Amankah MPASI Instan untuk Anak?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 01 Jul 2019, 14:00 WIB
Banyak ibu yang ragu akan zat gizi yang terkandung MPASI instan yang ada di pasaran. Amankah memberikan MPASI instan untuk anak?
Amankah MPASI Instan untuk Anak? (Pixel Shot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai fase harus dilewati orang tua dalam membesarkan anak. Setelah masa-masa pemberian ASI ekslusif yang kadang penuh perjuangan, tantangan berikutnya adalah makanan pendamping ASI (MPASI). Mungkin karena ibu harus bekerja, MPASI instan menjadi alternatif jika ada keterbatasan untuk membuat MPASI sendiri di rumah. Namun, banyak ibu yang ragu akan zat gizinya. Sebetulnya, amankah memberikan MPASI instan untuk anak?

MPASI diberikan saat anak sudah menginjak usia 6 bulan. Karena, pada usia tersebut bayi sudah memenuhi beberapa kriteria seperti: kepala sudah mampu tegak, tubuh bayi mulai mampu untuk duduk, serta bayi sudah mulai tertarik dengan makanan. Selain itu, aktivitas bayi juga mulai bertambah, sehingga nutrisi yang diperoleh dari ASI saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Bagi sebagian orang tua, MPASI menimbulkan dilema tersendiri. Hal ini biasanya terkait dengan pemberian MPASI yang dimasak sendiri atau MPASI instan. Beberapa orang tua meyakini bahwa MPASI yang dibuat sendiri lebih baik, karena kebersihannya bisa dikontrol serta dapat mengukur nutrisi yang diberikan.

Namun, ada pula beberapa pendapat bahwa MPASI instan kebersihannya lebih terjaga, karena produsen lebih teliti serta ditunjang oleh serangkaian teknologi mutakhir, dibandingkan dengan membeli sendiri bahan-bahan pembuatnya di pasar atau supermarket yang sulit diketahui tingkat kebersihannya sebelum dijual.

Pemberian MPASI instan sama sekali tidak dilarang

Jika Anda termasuk orang tua dengan keterbatasan waktu, misalnya karena harus bekerja, tak perlu malu apalagi khawatir untuk memberikan MPASI instan. Pasalnya, kandungan nutrisi dalam MPASI instan yang banyak dijual di swalayan sudah cukup lengkap, meliputi karbohidrat, lemak, protein, zat besi, seng, dan vitamin A. Meski demikian, Anda tetap harus teliti mengecek produk yang akan dibeli untuk memastikan nutrisi tersebut benar-benar ada di dalamnya.

Meski instan, tetapi Anda bisa mengombinasikannya dengan potongan buah dan sayur untuk menambah variasi rasa. Batasi penambahan gula dan garam, karena kebutuhan bayi akan dua bumbu tersebut masih sangat rendah. Jika dikonsumsi secara berlebihan, justru akan meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari seperti obesitas, diabetes, hingga gangguan jantung.

1 of 2

Kelebihan dari menyiapkan MPASI sendiri

MPASI yang dibuat sendiri (jika disiapkan dengan benar) sebetulnya memiliki keunggulan, yaitu dari sisi nutrisi dan ekonomis. Dengan biaya yang sama, Anda bisa mendapatkan buah dan sayuran yang lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan MPASI instan. Dengan begitu, Anda juga punya kesempatan untuk berkreasi menentukan kombinasi makanan bayi. Bayi pun juga dapat terhindar dari rasa bosan, sehingga ini dapat menjaga antusiasmenya untuk makan.

Kelebihan lainnya adalah, Anda dapat mengetahui dengan lebih rinci makanan apa yang tidak disukai dan makanan apa yang memicu timbulnya alergi.

Membuat MPASI sendiri sebetulnya tidaklah sulit dan tak melulu butuh waktu lama. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan agar Anda tetap memperoleh manfaat makanan tanpa harus membuang waktu dalam pemrosesan.

Sebagai tip, Anda dapat menyiapkan MPASI dalam jumlah besar saat akhir pekan, lalu tempatkan dalam wadah kecil untuk dibekukan. Sehingga, untuk keesokan harinya Anda hanya perlu memanaskannya sebelum diberikan ke bayi.

Anda juga dapat menggunakan makanan yang disediakan untuk orang dewasa di rumah untuk menghemat waktu. Namun, penggunaan gula dan garam harus diminimalkan, terutama sebelum anak berusia 1 tahun.

Jika Anda memiliki keterbatasan waktu dalam menyiapkan MPASI sendiri di rumah, Anda dapat mengandalkan MPASI instan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Memberikan MPASI instan tetap aman, selama Anda mampu memastikan kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Sebagai variasi dan supaya anak tidak bosan, Anda juga dapat mengombinasikannya dengan potongan buah dan sayur.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓