4 Alasan Mengapa Penyakit Difteri Tak Boleh Disepelekan

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 25 Jun 2019, 11:00 WIB
Meski Anda sudah sering mendengar tentang difteri, penyakit ini tetap tak boleh disepelekan. Lalu, apa saja bahaya difteri?
4 Alasan Mengapa Penyakit Difteri Tak Boleh Disepelekan (Foto: mydr.com.au)

Klikdokter.com, Jakarta Pastinya Anda pernah mendengar tentang penyakit difteri, bukan? Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae ini sempat menyita perhatian karena banyaknya kasus yang terjadi. Namun, apakaH Anda tahu bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan difteri?  

Tanda dari difteri biasanya mulai muncul pada 2-5 hari setelah terpapar. Gejala penyakit ini juga dapat bervariasi, mulai dari gejala yang ringan sampai berat. Gejala tersebut biasanya muncul secara bertahap, yang dimulai dengan sakit tenggorokan dan demam.

Bahaya mematikan difteri

Difteri perlu diperhatikan secara serius karena penyakit ini berpotensi menyebabkan berbagai jenis penyakit yang mengancam nyawa. Berikut adalah beberapa bahaya mematikan yang timbul dari penyakit ini:

  1. Mengancam sistem pernapasan

Penyebab kematian pada infeksi difteri adalah gangguan pada saluran pernapasan. Infeksi difteri dapat menimbulkan lapisan membran di tenggorokan dan pembengkakan pada mukosa saluran pernapasan, sehingga menyebabkan sumbatan pada saluran pernapasan.

Sumbatan pada saluran pernapasan ini akan menyebabkan oksigen sulit masuk dalam ke paru-paru dan dapat menyebabkan keadaan yang mengancam nyawa. Untuk penanganannya, pemasangan selang pernapasan dapat dilakukan jika terdapat pembengkakan yang mengancam nyawa.

Tak berhenti sampai di situ, penyakit ini juga dapat menyebabkan reaksi peradangan luas pada paru-paru. Akibatnya, paru-paru bisa mengalami kerusakan dan menyebabkan gangguan pernapasan , atau dikenal dengan istilah gagal napas.

  1. Menyebabkan kerusakan jantung

Salah satu gangguan yang juga perlu diwaspadai dari infeksi difteri adalah adanya kerusakan pada otot jantung atau dikenal dengan miokarditis. Hambatan pada aliran listrik otot jantung, atau biasa dikenal dengan blok jantung, merupakan komplikasi fatal dari miokarditis difteri.

Toksin dari bakteri penyebab difter dapat menyebabkan kerusakan pada jalur listrik, sehingga jantung tidak dapat berkontraksi dengan baik dan fungsi pemompaan darah tidak dapat berjalan dengan baik.

Pada miokarditis, irama jantung menjadi tidak teratur dan ada kemungkinan kondisi ini menetap secara permanen, bahkan setelah penderita sembuh dari difteri. Jika blok jantung terjadi, maka pemasangan alat pacu jantung diperlukan untuk mengembalikan fungsi pemompaan jantung.

  1. Kesulitan menelan

Pembengkakan pada saluran pernapasan juga dapat menyebabkan kesulitan untuk makan. Hal tersebut bisa terjadi karena pembengkakan pada daerah faring dapat menimbulkan kesulitan dalam menelan, sehingga asupan untuk tubuh pun berkurang.

Selain itu, peradangan pada tenggorokan juga dapat menyebabkan sensasi kesulitan dan nyeri saat menelan.

  1. Penyakit ini dapat menular

Penyakit difteri merupakan penyakit menular yang dapat ditransmisikan dari orang ke orang. Penularan tersebut biasanya melalui droplet udara dari saluran pernapasan, seperti saat batuk atau bersin.

Pada keadaan yang jarang, Anda juga dapat terpapar difteri karena menyentuh luka terbuka dari seseorang menderita difteri. Selain itu, Anda pun dapat terpapar difteri dengan menyentuh benda yang tertempel bakteri penyebab difteri.

Oleh sebab itu, jangan anggap sepele difteri karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Namun, Anda tak perlu terlalu panik karena difteri adalah penyakit yang dapat dicegah penularannya.

Salah satu pencegahan penularan penyakit difteri adalah dengan melakukan vaksinasi difteri sesuai jadwal, agar vaksin yang diberikan dapat bekerja secara optimal. Selain itu, selalu jaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan.

[MS/ RVS]