7 Kondisi Kesehatan Ini Ternyata Tidak Menular

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 03 Jul 2019, 15:40 WIB
Ada kondisi kesehatan yang menular, ada juga yang tidak. Berikut penyakit yang sering diduga menular padahal tidak.
7 Kondisi Kesehatan Ini Ternyata Tidak Menular (Dragon-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bila ada seseorang sedang menderita suatu penyakit, Anda mungkin akan cenderung menghindar atau enggan mendekati karena takut tertular. Apalagi bila orang tersebut menderita sakit yang bisa terlihat dari luar, seperti sakit kulit. Padahal, tidak semua penyakit menular. Ada beberapa kondisi kesehatan yang cukup aman Anda dekati tanpa khawatir akan tertular.

Kondisi kesehatan yang tidak menular

Beberapa penyakit di bawah ini dapat terlihat cukup parah, tapi ternyata tidak menular. Anda pun cukup aman berada di dekat penderita. Berikut adalah daftarnya, dilansir dari Reader’s Digest:

1. Pneumonia jamur dan aspirasi

Kondisi ini disebut juga penyakit paru-paru basah. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter, pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada paru-paru. Pneumonia dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa dan bisa berakibat fatal.

Dua jenis penyakit pneumonia antara lain pneumonia jamur (dari lingkungan) dan pneumonia aspirasi (dari makanan atau cairan dihirup ke dalam paru-paru). Berita baiknya, kedua jenis penyakit ini ternyata tidak menular. Akan tetapi, Anda harus mewaspadai pneumonia karena bakteri dan virus yang menular.

2. Psoriasis

Gangguan kulit yang diderita banyak orang ini ternyata tidak ada hubungannya dengan kuman atau bakteri. "Psoriasis adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan menyerang kulit. Kondisi ini terjadi ketika tubuh membuat sel-sel kulit baru terlalu cepat sehingga terjadi penumpukan," kata Amesh Adalja, MD, dokter penyakit menular dari John Hopkins Center. 

"Tapi tenang. Psoriasis tidak disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat ditularkan di antara manusia. Tanda-tanda penyakit ini antara lain kulit merah, gatal yang terlihat seperti sisik putih atau keperakan yang sering ditemukan pada siku, lutut, dan kulit kepala," jelasnya.

3. Tidak semua bronkitis

Sama seperti pneumonia, beberapa bentuk bronkitis ada yang menular, ada juga yang tidak. Itu tergantung pada penyebab peradangan. Bronkitis adalah istilah umum untuk terjadinya infeksi yang menyebabkan iritasi dan peradangan pada area bronkus di paru-paru.

Bronkitis akut biasanya diakibatkan oleh infeksi saluran pernapasan atas yang menyebar ke dada, sering disebabkan oleh virus dan menular. Ratusan virus, serta beberapa bakteri, berpotensi menyebabkan bronkitis. Mereka bisa memasuki tubuh Anda melalui selaput lendir di mata, hidung, atau mulut.

Berbeda dengan bronkitis akut yang menular, bronkitis kronis tidak menular. Kondisi berkelanjutan ini sering disebabkan oleh kebiasaan merokok jangka panjang atau terpapar polusi lingkungan.

1 of 2

Selanjutnya

4. Penyakit lyme

Kutu yang terinfeksi virus lyme adalah satu-satunya yang bisa menyebabkan penyakit ini. Artinya, Anda tidak dapat tertular penyakit berbasis bakteri ini dari orang lain, apakah itu melalui kontak biasa, ciuman, atau bahkan hubungan seks. Hewan peliharaan juga tidak dapat menginfeksi Anda, meskipun mereka dapat membawa kutu penyebab penyakit Lyme ke rumah Anda. 

5. Malaria

Sering dikira menular, nyatanya malaria tidak dapat ditularkan dari orang ke orang. Anda bisa terkena malaria hanya karena gigitan nyamuk. Ketika nyamuk menggigit Anda, mereka melepaskan parasit malaria ke dalam aliran darah Anda. 

Anda akan mendapatkan gejala seperti demam, flu, masalah pencernaan, dan penyakit kuning. Namun, malaria menginfeksi sel darah merah. Karena itu, Anda bisa tertular malaria melalui transfusi darah, jarum yang sudah terinfeksi, atau selama kehamilan atau melahirkan.

6. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) sering muncul setelah berhubungan seks. Namun, ISK tidak menular secara seksual atau melalui media lain.

"ISK adalah infeksi yang terjadi pada saluran kencing yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Semua bagian dari saluran kemih tersebut bisa mengalami infeksi," ujar dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter.

7. Selulitis

Meskipun Anda menganggap selulitis serius karena dapat menyebabkan bakteremia atau endokarditis yang mengancam jiwa, Anda tidak perlu khawatir tertular penyakit ini. Selulitis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang hidup di kulit Anda, dan sering kali tidak berbahaya.

"Selulitis memang dapat menyebabkan lima tanda radang, yaitu merah, nyeri, hangat, bengkak, dan gangguan fungsi organ yang terkena. Pengobatannya dapat diberikan antibiotik dan antiradang atau antinyeri," kata dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Itulah tujuh kondisi kesehatan yang ternyata tidak menular. Mulai sekarang, Anda bisa bersikap bijaksana jika ada rekan atau keluarga yang mengalami penyakit di atas. Anda tidak perlu bersikap berlebihan atau menjaga jarak terhadap penderita. Yang perlu Anda lakukan hanyalah merawat kebersihan diri dan lingkungan serta menjaga daya tahan tubuh tetap baik.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓