5 Pemicu Asma yang Ternyata Ada di Rumah Anda

Oleh dr. Nadia Octavia pada 28 Jun 2019, 16:00 WIB
Hati-hati, beragam pemicu asma ternyata bisa bersarang di rumah Anda tanpa disadari.
5 Pemicu Asma yang Ternyata Ada di Rumah Anda (Phovoir/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi kesehatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Ibu Risma dikabarkan sedang menurun akibat asma akut yang dideritanya. Saat ini, wanita kelahiran Kediri tersebut sedang menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSU dr. Soetomo, Surabaya. Sebelumnya, Ibu Risma dikabarkan mengalami serangan asma akut hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Asma merupakan penyakit kronis (berlangsung lama) saluran pernapasan yang ditandai oleh sesak napas disertai mengi (seperti bunyi ‘ngik-ngik’) dan/atau batuk persisten (terus-menerus). Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan otot saluran pernapasan akibat peradangan dan produksi lendir berlebihan.

Asma sangat terkait dengan alergi, dan di sisi lain alergi dapat memperparah asma.  Pemicu asma pun bisa berasal dari banyak hal. Akan tetapi, ternyata asma dapat pula dipicu oleh barang-barang yang ada di rumah Anda. Barang-barang tersebut antara lain:

  • Karpet, sofa, furnitur

Beberapa pasien asma sering kali mengalami serangan asma karena mencium harum furnitur baru. Hal ini karena karpet, furnitur, lantai, ataupun pelapis lantai terkadang dibuat dari volatile organic compounds (VOCs) yang dapat berubah menjadi gas di suhu ruangan. Hal ini dapat memicu serangan asma.

Selain itu, formaldehid (termasuk VOC juga) yang terdapat di produk berbahan kayu seperti furnitur atau lantai juga bisa mengiritasi saluran napas dan menjadi pencetus asma.

  • Debu

Debu yang bisa menempel pada furnitur, tempat tidur, kasur, kotak penyimpanan atau baju dapat menjadi pencetus asma. Debu rumah dapat mengandung partikel kecil pollen, jamur, ataupun serat dari pakaian yang bisa memicu timbulnya serangan asma.

Untuk itu, penting membersihkan rumah secara rutin dan menyeka debu-debu yang menempel pada furnitur. Mainan anak sebaiknya juga dicuci dan dibersihkan setiap minggu. Jangan lupa juga untuk selalu menutup lemari pakaian di rumah Anda.

  • Kecoak

Kecoak sering terdapat di rumah. Kecoak biasanya memilih lingkungan yang hangat, lebih aktif di malam hari, dan akan menjauh dari cahaya. Pada beberapa orang yang sensitif, kecoak dapat memicu serangan asma.

Kecoak mengandung protein yang dapat menjadi alergen yang memicu reaksi alergi. Badan kecoak, air liur, dan kotorannya dapat menjadi pencetus serangan asma. Bahkan kecoak yang sudah mati pun dapat memicu terjadinya serangan asma.

  • Produk perawatan diri

Produk perawatan diri, seperti parfum, hairspray, deodoran, atau produk penataan rambut bisa menjadi pencetus asma. Menurut sebuah penelitian, pasien asma cenderung lebih sensitif terhadap bahan kimia dan produk yang mengandung pewangi.

Untuk itu, jika serangan asma Anda timbul karena produk-produk tersebut, sebaiknya hindari memilih produk yang mengandung pewangi. Carilah produk yang berlabel non-aerosol, rendah VOC, dan tidak mengandung pewangi.

  • Bulu binatang peliharaan

Menurut the Asthma and Allergy Foundation of America, sekitar 30 persen pasien asma memiliki alergi terhadap anjing atau kucing. Bulu dari binatang peliharaan merupakan pencetus asma yang sering timbul.

Selain itu serpihan dari kulit binatang, urine, feses, dan air liur binatang peliharaan Anda juga bisa terhirup melalui hidung atau mulut, lalu mencetuskan serangan asma. Gejala asma biasanya dapat timbul dalam 8-12 jam.

Gangguan asma seperti yang dialami Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, Anda dapat mengontrolnya dengan menghindari pemicu asma. Salah satunya dengan cara membersihkan rumah secara berkala dari debu, bulu binatang, dan bau. Ciptakan rumah yang bersih dan nyaman agar Anda dan keluarga tetap sehat.

[HNS/ RVS]