Selangkangan Sering Gatal, Apa Penyebabnya?

Oleh Ayu Maharani pada 26 Jun 2019, 15:30 WIB
Menggaruk-garuk selangkangan akibat gatal tentu bikin malu. Daripada bersembunyi untuk menggaruknya, lebih baik ketahui penyebabnya.
Selangkangan Sering Gatal, Apa Penyebabnya? (Andriano.cz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kalau cuma gatal di tangan, kaki, atau kepala, mungkin Anda tak akan malu untuk menggaruknya. Beda halnya jika yang gatal adalah selangkangan. Tak mungkin, dong, asyik menggaruknya di depan umum, apalagi jika gatal-gatal berlangsung lama.

Daripada sibuk mencari tempat tersembunyi untuk menggaruknya tanpa harus merasa malu kalau ketahuan, lebih baik cari tahu penyebabnya agar bisa diatasi.

Beberapa kemungkinan penyebab selangkangan Anda terasa gatal antara lain:

  1. Infeksi jamur

Salah satu penyebab tersering gatal di selangkangan adalah infeksi jamur. Coba inspeksi kulit selangkangan Anda, apakah permukaan kulit yang gatal-gatal tampak bersisik?

Jika ya, dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter mengatakan, bisa jadi penyebabnya adalah infeksi jamur dermatofita atau candida.

Selain gatal dan agak bersisik, gejala lain yang dapat timbul adalah munculnya bintil-bintil kemerahan atau lenting yang berisi nanah. Semakin area itu digaruk, kulit pun semakin menebal.

Selangkangan termasuk bagian tubuh yang mudah lembap, sehingga mudah pula terinfeksi jamur. Oleh sebab itu, sering-seringlah mengganti celana (terutama celana berbahan jeans) dan sebisa mungkin tidak mengenakan celana yang terlalu ketat agar kulit bisa “bernapas” dengan baik.

  1. Kutu di kemaluan

Kutu adalah parasit yang menyebabkan gatal pada kulit, termasuk di selangkangan. Ciri-ciri bahwa rambut kemaluan Anda menjadi sarang kutu adalah:

  • Selangkangan dan kemaluan terasa gatal
  • Muncul bintik putih kecil di rambut kemaluan
  • Rasa gatal umumnya menjadi-jadi pada malam hari (karena kutu lebih aktif menyedot darah manusia pada waktu tersebut)

Biasanya, penyebaran kutu di rambut kemaluan ini dipicu oleh kontak seksual.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Kelebihan berat badan

Semakin gemuk tubuh, maka kedua paha juga makin membesar. Ketika paha membesar, otomatis keduanya akan tergesek satu sama lain saat Anda berjalan. Alhasil, gesekan tersebut bisa menyebabkan peradangan, kemerahan, dan gatal-gatal pada kulit. Kondisi ini juga disebut sebagai intertrigo, yaitu gesekan antarkulit yang menimbulkan iritasi, ditandai dengan kemerahan, ruam, rasa gatal, dan lecet di kulit.

Cara mengatasinya tentu dengan menurunkan berat badan ke angka yang lebih ideal, dengan menerapkan diet sehat bergizi seimbang dan olahraga secara teratur. Sembari menunggu berat badan turun, Anda bisa mengatasinya dengan mengoleskan gel atau krim yang bisa mengembalikan kondisi kulit. Hindari celana atau rok yang terlalu ketat karena akan membuat gesekan dan rasa gatal makin parah.

  1. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah kondisi yang ditandai oleh ruam dan gatal akibat kontak langsung dengan suatu benda. Ruam yang timbul memang tidak menular atau mengancam jiwa, tetapi kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya.

“Zat alergen yang bisa membuat gatal bisa berupa sabun, sampo, detergen, dan lain-lain. Biasanya zat alergen ini akan menyebabkan alergi di bagian kulit manapun yang terjadi kontak, bukan hanya pada wajah,” kata dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter.

Untuk mengatasi selangkangan yang gatal akibat dermatitis kontak, Anda bisa mengoleskan emolien (pelembap) atau mengonsumsi obat antialergi dan antiradang yang diresepkan oleh dokter.

  1. Infeksi menular seksual

Salah satu ciri Anda tertular infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, sifilis, atau trikomoniasis adalah: selangkangan gatal. Selain gatal, biasanya juga disertai rasa nyeri dan sensasi terbakar. Mengatasi kondisi ini tak bisa sembarangan, harus dengan pemeriksaan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab selangkangan sering gatal. Jika keluhan tersebut sering terjadi atau makin parah yang bikin tak nyaman, jangan hanya mengandalkan krim atau salep saja. Sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin agar bisa ditangani dengan benar sesuai dengan penyebabnya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓