Efek Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku

Oleh Hotnida Novita Sary pada 25 Jun 2019, 13:00 WIB
Sebagian orang dari segala usia, memiliki kebiasaan menggigit kuku. Agar tak keterusan kenali efek buruknya di sini.
Efek Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku (Diego-Cervo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa orang memiliki kebiasaan menggigit kuku. Terkadang, saking asyiknya menggit kuku, tanpa disadari kuku sudah sangat mendekati kulit hingga berdarah. Tak hanya merusak penampilan kuku dan jari, kebiasaan yang sulit dihentikan itu bisa mencederai kesehatan. 

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, menggigit kuku bisa menjadi pertanda ketidakseimbangan emosional. Menggigit kuku atau disebut juga onikofagia, menurut para ahli, adalah semacam tanda bahwa Anda ketakutan atau kelelahan yang dapat memacu perilaku stres yang berhubungan dengan mulut lainnya. Misalnya, mengigit pensil, menggigit (atau mengelupasi) bibir, dan merokok.

Waspadai efek buruk ini

Menurut dr. Adeline Jacklyn dari KlikDokter, kuku Anda menyimpan berbagai jenis kuman, terutama dari keluarga Enterobacteriaceae yang meliputi salmonela dan E. Coli.

“Kuku Anda adalah tempat yang sangat subur bagi bakteri-bakteri itu untuk berkembang biak, terlebih jika kebersihan kuku tidak terjaga baik.”

Dokter Adeline menegaskan, tak heran kebiasaan menggigit kuku dapat menimbulkan sakit perut dan sederet masalah kesehatan lain. Seperti dilansir dari Prevention, beberapa masalah kesehatan tersebut adalah:

  • Infeksi parah

Ketika menggigit kuku terlalu besar, Anda mengekspos kulit halus di bawah kuku dan membiarkannya terkena bakteri atau patogen di mulut Anda. "Mulut manusia penuh dengan bakteri. Artinya, Anda dapat dengan mudah menginfeksi diri Anda sendiri," kata Adam Friedman, MD, profesor di George Washington University.

Salah satu bentuk infeksi yang paling umum disebut paronikia, yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan benjolan berisi nanah. Infeksi itu dapat bertahan selama berminggu-minggu pada suatu waktu.

Friedman menambahkan, menggigit kutikula Anda – lapisan kulit tipis di bawah kuku – adalah  penyebab paronikia yang paling umum.

  • Peradangan

Komposisi kimia dalam air liur Anda memungkinkan untuk memecah lemak dan molekul makanan lainnya. “Akan tetapi, meski membantu pencernaan Anda, air liur juga dapat merusak kulit ujung jari jika Anda terus-menerus menempelkannya di mulut,” kata Friedman.

Untuk alasan yang sama, menjilati bibir dapat menyebabkan bibir menjadi pecah-pecah. “Tanpa Anda sadari, air liur sebenarnya dapat merusak kulit Anda.”

  • Sakit perut

Memasukkan jari Anda ke dalam mulut “memberikan akses” pada mikroorganisme jahat masuk ke dalam tubuh Anda. "Tangan Anda bersentuhan dengan semua jenis kuman dan patogen, dan cenderung ‘terjebak’ di bawah kuku," kata Friedman.

Jadi, jangan heran jika Anda lebih mudah terserang beragam penyakit dari yang ringan hingga berat, misalnya pilek, radang tenggorokan, hingga virus perut yang serius.

Kuku tumbuh ke dalam Kuku mengandung lapisan generatif yang disebut "matriks". Ini semacam tempat tidur di mana semua sel kuku Anda tumbuh, Friedman menjelaskan. Nah, menggigit kuku dapat merusak matriks itu. “Dampaknya, kuku bisa saja tumbuh ke dalam atau mengalami kelainan bentuk kuku,” kata dia.

  • Kutil wajah

Pilih kutil, dan bahan menularnya bisa masuk ke atau di bawah kuku Anda. Sentuh wajah atau mulut Anda dengan kuku-kuku yang terkontaminasi, dan Anda bisa berakhir dengan kutil di wajah atau leher Anda, kata Friedman.

  • Herpes

Jika Anda menderita herpes oral – yang diderita sekitar 40 persen orang dewasa – Anda dapat menginfeksi jari-jari dengan virus tersebut. Hal ini bisa mengakibatkan demam. Biasanya, gejala pertama yang dirasakan adalah sakit yang membakar dan kesemutan di ujung jari Anda yang terinfeksi. Setelah satu atau dua minggu, Anda juga bisa mengalami luka berisi cairan atau darah yang akan bertahan selama dua minggu.

  • Perubahan permukaan gigi

Dijelaskan dr. Adeline, kebiasaan menggigit kuku dapat pula merusak kesehatan gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan perubahan permukaan gigi pada rahang atas dan rahang bawah gigi.

1 of 2

Tips berhenti menggigit kuku

Meski terkesan sederhana, banyak orang kesulitan untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku. Jika sudah telanjur sangat parah dan berefek buruk, Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk mendiskusikan solusi yang terbaik.

Namun, apabila Anda merasa masih bisa mengatasinya, beberapa cara dapat Anda terapkan. Berikut tips yang diberikan dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter:

  • Berpikirlah untuk berhenti menggigit kuku. Saat Anda mulai atau sedang menggigiti kuku, segera hentikan hal tersebut.
  • Tahan keinginan Anda untuk mengigigiti kuku dalam waktu apa pun, secemas atau sebosan apa pun Anda.
  • Gunakan cat kuku atau kuteks. Ketika mulai menggigit kuku, Anda akan secara otomatis menghentikan kegiatan tersebut karena kuku yang menggunakan kuteks terasa pahit dan tidak enak. Kandungan dalam cat kuku sangat berbahaya bila tertelan.
  • Bila penyebab Anda sering menggigiti kuku karena penyakit lain, seperti gangguan kejiwaan obsesif kompulsif, maka Anda membutuhkan pertolongan seorang dokter.

Bila Anda punya kebiasaan menggigit kuku, segera hentikan mengingat efek buruk yang tidak bisa diabaikan. Untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, Anda dapat menerapkan tips-tips di atas. Akan tetapi, bila kebiasaan menggigit kuku terjadi akibat gangguan kejiwaan atau kecemasan tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓