terjadai ada 3, yakni gagal jantung, henti jantung, dan serangan jantung. Meski namanya terkait dengan jantung, ketiganya memiliki perbedaan.

Dalam dunia medis, serangan jantung disebut dengan sindrom koroner akut. Sindrom koroner akut adalah keadaan di mana terjadi penyumbatan di pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung.

Sumbatan di pembuluh darah disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, obesitas, dan kelainan lipid darah. Aliran darah yang tidak optimal ke jantung akan menyebabkan kerusakan jaringan jantung.

Gejala serangan jantung paling sering adalah nyeri di dada bagian kiri. Lalu, biasanya gejala itu akan menjalar ke tangan kiri, sesak napas, keringat dingin, dan perasaan seperti tercekik.

Gejala-gejala tersebut sering dianggap orang seperti masuk angin. Pada akhirnya, itu akan membuat banyak orang berpikiran bahwa dengan kerokan, masalah akan selesai.

Padahal, itu adalah tanda-tanda serangan jantung. Kerokan justru membuat Anda terlambat mendapatkan penanganan medis sesungguhnya yang lebih tepat.

"Kalau ditanya apakah boleh kerokan, ya boleh saja. Akan tetapi, itu bukan penanganan medis. Tapi, kalau serangan jantung kan biasanya dapat obat, rekam jantung, dan kalau memang perlu diinfus untuk menghancurkan sumbatan darah itu," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

"Kalau memang kerokan malah menunda segala penanganan medis yang disebutkan sebelumnya, itu justru malah jadi membahayakan. Intinya, kerokan tidak membuat kondisi Anda menjadi lebih baik," tegas dr. Dyan Mega. Disarankan untuk langsung membawanya ke layanan kesehatan terdekat.

1 of 2

Pertolongan saat serangan jantung

Bagi Anda yang menemukan ada orang di sekitar Anda yang mengalami gejala serangan jantung, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan, yakni:

  1. Baringkan dan tenangkan penderita

Biasanya, serangan jantung akan membuat penderita merasa sesak dan cemas. Jika hal ini terjadi, akan memperburuk kondisi dan meningkatkan beban kerja jantung. Karena itu, tenangkan dan anjurkan penderita untuk tetap rileks serta beristirahat.

  1. Kendurkan kerah atau pakaian yang terlalu ketat

"Pastikan penderita dapat bernapas dengan leluasa. Kendurkan pakaian pasien yang terlalu mengikat, seperti kancing baju atau ikat pinggang," kata dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter.

  1. Tanyakan obat pribadi penderita

Tanyakan apakah penderita memiliki obat rutin yang biasa diminum. Salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri serangan jantung adalah nitrat atau nitrogliserin. Jika obat tersebut tersedia, bantu pasien untuk mengonsumsi obat tersebut.

  1. Hubungi pertolongan medis terdekat

Pertolongan medis yang cepat adalah kunci agar penderita serangan jantung bisa diselamatkan. Sebisa mungkin segera hubungi unit medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan secepatnya. Jika pasien cukup stabil untuk dibawa ke rumah sakit, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat.

  1. Jika pasien tidak sadar, lakukan resusitasi jantung paru

Jika pasien tidak sadar, Anda harus mulai melakukan resusitasi jantung paru. Tindakan ini boleh Anda lakukan jika Anda memili pengetahuan tentang ini. Tetapi jika tidak, sebaiknya tunggulah pertolongan dari paramedis yang lebih berkompeten untuk melakukan resusitasi.

Ada beragam gejala yang menyertai serangan jantung. Beberapa di antaranya mirip dengan gejala masuk angin, sehingga sebagian orang justru sering menangani gejala ini dengan kerokan. Namun demikian tindakan ini sangat tidak disarankan. Lakukan beberapa cara di atas untuk menolong orang yang mengalami serangan jantung.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓