Kanker Paru Lebih Mudah Serang Pria atau Wanita?

Oleh Krishna Mahendra Sudarmo pada 27 Jun 2019, 16:40 WIB
Kanker paru adalah salah satu kanker dengan kasus paling tinggi. Benarkah antara pria dan wanita, salah satu berisiko lebih tinggi?
Kanker Paru Lebih Mudah Serang Pria atau Wanita? (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat satu orang yang meninggal akibat penyakit ini dalam setiap 30 detik di seluruh dunia. Namun, benarkah kanker lebih mudah menyerang salah satu di antara pria dan wanita?

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, dahulu, kanker paru memang lebih identik dialami pria. Akan tetapi, kondisi terkini menunjukkan bahwa penyakit mematikan tersebut juga banyak menyerang wanita.

"Faktanya, jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker paru pada wanita Indonesia meningkat sebesar 11,1 persen," jelas dr. Sepriani.

Ada perbedaan di antara pria dan wanita dalam cara mereka mengembangkan kanker paru, begitu juga dengan respons mereka terhadap pengobatannya. Menurut statistik yang dilansir di verywellhealth.com, para wanita di Amerika Serikat memiliki peluang jauh lebih tinggi untuk selamat dari kanker paru dibanding para penderita pria. Hal tersebut berlaku pada seluruh tingkatan stadium.

Lalu, bagaimana pria dan wanita bisa menunjukkan respons berbeda terhadap kanker paru? Untuk melihatnya lebih jauh, simak beberapa fakat mengenai kondisi tersebut, berikut ini:

  • Faktor kejadian

Kanker paru adalah kanker penyebab kematian tertinggi pada wanita di Amerika Serikat, bahkan hampir dua kali lipat lebih tinggi dari kanker payudara.

Namun secara keseluruhan, kasus kanker paru tetap lebih tinggi terjadi pada pria dibanding wanita, meski selisihnya semakin menipis. Pada 2018 lalu, diperkirakan jumlah pria penderita kanker paru di Amerika Serikat berjumlah 117.920 orang, sementara untuk wanita berjumlah 106.470 orang.

  • Kebiasaan merokok

Tidak seperti pada pria, sebagian besar wanita yang memiliki kanker paru tidak pernah merokok seumur hidupnya. Begitu juga dengan kasus kematian akibat kanker paru pada wanita, sekitar 20 persen terjadi pada wanita yang tidak merokok.

Hal tersebut sangat kontras dengan yang terjadi pada pria, di mana hanya ada 1 di antara 12 penderita kanker paru yang tidak merokok. Namun, harus diperhatikan juga jika sebenarnya meningkatnya jumlah penderita kanker paru yang bukan perokok terjadi pada kedua jenis kelamin tersebut.

  • Faktor usia

Usia rata-rata wanita saat didiagnosis menderita kanker paru cenderung lebih muda dibanding pria. Meski secara rata-rata tidak berbeda terlalu jauh (2 tahun), tapi ada jauh lebih banyak wanita muda dengan kanker paru dibanding pria muda.

Penelitian selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa estrogen dapat mendorong pertumbuhan tumor di paru, yang mungkin dapat menjelaskan diagnosis kanker paru pada wanita terjadi di usia lebih dini.

  • Faktor risiko

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih rentan terhadap karsinogen, zat penyebab kanker yang terdapat di dalam rokok. Hal itu membuat wanita dapat berisiko terkena kanker paru hanya setelah beberapa tahun merokok.

  • Jenis kanker paru

Wanita memiliki kemungkinan lebih besar mengidap kanker paru yang disebabkan sel adenokarsinoma dibanding jenis kanker paru lainnya.

Meski kasus kanker paru adenokarsinoma pada pria juga meningkat, namun mereka cenderung memiliki kemungkinan lebih besar terpapar sel penyebab kanker paru lainnya, yaitu karsinoma.

  • Pengujian genetik

Perubahan genetik akibat kanker pada wanita cenderung lebih mudah diidentifikasi dibanding pada pria. Hal tersebut sangat penting karena beberapa terapi kanker terbaru menargetkan perubahan genetik tersebut.

  • Perawatan

Wanita cenderung memberikan respons lebih baik terhadap perawatan kemoterapi dibanding pria. Salah satu metode penanganan kanker terbaru, terapi target, juga menunjukkan hasil yang lebih efektif pada wanita, khususnya wanita muda.

  • Kesembuhan

Wanita cenderung lebih mampu untuk sembuh dari kanker paru pada stadium tingkat berapa pun. Hal tersebut terutama pada penanganan dengan tindakan bedah.

  • Pencegahan kanker paru

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya kanker paru, dan itu semua berlaku untuk kedua jenis kelamin.

Namun, karena sebagian besar kasus kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok, maka secara total, kasus pada pria menjadi lebih banyak.

Jika melihat faktor-faktor di atas, terjadinya kanker paru pada pria dan wanita memang memiliki kecenderungan berbeda. Akan tetapi, dr. Sepriani menegaskan bahwa baik pria maupun wanita, keduanya memiliki peluang risiko yang sama mengalami kanker.

"Paru adalah organ sangat vital yang terdapat pada pria dan wanita, fungsi kerjanya pun sama sekali tidak berbeda. Jika ada kesan kanker paru lebih rentan terjadi pada salah satu jenis kelamin, itu karena statistik jumlah penderitanya yang berbeda. Mungkin, yang menyebabkan kanker paru sedikit lebih banyak terjadi pada pria adalah faktor risiko utamanya yang disebabkan kebiasaan merokok. Sementara, jumlah perokok aktif pria ada lebih banyak dibanding wanita," jelasnya.

Bagi pria maupun wanita, sebenarnya kanker paru adalah penyakit mematikan yang tidak memandang jenis kelamin. Siapa saja bisa terserang penyakit ini. Oleh sebab itu, hindari risiko-risikonya sekarang juga, terutama hindari kebiasaan merokok. Dan yang terpenting, selalu jalankan pola hidup sehat dan sempatkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

[RVS]