Mengenal Kanker Serviks Stadium 0

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 28 Jun 2019, 09:00 WIB
Umumnya, stadium kanker yang dikenal dimulai dari angka 1. Namun, sudahkah Anda mengenal kanker serviks stadium 0?
Mengenal Kanker Serviks Stadium 0 (Alila Medical Media/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda tentu sudah mengetahui jika istilah stadium biasa digunakan untuk menentukan tingkat keganasan kanker yang diidap seseorang. Di sebagian besar kasus kanker, stadium dimulai dari angka 1. Namun, ternyata ada kasus kanker serviks stadium 0. Apa bedanya dengan stadium lainnya? Simak penjelasannya di bawah.

Serviks, dikenal juga sebagai mulut rahim, merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita yang terletak di antara vagina dan rahim. Apabila pada serviks muncul pertumbuhan sel tidak normal (membelah secara cepat) yang dapat tumbuh ke lapisan dalam serviks atau organ lain, maka itu akan menyebabkan kanker serviks.

Kasus tersebut cukup sering ditemui, bahkan menurut data tahun 2010, kanker serviks menempati urutan kedua dari 10 kanker terbanyak di Indonesia. Lebih lanjut lagi, diperkirakan jumlah penderita baru kanker serviks di Indonesia sekitar 90-100 kasus per 100 ribu penduduk.

Penyebab kanker serviks

Penyebab utama timbulnya kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Perlu diketahui juga jika terdapat banyak tipe HPV dan tidak semuanya menyebabkan kanker.

Namun, terdapat beberapa tipe yang memang berisiko tinggi menimbulkan kanker. Umumnya, timbulnya kanker serviks membutuhkan waktu beberapa tahun setelah terinfeksi oleh HPV tipe berisiko tinggi.

Dalam masa beberapa tahun tersebut, akan timbul perubahan sel pada area serviks. Jika perubahan ini dapat dikenali secara cepat, maka kanker serviks dapat ditangani sejak dini, sehingga memberikan peluang sembuh yang lebih baik.

Oleh karena itu, wanita disarankan untuk rutin melakukan deteksi dini kanker serviks. Beberapa metode deteksi dini yang dapat dilakukan, antara lain adalah pemeriksaan pap smear, IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), VILI (Inspeksi Visual Lugoliodin), dan tes DNA HPV.

Jika ditemukan perubahan sel abnormal atau sel kanker pada serviks, maka penentuan stadium kanker dapat dilakukan berdasarkan beberapa faktor, yaitu:

  • Seberapa dalam kanker tumbuh pada serviks?
  • Apakah kanker menyebar ke struktur di sekitar serviks?
  • Apakah kanker menyebar ke kelenjar getah bening sekitar mulut rahim atau organ lain?

Stadium kanker tersebut digunakan sebagai patokan dalam menentukan terapi yang sebaiknya dijalankan, serta menentukan kemungkinan suksesnya terapi tersebut.

1 of 2

Apa itu kanker stadium 0?

Stadium 0 pada kanker juga dikenal dengan istilah lain, seperti carcinoma in situ (kanker pada tempat asalnya), kanker non-invasif, atau kanker pre-invasif.

Pada kanker serviks stadium 0, sel kanker hanya ditemukan pada lapisan teratas serviks saja. Sel kanker tersebut belum menembus lapisan dalam serviks ataupun menyebar ke organ lain.

Dengan terapi yang tepat, semua kasus kanker serviks stadium 0 dapat disembuhkan. Tetapi, penderitanya tetap perlu waspada mengingat kondisi ini dapat kembali kambuh, baik pada serviks maupun vagina. Sehingga, perlu dilakukan pengawasan ketat dan kontrol rutin, bahkan setelah penanganan selesai.

Beberapa pilihan terapi bagi penderita kanker serviks stadium 0, antara lain adalah krioterapi (pengrusakan lapisan serviks dengan menggunakan teknik pembekuan), laser, elektrokauter, dan konisasi.

Pada kasus wanita yang sudah tidak menginginkan keturunan, bisa juga disarankan melakukan histerektomi (pengangkatan rahim). Histerektomi juga mungkin disarankan pada kasus kanker yang kambuh kembali setelah menjalani terapi lainnya.

Saat ini, telah tersedia juga vaksin yang melindungi dari infeksi HPV. Vaksin tersebut umumnya memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang menyebabkan kanker, pre-kanker, serta kutil kelamin.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), usia ideal untuk menjalani vaksin HPV tersebut adalah pada 11 atau 12 tahun. Namun, vaksinasi dapat diberikan sejak usia 9 hingga 26 tahun.

Untuk melindungi diri dari infeksi HPV, Anda juga dapat menghindari beberapa perilaku berisiko, seperti memiliki banyak pasangan seksual, memiliki pasangan seksual yang suka bergonta-ganti pasangan, berhubungan seksual pertama kali pada usia muda (di bawah 18 tahun), merokok, serta menghindari beberapa jenis infeksi menular seksual.

Kanker serviks stadium 0 memang dapat disembuhkan dengan terapi yang tepat. Namun, setelah sembuh pun, Anda tetap harus waspada karena sewaktu-waktu bisa kembali kambuh. Selain itu, akan jauh lebih baik mencegah timbulnya kanker serviks dengan menjalankan pola hidup dan perilaku seksual yang sehat.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓