Tips Toilet Training untuk Anak agar Cepat Berhasil

Oleh Ayu Maharani pada 24 Jun 2019, 15:20 WIB
Usia si Kecil sudah lewat 2 tahun? Ayo, jangan terus-menerus mengandalkan popok, latih anak buang air di toilet dengan tips toilet training berikut ini.
Tips Toilet Training untuk Anak agar Cepat Berhasil (And-One/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dari bayi hingga usia 2 tahun, ibu dan bayinya umumnya selalu bersahabat dengan popok, baik itu popok sekali pakai maupun popok yang bisa digunakan ulang. Nah, jika usianya sudah melewati 2 tahun, waktunya untuk mengajarkan anak toilet training agar bisa buang air besar dan buang air kecil sendiri.

Sayangnya, toilet training bukanlah hal yang mudah. Namun jangan khawatir, ada tips jitu agar anak cepat berhasil “lulus” toilet training.

  • Pastikan bahwa anak sudah siap

Inilah langkah pertama yang mesti diketahui orang tua, khususnya ibu. Pasalnya, momen saat si Kecil siap melakukan toilet training hingga mampu menggunakan toilet secara mandiri bisa berbeda-berbeda.

Umumnya, saat anak berusia 2 tahun, ia akan menunjukkan tanda-tanda siap menjalani toilet training. Dipaparkan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, perhatikan tanda-tanda bahwa anak sudah siap seperti:

  • Anak sudah dapat berjalan dan duduk mandiri
  • Anak dapat mematuhi instruksi sederhana
  • Anak menunjukkan ketertarikan saat orang lain menggunakan toilet
  • Anak memberi tahu Anda saat ia buang air besar atau buang air kecil di popoknya, bahkan bisa memberitahu Anda sebelumnya- Menunjukkan tanda tidak nyaman saat menggunakan popok- Sudah bisa menurunkan dan memakai celana sendiri
  • Kenalkan anak konsep waktu buang air

Sebagian besar orang memiliki waktu-waktu khusus untuk buang air. Misalnya saat baru bangun, sesaat setelah makan, dan lain sebagainya.

“Coba dudukkan si Kecil di toilet pada waktu-waktu tersebut. Apabila ia berhasil buang air, beri ia pujian. Jika tidak, padahal sudah duduk selama 3-5 menit, biarkan ia kembali beraktivitas,” saran dr. Sara.

Duduk terlalu lama di kloset malah bisa membuat dirinya merasa dihukum dan menganggap sesi toilet training ini tidak menyenangkan alias bikin kapok.

  • Ajari konsep ingin pipis atau pup dengan pergi ke toilet

Anak-anak belum memahami bahwa saat dia ingin buang air, ia harus pergi ke toilet dan duduk di kloset. Sehingga, Anda harus sabar dalam mengingatkannya berkali-kali tentang konsep tersebut hingga ia benar-benar mengerti.

Apabila si Kecil menunjukkan ekspresi wajah seperti mengejan, ingatkan ia bahwa itulah saat yang tepat untuk pergi ke toilet. Antar ia, lalu dudukkan di atas toilet. Dengan begitu, perlahan ia akan mengerti bahwa tiap ada rasa ingin kencing atau buang air besar, ia harus pergi ke toilet dan menggunakannya seperti yang Anda ajarkan.

Selain itu, dr. Fiona Amelia, MPH, juga ikut menambahkan, sesekali tanyakan apakah anak perlu menggunakan kamar mandi di tengah aktivitas bermainnya. Sebab, tak jarang ia keasyikan bermain, sehingga lupa bahwa ia perlu buang air.

  • Gunakan pakaian yang mudah dibuka

Selama di rumah, gunakan pakaian yang tidak terlalu rumit, sehingga ia tidak kesulitan untuk membuka pakaiannya sendiri. Semakin sulit ia membuka celananya, maka makin malas ia menggunakan toilet.

  • ● Konsisten, sabar, dan berikan pujian jika berhasil

Juga dari dr. Fiona, konsistensi dan kesabaran adalah kunci sukses dari toilet training anak. Sebagai contoh, hindari pakai popok sekali pakai saat Anda harus bepergian. Ini akan membuatnya bingung dan dapat membuatnya kembali memiliki kebiasaan mengompol.

“Untuk mengakalinya, Anda bisa membawa botol kosong ke mana pun Anda dan si Kecil pergi. Lalu, mintalah untuk pipis atau pup di toilet sebelum pergi, ketika tiba di tujuan, atau beberapa waktu sekali apabila perjalanan cukup jauh,” ujar dr. Fiona.

Jangan lupa, jika dia bisa melakukannya dengan baik, berikan pujian atau hadiah kecil.

Toilet training memang bisa menantang, tetapi dengan tips di atas, semoga pelatihan tersebut bisa cepat berhasil. Selain itu, sebaiknya beli dudukan kloset khusus anak-anak karena ukuran orang dewasa terlalu besar untuknya. Bahkan, terkadang mereka takut terjatuh atau malas menggunakannya.

(RN/ RVS)