Impotensi vs Mandul, Apa Bedanya?

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 27 Jun 2019, 16:00 WIB
Banyak yang menyamakan impotensi dan mandul. Padahal, keduanya memiliki kondisi yang cukup berbeda. Berikut ulasannya.
Impotensi vs Mandul, Apa Bedanya? (Good-Luck-Photo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang yang menyamakan definisi impotensi dan mandul pada pria. Padahal, hal tersebut tidak benar karena keduanya memiliki kondisi yang berbeda. Lantas, apa bedanya? Simak penjelasan berikut.

Impotensi dan mandul memang memiliki hubungan yang erat. Sebab, kemandulan merupakan sebuah kondisi yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah impotensi.

Impotensi ditakuti pria

Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi ketika seorang laki-laki tidak mampu atau tidak bisa mempertahankan ereksinya.

Impotensi juga tidak selalu harus terkait dengan masalah ejakulasi dini karena kegagalan mempertahankan ereksi tidak selalu disebabkan ejakulasi yang terlalu cepat. Bisa saja, bahkan sebelum ejakulasi terjadi, si laki-laki telah kehilangan atau tidak mampu mempertahankan ereksinya. Di samping itu, jika sejak awal memang tidak bisa ereksi, jelas akan sulit untuk sampai pada ejakulasi.

Dengan kondisi impotensi, maka penis juga tidak akan bisa melakukan penetrasi yang baik ke dalam liang vagina, sehingga sel sperma yang dihantarkan oleh penis pun jadi sulit membuahi sel ovum yang dihasilkan perempuan.

Gangguan fungsi seksual itulah yang membuat impotensi biasanya berujung pada kesulitan memiliki keturunan.

Apa itu mandul?

Mandul sendiri adalah kondisi di mana Anda tidak bisa memiliki keturunan. Laki-laki dikatakan mandul jika tidak bisa menghasilkan sperma, atau sperma yang dihasilkan memiliki kualitas buruk, sehingga tidak mampu membuahi sel ovum. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh kerusakan yang mungkin terjadi pada testis saat memproduksi sperma.

Sementara itu, perempuan dikatakan mandul ketika ovarium tidak dapat melepaskan sel ovum (sel telur), sehingga tidak ada yang bisa dibuahi oleh sel sperma pria.

Akan tetapi, meski sulit atau tidak bisa memiliki keturunan, fungsi seksual pasangan yang mengalami kemandulan akan tetap dapat berfungsi dengan normal.

Penyebab kemandulan

Salah satu yang paling sering menyebabkan kemandulan adalah pengobatan kanker atau kemoterapi. Sebab, kemoterapi pada laki-laki dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada testis.

Jika sampai terjadi kerusakan testis, maka hal itu akan membuat jumlah produksi sperma mengalami penurunan (oligospermia), atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali (azoospermia). Kondisi ini dapat terjadi dalam periode waktu yang panjang, bahkan permanen.

Sementara pada perempuan, kemandulan dapat terjadi karena menopause yang berlangsung lebih cepat dari usia biasanya (menopause dini), di mana indung telur sudah tidak melepaskan telur lagi sebelum usia 40 tahun.

Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, kelainan genetik juga dapat menyebabkan kemandulan.

Mandul berbeda dengan tidak subur

Satu hal penting lainnya yang harus Anda diketahui adalah bahwa kemandulan berbeda dengan ketidaksuburan.

Kemandulan mutlak tidak bisa diatasi dengan cara apa pun, namun ketidaksuburan bisa diatasi dengan berbagai cara yang diklaim bisa meningkatkan kesuburan. Banyak orang yang menyangka jika dirinya mandul, padahal hanya tidak subur.

Ketidaksuburan sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah:

  • Faktor lingkungan, seperti konsumsi alkohol, merokok, radiasi, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Paparan suhu tinggi dari lingkungan sekitar juga dapat mengganggu testis dalam memproduksi sperma.
  • Kelainan pada produksi sperma atau kelainan anatomi testis, seperti cacat genetik, masalah kesehatan, atau infeksi. Varikokel atau pembesaran pembuluh darah pada testis juga dapat memengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan.
  • Masalah pengeluaran sperma karena masalah seksual, seperti impotensi atau disfungsi ereksi, penyakit genetik tertentu, masalah struktural (misalnya, adanya penyumbatan di testis), atau kerusakan pada organ reproduksi.

Impotensi dan mandul merupakan hal berbeda dan harus dipahami artinya. Harus diingat juga bahwa penyulit terjadinya kehamilan tidak hanya disebabkan salah satu dari laki-laki atau perempuan, keduanya bisa memiliki kontribusi yang sama. Segera konsultasikan ke dokter untuk dicari penyebab dan penanganannya.

[MS/ RVS]