Kenali Gejala Sakit Ginjal pada Anak

Oleh Ayu Maharani pada 26 Jun 2019, 14:45 WIB
Selain bisa dialami oleh orang dewasa, sakit ginjal juga bisa terjadi pada anak. Kenali gejala sakit ginjal yang dialami oleh anak
Kenali Gejala Sakit Ginjal pada Anak (New Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sama dengan sakit jantung, sakit ginjal kerap dianggap sebagai penyakitnya orang tua. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter faktanya sakit ginjal tidak hanya dialami oleh orang dewasa atau lansia. Anak-anak pun bisa mengalaminya. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali gejala sakit ginjal yang dialami oleh anak.

Kalau sudah begitu, seperti apa sakit ginjal yang dialami oleh anak? Apakah ada perbedaan dengan orang dewasa?

Ginjal dan fungsinya

Ginjal (renal) terletak di sepanjang dinding otot bagian belakang (otot posterior) rongga perut. Organ ginjal mirip seperti kacang yang ukurannya sebesar kepalan tangan manusia. Seperti organ lainnya, ginjal berperan penting dalam tubuh manusia. Fungsi ginjal yang paling utama adalah menyaring zat-zat buangan tubuh yang berasal dari makanan, obat-obatan, maupun zat beracun.

Selain itu, ginjal juga bertugas menyaring sekitar 200 liter darah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 liter zat buangan harus dikeluarkan lewat urine. Itu sebabnya, ginjal dilengkapi dengan sepasang ureter, sebuah kandung kemih, dan uretra yang akan membawa urine keluar dari tubuh.

Kemudian, organ vital manusia ini juga dapat menyerap kembali zat-zat yang dibutuhkan tubuh, seperti asam amino, gula, natrium, kalium, dan nutrisi lainnya. Fungsi ginjal tersebut dipengaruhi oleh kelenjar adrenal yang terletak di bagian atas masing-masing ginjal. Kelenjar adrenal menghasilkan hormon aldosteron, yang berfungsi menyerap kalium dari urine ke pembuluh darah untuk dimanfaatkan lagi oleh tubuh.

Penyebab sakit ginjal pada anak

Sementara itu, dr. Reza mengatakan, penyakit ginjal pada anak dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Adapun beberapa kondisi kelainan yang dapat memicu terjadinya sakit ginjal pada anak, antara lain:

  • Penyakit ginjal bawaan 

Anak yang memiliki penyakit ginjal bawaan biasanya terlahir tanpa ginjal, ukuran ginjalnya yang sangat kecil, bentuk ginjalnya yang abnormal, jumlah ginjalnya yang hanya satu (normalnya, ginjal ada dua), terdapat kista di ginjal, serta kelainan-kelainan lainnya.

“Meski sebenarnya termasuk kasus yang jarang terjadi, kondisi tersebut dapat dideteksi sejak dalam kandungan,” ujar dr. Reza. 

  • Adanya infeksi pada ginjal

Infeksi adalah salah satu penyakit yang kerap diderita anak-anak. Umumnya, infeksi ginjal didahului oleh infeksi saluran kemih. Apabila infeksi saluran kemih tidak diatasi dengan baik, infeksi tersebut dapat menjalar ke atas, lalu ke ginjal, dan menyebabkan infeksi pada ginjal.

  • Kelainan bawaan yang ganggu metabolisme tubuh

Apabila si Kecil sedari awal memiliki kelainan bawaan yang menyebabkan gangguan metabolisme, maka akan terbentuk batu ginjal (kristal dalam darah) yang lalu mengendap di organ tersebut.

1 of 2

Gejala sakit ginjal pada anak 

Sementara itu, gejala sakit ginjal pada anak mirip dengan gejala sakit ginjal pada orang dewasa. Beberapa gejala gangguan ginjal pada anak yang dapat Anda kenali, antara lain:

  • Demam (infeksi ginjal)
  • Nyeri perut (infeksi ginjal)
  • Muntah (infeksi ginjal)
  • Kencing berwarna keruh (infeksi ginjal)
  • Kencing berdarah (sindrom nefritik)
  • Adanya pembesaran pada perut (kanker ginjal)
  • Air kencing berbusa (sindrom nefrotik)
  • Pembengkakan tubuh (sindrom nefrotik)
  • Tekanan darah meningkat (sindrom nefritik).

Komplikasi penyakit ginjal pada anak

Ada kabar buruk mengenai sakit ginjal yang dialami anak, yaitu penyakit ginjal mereka sering terlambat terdeteksi. Pengobatan yang harus mereka jalani pun kerap tidak teratur sehingga muncul berbagai konsep akhir kelainan ginjal, yakni gagal ginjal. 

“Apabila sudah terjadi gagal ginjal kronik, maka tindakan seperti cuci darah (hemodialisis), peritoneal dialisis, atau cangkok ginjal harus dilakukan,” dr. Reza menegaskan. 

Ketika gagal ginjal kronik terjadi, anak tidak hanya mengalami gangguan berkemih, melainkan seluruh fungsi ginjalnya terganggu. Akibatnya, anak bisa terkena anemia sehingga menyebabkan pertumbuhannya terganggu. 

Untuk mencegah sakit ginjal datang, pastikan anak selalu tercukupi kebutuhan cairan, terutama air putih, dan kurangi mengonsumsi minuman bersoda dan minuman tak sehat lainnya.

Salah satu kegunaan mengetahui gejala sakit ginjal sejak dini pada anak adalah agar penyakit itu tidak terlambat ditangani dokter. Semakin cepat sakit ginjal itu terdeteksi, semakin besar pula kemungkinan si Kecil sembuh dari gangguan organ dalam tersebut, meski harus melalui pengobatan yang panjang.

[HNS/ RVS] 

Lanjutkan Membaca ↓