Takut Ereksi Saat Sunat Dewasa? Coba Pakai Metode Ini!

Oleh Ayu Maharani pada 27 Jun 2019, 12:00 WIB
Sebagian pria dewasa mengaku takut ereksi saat disunat di usia dewasa. Jangan khawatir, metode sunat dewasa ini bisa mengatasinya.
Takut Ereksi Saat Sunat Dewasa? Coba Pakai Metode Ini! (Foto: Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Sunat biasanya dilakukan pada anak-anak yang berusia 3-7 tahun. Namun sebetulnya tidak ada batasan usia untuk melakukan tindakan tersebut, sehingga pria dewasa pun direkomendasikan untuk disunat. Bukan hanya karena alasan agama, tetapi juga alasan kesehatan atau kondisi medis tertentu. Nah, sebagian pria dewasa takut ereksi saat sunat, misalnya takut jahitannya lepas. Jangan takut, kekhawatiran tersebut bisa dihilangkan dengan metode sunat dewasa yang tepat.

Sensasi disunat saat masih kanak-kanak dan sunat dewasa tentu berbeda. Saat masih kecil, mungkin penis tak akan mudah ereksi. Namun ketika sudah dewasa, penis akan lebih mudah ereksi. Atas dasar itulah, beberapa orang ingin mencari tahu metode sunat dewasa seperti apa yang risiko terjadinya ereksi tergolong paling kecil.

Di Indonesia, terdapat beberapa variasi metode sunat yang populer, yakni metode sirkumsisi atau konvensional, laser atau electrical cauter, klem, dan stapler. Keempat metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, jika berbicara mengenai sunat dewasa dan kekhawatiran akan dampaknya pada ereksi, Zacky Eko Triwahyudi dari Rumah Sunat Modern Jakarta mengatakan kepada detik.com, bahwa metode stapler adalah yang paling cocok.

Metode sunat stapler

Sunat dengan metode stapler dilakukan dengan cara menggabungkan metode potong serta jahit menggunakan alat stapler yang berbentuk lonceng di bagian dalam. Fungsinya adalah untuk melindungi kepala penis, sedangkan lonceng lain di luar alat tersebut yang memiliki pisau bundar digunakan untuk memotong kulup.

Kelebihan dari metode ini ialah jahitannya lebih kuat dan minim perdarahan. Selain itu, proses penyembuhannya pun cepat. Dengan jahitan yang kuat, pria dewasa atau remaja tak perlu khawatir soal ereksi. Sayangnya, metode sunat stapler menawarkan harga yang terbilang mahal dan stapler berisiko menggantung di kepala penis.

Perlu diketahui juga, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter mengatakan bahwa sunat pada pria dewasa memiliki prosedur yang makan waktu maksimal hingga 1 jam, beda dengan sunat pada anak-anak yang cuma butuh waktu 5-10 menit. Bahkan, jika seorang pria memilih sunat dengan metode konvensional, yakni memotong langsung kulup dengan gunting atau pisau bedah, proses penyembuhannya bisa makan waktu  5-7 hari.

“Meski begitu, sunat dewasa tak perlu dikhawatirkan. Berbagai penelitian dan fakta lapangan menunjukkan bahwa sunat pada usia dewasa tetap aman untuk dilakukan,” pungkas dr. Karin.

Aman dan baik untuk kesehatan

Selain aman, sunat memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan pria, yaitu menurunkan risiko infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, dan penularan HIV. Tak cuma itu, berdasarkan penelitian, rata-rata pria yang disunat memiliki ketahanan ejakulasi yang lebih lama ketimbang pria yang tidak disunat.

Sunat dewasa bisa dilakukan di rumah sakit maupun di klinik yang tersertifikasi. Jangan sembarangan pilih tempat, apalagi yang menawarkan harga murah. Ingat, urusan kesehatan, ada barang ada harga. Sunat harus dilakukan oleh petugas medis yang kompeten, dengan menggunakan alat bedah minor yang lengkap, lingkungan dan peralatan steril, serta dilengkapi obat-obatan yang memadai.

Untuk sunat dewasa, metode stapler bisa menjadi pilihan, khususnya jika muncul kekhawatiran takut ereksi, apalagi hingga menyebabkan jahitan lepas. Pasalnya, sunat metode stapler diketahui memiliki jahitan yang sangat kuat, sehingga pasien tak perlu khawatir. Meski begitu, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dulu kepada dokter mengenai metode sunat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Jika terdapat kondisi medis tertentu, mungkin sunat perlu dilakukan oleh dokter spesialis urologi.

(RN/ RVS)