Pijat Bayi Membangun Ikatan antara Ibu dan Anak

Oleh Hotnida Novita Sary pada 27 Jun 2019, 14:00 WIB
Pijat bayi bukanlah sekadar upaya penyembuhan namun juga langkah membangun ikatan antara ibu dan anak.
Pijat Bayi Membangun Ikatan antara Ibu dan Anak (Foto: Hotnida Novita Sary/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Tak cuma orang dewasa, pijat pada bayi juga bermanfaat positif bagi tubuh. Pada umumnya, orang dewasa dipijat karena mengalami masalah pada otot, urat, atau persendian. Namun, pijat bayi bukanlah sekadar upaya penyembuhan, terlebih sebagai langkah membantu memperkuat ikatan antara ibu dan anak dan salah satu kunci keberhasilan anak.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers Johnson’s Sentuhan Cinta di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6) lalu. Pada kesempatan tersebut, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MBA menjelaskan bayi itu memiliki periode emas, yaitu 1.000 hari pertama kehidupannya.

Periode emas bagi si Kecil

Periode emas itu istimewa karena fondasi dari kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan saraf yang optimal selama si anak hidup terbentuk.

“Orang tua berperan penting selama periode emas itu, sebab periode ini merupakan periode paling penting untuk pertumbuhan bayi,” ujar dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang pediatri sosial itu.

Dia menambahkan, pada 1.000 hari pertama kehidupan itulah otak bayi berkembang paling cepat, sistem pencernaan berkembang dan menguat, serta fungsi kognitif mereka terbentuk. Karena itu, kontak fisik adalah hal penting yang orang tua dapat lakukan sebagai ikatan emosional pertama bayi.

“Nah, salah satu kontak fisik yang dapat orang tua lakukan secara rutin adalah pijat bayi. Pijat bayi memiliki banyak manfaat. Antara lain membangun ikatan yang lebih kuat, melancarkan peredaran darah, menstimulasi perkembangan emosi dan psikologis, melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan makanan bagi bayi, meningkatkan imunitas dan kualitas tidur," kata dr. Bernie.

1 of 2

Stimulasi pada bayi

Pada dasarnya, perawatan terbaik pada bayi adalah pemenuhan nutrisi dan stimulasi. Pemenuhan nutrisi biasanya dilakukan dengan memberikan ASI, atau setelah bayi 6 bulan diberikan ASI dan MPASI. Sedangkan stimulasi adalah pemberian sentuhan dan rangsangan pada bayi yang dilakukan oleh orang tua.

Bentuk stimulasi yang baik itu bermacam-macam dan sifatnya dua arah. “Anda bisa menggunakan apa pun di sekitar bayi sebagai stimulasi. Misalnya, saat bayi sedang bermain, ibu bisa mengajak mengobrol bayinya, ditanya-tanya, atau dinyanyikan. Jangan lupa pula untuk melakukan stimulasi berulang kali, bahkan ribuan kali,” kata dr. Bernie.

Lalu kapan saat yang pas bayi diberikan stimulasi? Dokter Bernie menjelaskan bisa kapan saja sepanjang si bayi dalam kondisi nyaman dan tidak ada paksaan. Yang paling gampang, kata dr. Bernie, adalah ketika si anak mandi, menjelang atau sedang persiapan tidur, makan, dan dengan stimulasi pijat bayi.

Manfaat pijat bayi

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang bisa diberikan kepada si Kecil. Akan tetapi, dr. Bernie menjelaskan, sebelum memijat bayi, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan orang tua. Pertama, kalau bayinya menangis, hentikan pijatan. Lihat kenapa si bayi menangis, jangan-jangan bayinya pipis atau lapar, atau bisa saja sedang sakit.

“Kalau bayi sakit, sebaiknya dicek dulu ke dokter, jangan langsung dipijat. Dan terakhir, saat memijat, suasana harus menyenangkan,” ujarnya.

Dokter Bernie pun menegaskan bahwa banyak manfaat diperoleh dari pijat bayi. Yang pertama adalah mengatur pengaturan sistem pencernaan dan penyerapan. “Setelah dipijat, bayi itu kayak orang dewasa berolahraga. Jadi dia cepat lapar karena pijat akan membantu penyerapan makanan lebih baik. Dampaknya, berat badan bayi meningkat.”

Selain itu, sistem pernapasan juga membaik sehingga bayi akan lebih tenang. “Manfaat lainnya, sistem imunitas juga membaik. Karena bayinya sehat, happy, yang keluar adalah hormon-hormon yang mengatur kekebalan tubuh. Kalau bayinya stres, yang keluar itu hormon kortisol, hormon stres,” tutur dr. Bernie.

“Selain itu, kualitas tidur bayi juga membaik. Biasanya, setelah dipijat, bayi akan lebih tenang dan lama tidurnya. Dan, satu hal yang terpenting, dengan pihat, akan terbentuk bonding antara Anda dan bayi,” kata dr. Bernie.

Stimulasi dalam bentuk pijat bayi berdampak positif bagi bayi. Karena itu, Anda jangan ragu memberikan pijatan lembut pada bayi di waktu senggang mereka agar tercipta ikatan kuat antara anak dan orang tua. Selain itu, pijat itu bukan seperti minum obat yang kaku dan teratur. Anda bisa memijat bayi sekitar 2-3 kali sehari dengan waktu yang fleksibel, sepanjang mood si bayi baik.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓