Sering Mengobati Mata Sendiri, Hati-hati Glaukoma

Oleh dr. Valda Garcia pada 04 Jul 2019, 11:00 WIB
Sebaiknya hentikan mengobati mata sendiri tanpa konsultasi ke spesialis mata. Sebab, Anda bisa terkena glaukoma!
Sering Mengobati Mata Sendiri, Hati-hati Glaukoma (PeJo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak jarang, ketika mengalami sakit mata, Anda menggunakan obat-obatan herbal atau membeli obat mata sendiri ke apotek tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter spesialis mata. Padahal, hal tersebut sangat berbahaya dan membuat Anda berisiko terkena glaukoma.

Tujuan pengobatan sendiri tersebut mungkin baik, agar mata segera sembuh atau mencegah progresivitas penyakit mata menjadi semakin berat. Namun, jika tindakan tersebut tidak tepat, justru dapat memperberat kondisi mata dan dapat membuat Anda terkena glaukoma yang bisa berujung pada kebutaan.

Mata merupakan salah satu organ vital yang sangat sensitif, jadi harus sangat berhati-hati ketika mengobatinya. Oleh sebab itu, penggunaan obat-obatan herbal sangat tidak disarankan karena kandungan dan efek sampingnya tidak diketahui dengan pasti.

Sedangkan menggunakan obat herbal buatan sendiri yang berasal dari dedaunan, seperti air rebusan daun sirih, justru dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada mata, yang jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kebutaan.

Tidak semua mata merah dapat ditangani dengan obat yang sama

Tidak jarang, ketika mengalami sakit mata seperti mata merah, baik disertai dengan kotoran mata atau tidak, Anda menjadi panik dan ingin segera mengobatinya agar cepat sembuh.

Banyak cara dilakukan, mulai dari membeli obat ke apotek tanpa konsultasi ke dokter hingga menggunakan obat yang disarankan orang lain kerena dianggap "ampuh" untuk mengatasi mata merah. Padahal, ini adalah cara yang salah.

Ketika terjadi mata merah, gejala yang menyertai harus dikonsultasikan dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dengan begitu, dokter pun dapat mengetahui penyebabnya dan memberikan terapi yang tepat.

Obat tetes mata mengandung steroid dapat memicu glaukoma

Sering kali, obat tetes mata yang mengandung steroid juga digunakan untuk mengurangi gejala mata merah. Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena memang ada beberapa gejala mata yang memang harus diterapi dengan obat tetes mata jenis tersebut.

Namun, penggunaannya harus tepat, sesuai dengan petunjuk, dan dalam pengawasan dokter. Pada umumnya, penggunaan obat tetes mata mengandung steroid tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.

Obat tetes mata dengan kandungan steroid yang merupakan anti radang memang akan sangat cepat meredakan mata merah, sebab dapat menekan reaksi peradangan yang terjadi.

Akan tetapi, jika pengobatan tersebut dilakukan dengan tidak tepat dan dalam jangka panjang justru dapat menimbulkan efek samping berupa peningkatan tekanan bola mata yang dapat memicu glaukoma. Glaukoma sendiri merupakan penyakit mata berupa penurunan lapang pandang yang disebabkan peningkatan tekanan pada bola mata, sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf mata.

Obat tetes mata yang mengandung steroid dapat menghambat aliran keluar aqueous humor, yaitu cairan bening yang berada di bilik mata depan dan merupakan komponen penting untuk menjaga tekanan bola mata.

Ketika terjadi hambatan dan produksi cairan terus berlangsung, maka akan terjadi peningkatan tekanan bola mata. Hal ini bisa berujung pada gangguan penglihatan berupa gangguan lapang pandang.

Selain itu, orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga dapat memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma, seperti:

  • Riwayat glaukoma sudut terbuka
  • Riwayat glaukoma pada anggota keluarga
  • Rabun jauh (miopia) tinggi
  • Diabetes melitus
  • Riwayat penyakit jaringan ikat sepeti rheumatoid arthritis

Oleh karena itu, ketika mengalami sakit mata, termasuk mata merah, hindari untuk mengobati mata Anda sendiri. Jika tidak tepat, selain kondisi sakit bisa semakin parah, risiko terkena glaukoma pun cukup tinggi. Lebih baik konsultasikan ke dokter agar dapat ditangani dengan tepat.

[MS/ RVS]