Waspadai Serangan Heatstroke di Musim Kemarau

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 28 Jun 2019, 14:00 WIB
Kondisi yang sangat terik pada siang hari di musim kemarau bisa menyebabkan seseorang mengalami heatstroke. Berikut penanganannya.
Waspadai Serangan Heatstroke di Musim Kemarau (Koldunova-Anna/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), sejak April lalu, Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Karena itu, jangan heran kalau saat ini Anda merasakan udara semakin terik dan panas saat siang hari. Dalam kondisi ini, Anda harus mewaspadai serangan heatstroke.

Heatstroke atau sengatan panas adalah suatu kondisi kegawatan yang terjadi ketika suhu tubuh terlalu panas, disertai hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, pada kondisi heatstroke, suhu tubuh bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.

"Pada umumnya, heatstroke disebabkan oleh paparan terhadap suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu lama. Namun begitu, heatstroke juga dapat disebabkan oleh aktivitas fisik atau olahraga berat di cuaca yang panas," ujar dr. Andika.

Gejala heatstroke yang dapat dikenali, menurut dr. Bambang Hady dari KlikDokter, adalah ketika Anda sudah mulai merasa pusing, haus berlebihan, pandangan berkunang-kunang, kulit kering, badan lemas, dan napas menjadi cepat. "Kalau ini sudah terjadi, tandanya Anda akan kehilangan kesadaran akibat cuaca terlalu panas," katanya.

Heatstroke yang tidak tertangani bisa menyebabkan kematian atau hilangnya nyawa. Oleh karena itu, tanda-tanda di atas perlu diperhatikan, terutama ketika cuaca sedang panas dan Anda beraktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga.

Cara penanganan heatstroke

Tapi jangan khawatir, dengan penanganan yang tepat dan cepat, efek buruk heatstroke dapat dicegah. Cara penanganannya adalah:

Lepaskan pakaian penderita.Turunkan suhu inti tubuh dengan cara membungkus penderita dengan menggunakan bahan tebal atau handuk yang telah direndam air dingin.Pijat penderita untuk meningkatkan sirkulasi tubuh.Memberikan oksigen dan memasang infus untuk menjaga cairan tubuh pasien.Pantau tanda-tanda vital penderita. Jika suhu tubuh sudah turun menjadi 38 derajat Celsius, ganti selimut basah dengan selimut kering. 

Selain itu, cara paling mudah mencegah heatstroke adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan saat musim kemarau, terutama di siang hari.

Selanjutnya, berikut cara mencegah heatstroke yang bisa Anda terapkan:

  • Gunakan pakaian yang longgar dan ringan. Langkah ini penting untuk memudahkan tubuh mengeluarkan panas.
  • Penuhi asupan cairan. Memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup minum air putih dapat membantu mencegah terjadinya heatstroke. Konsumsi cairan yang cukup dapat mengganti cairan yang keluar dari tubuh melalui keringat.
  • Hindari aktivitas luar ruangan dalam keadaan panas. Anda dapat menghindari aktivitas di cuaca yang panas dan terik Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga pada waktu yang memiliki suhu yang sejuk dalam sehari, seperti pada pagi atau sore hari.
  • Proteksi diri dengan menggunakan topi atau payung, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari paparan matahari.
  • Ketahui kondisi kesehatan tubuh. Sebelum beraktivitas di tengah cuaca panas dan terik, pastikan bahwa Anda mengetahui kondisi tubuh Anda, apakah memiliki riwayat penyakit atau konsumsi obat tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami heatstroke.

Heatstroke memang ancaman nyata pada musim kemarau seperti saat ini. Jika tidak terlalu perlu beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari, lebih baik hindari. Akan tetapi, jika itu adalah sebuah keharusan, dr. Bambang menyarankan Anda untuk membawa minum dan mengoleskan tabir surya. Jika merasa kepanasan, segera cari tempat berteduh dan beristirahat sejenak.

[HNS/ RVS]