Ini Dampak Orang Tua Bertengkar di Depan Anak

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 03 Jul 2019, 13:00 WIB
Sering kali orang tua bertengkar di depan anak membawa dampak negatif pada anak. Apa saja dampaknya? Simak penjelasan berikut.
Ini Dampak Orang Tua Bertengkar di Depan Anak (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Walaupun pernikahan terjadi karena banyaknya persamaan, kecocokan, dan rasa saling melengkapi antar pasangan, tapi pertengkaran kadang terjadi dan tidak dapat dihindari. Bahkan, tanpa sadar orang tua bertengkar di depan anak dan membiarkan anak terpapar kondisi yang tidak kondusif tersebut. Padahal, hal itu dapat memberikan dampak negatif pada pertumbuhannya.

Perbedaan pendapat hingga pertengkaran orang tua yang terjadi di depan si Kecil, jika sering terjadi bisa menimbulkan gangguan emosi, perilaku, dan tidak jarang membuat gangguan psikis pada si Kecil. Hal tersebut akibat ia trauma melihat pertengkaran orang tuanya.

Dampak negatif pertengkaran di depan anak

Ada beragam dampak negatif yang bisa dialami oleh si Kecil ketika melihat kedua orang tuanya bertengkar. Beberapa efek negatif yang bisa terjadi pada anak antara lain:

  • Gangguan perkembangan otak

Penelitian dari University College London menjelaskan bahwa si Kecil yang sering melihat orang tuanya bertengkar dikatakan akan terdampak pada bagian otak kecilnya, yang berkaitan dengan perkembangan sensori dan menyebabkan stres pada si Kecil.

  • Gangguan perkembangan emosi anak

    Perkembangan emosi si Kecil merupakan salah satu perkembangan yang perlu didukung sejak usia dini. Perkembangan ini bisa terganggu jika si Kecil dibesarkan di lingkungan yang kurang mendukung, seperti rumah di mana kedua orang tua bertengkar.  

    Gejala gangguan perkembangan emosi si Kecil yang sering muncul sangat beragam, antara lain adalah:

    • Anak mudah khawatir
    • Anak menjadi tidak percaya diri
    • Anak mudah marah
    • Anak menjadi agresif
    • Gangguan kesehatan seperti gangguan tidur, sakit kepala, atau gangguan pencernaan.
1 of 2

Daya tahan tubuh anak menurun

Si Kecil yang hidup dengan orang tua sering bertengkar akan cenderung lebih mudah sakit dibandingkan dengan anak si Kecil yang tinggal bersama dengan keluarga harmonis. Hal ini disebabkan kadar hormon kortisol yang cenderung meningkat saat si Kecil dalam kondisi stres akibat pertengkaran orang tua.

Apabila Anda ingin mental si Kecil berkembang dengan baik dan sehat, jika ada perselisihan atau perbedaan pendapat dengan pasangan, memang ada baiknya hindari dilakukan di depan si Kecil.

Untuk sementara, redam dulu emosi Anda. Hadapi masalah dengan kepala dingin, lalu ajak pasangan kembali melakukan diskusi saat situasi sudah nyaman.

Namun, apabila Anda dan pasangan tanpa sengaja melakukan pertengkaran yang tidak dapat dihindari di depan si Kecil, segera beri contoh padanya bahwa pertengkaran yang sudah dilakukan dapat segera diselesaikan oleh Anda dan pasangan.

Hal tersebut dapat dijadikan pelajaran pada si Kecil, bahwa perbedaan pendapat itu sesuatu yang lumrah dan dapat terjadi setiap saat. Namun, meskipun terjadi perbedaan pendapat, selalu ada solusi terkait masalah yang dihadapi dan orang tua tetap dapat hidup saling mencintai.

Menjadi orang tua memang tidak selalu dapat berjalan sempurna. Bertengkar dengan pasangan pun terkadang tak terhindari dan pasti akan muncul dalam kehidupan rumah tangga. Oleh sebab itu, pengendalian emosi orang tua perlu terus dilatih agar si Kecil dapat merasakan lingkungan rumah yang nyaman dan harmonis.

Sebagai orang tua, perlu juga selalu diingat bahwa pertumbuhan anak yang sehat bukan hanya ditandai dengan perubahan fisik saja, tapi juga harus disertai perkembangan mental yang sehat sampai dewasa. Kebiasaan orang tua bertengkar di depan anak sebisa mungkin harus dihindari. Dengan demikian, perkembangan mental bisa tetap berjalan optimal dan anak bisa tumbuh dengan pribadi yang  sehat.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓